Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV)

Mengapa harus vaksinasi?

Vaksinasi bisa melindungi anak-anak dan orang dewasa dari Invasive Pneumococcal Disease (IPD).

Menurut WHO, “Pneumonia adalah penyakit infeksi penyebab kematian anak-anak terbesar di dunia namun dapat dicegah dengan intervensi sederhana, dan diobati dengan biaya rendah, pengobatan dan perawatan berteknologi rendah. Pneumonia menyumbang sekitar 16% dari seluruh jumlah kematian anak usia di bawah lima tahun.“ Berikut gambaran jumlah kematian yang disebabkan Pneumonia pada negara-negara di dunia:

IPD dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat. Selain infeksi pada telinga dan sinus yang umumnya berdampak ringan, IPD menyebabkan beberapa permasalahan serius pada:

  • Paru-paru (pneumonia),
  • Darah (bakteremia), dan
  • Jaringan yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).

Pneumokokus pneumonia sering terjadi pada orang dewasa. Pneumokokus meningitis dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dan kerusakan otak, dan dapat mengakibatkan kematian pada 1 dari 10 anak penderita.

Penyakit pneumokokus dapat terjadi pada semua orang, tetapi anak usia kurang dari 2 tahun dan usia di atas 65 tahun serta orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan perokok memiliki risiko lebih tinggi.

Pengobatan infeksi Pneumokokus dengan Penisilin dan obat-obat lainnya saat ini tidak efektif karena beberapa strain bakteri ini sudah resisten (kebal) terhadap obat-obat tersebut. Maka pencegahan melalui vaksinasi sangat penting.

Vaksin untuk IPD

Ada 2 macam vaksin untuk mencegah IPD, yaitu vaksin konjugasi (PCV) dan polisakarida (PPSV).

Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

Vaksin Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) yang pertama adalah PCV7 yang dirilis pada tahun 2000. PCV7 memberikan perlindungan terhadap 7 tipe bakteri Pneumokokus, yaitu 4, 6B, 9V, 14, 18C, 19F dan 23F. Sejak tahun 2009 PCV10 dan PCV13 menggantikan PCV7.

PCV10  (nama dagang: Synflorix) memberikan perlindungan terhadap 10 tipe bakteri Pneumokokus yaitu: 1, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19F dan 23F.

PCV13 (nama dagang: Prevenar) memberikan perlindungan dari 13 tipe bakteri pneumokokus yaitu 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F dan 23F.

Cakupan PCV di Dunia

Tingkat cakupan PCV tinggi dan sangat tinggi di benua Amerika, Eropa, dan Australia. Sebagian negara di Afrika dan Asia juga menpunyai cakupan PCV tinggi. Sedangkan cakupan PCV di Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya masih rendah. Ini dapat di lihat pada gambar cakupan PCV versi WHO-Unicef di bawah ini:

Cakupan vaksinasi PCV yang sangat tinggi dan tinggi pada negara-negara tersebut dikarenakan pelaksanaan vaksinasi sudah masuk dalam program nasional vaksinasi masing-masing negara, demikian pula sebaliknya. Ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Jadwal vaksinasi


** Dosis pertama bisa diberikan paling awal di usia 6 minggu, dengan jarak antar dosis primer 4 minggu. Booster diberikan 6 bulan setelah dosis primer ketiga.*   3 dosis primer dan 1 dosis booster

Vaksin PCV13 juga direkomendasikan untuk anak dan dewasa usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi kesehatan tertentu, dan untuk semua orang dewasa usia 65 tahun dan di atas 65 tahun.

Jadwal Kejar Vaksinasi PCV untuk Anak


Baik PCV10 maupun PCV13 memberikan dampak yang sama untuk mencegah pneumonia, tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan)di antara dua vaksin tersebut.* Penyakit hati dan paru-paru kronis, diabetes, kebocoran CSF, implan koklea, sickle-cell disease, penyakit hemoglobinopati lainnya, fungsional atau anatomic asplenia, infeksi HIV, kondisi sistem imunitas lemah.

Tidak disarankan untuk berganti produk vaksin kecuali ada perubahan yang sifatnya substansial, misalnya meningkatnya penyakit disebabkan bakteri pneumokokus tipe 19A. Jika rangkaian vaksinasi tidak dapat diselesaikan dengan jenis vaksin yang sama, maka gunakan produk PCV yang tersedia. Tidak direkomendasikan untuk mengulang rangkaian vaksinasi, termasuk untuk rangkaian dosis primernya.

Vaksin PPSV23

Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV23) memberikan perlindungan terhadap 23 tipe bakteri pneumokokus.

PPSV23 direkomendasikan untuk:

  • Semua orang dewasa usia 65 tahun atau lebih,
  • Semua orang yang berusia antara 2 hingga 64 tahun dengan masalah kesehatan jangka panjang (kronis),
  • Semua orang yang berusia antara 2 hingga 64 tahun dengan sistem imunitas yang lemah,
  • Orang dewasa usia antara 19-64 tahun yang merokok atau menderita asma.

Jadwal vaksinasi

Umumnya hanya diperlukan satu dosis PPSV saja. Pemberian dosis kedua disarankan pada kelompok yang berisiko tinggi. Orang usia 65 tahun atau lebih harus memperoleh satu dosis vaksin ini meskipun mereka sudah memperoleh vaksin tersebut sebelum usia 65 tahun.

Pada orang dewasa yang sehat, imunitas tubuh akan muncul 2 hingga 3 minggu setelah disuntikkan.

Siapa Yang Tidak Boleh Divaksinasi?

  • Beberapa orang tidak diperbolehkan mendapat vaksin PCV dan PPSV bila:
  • Mengalami reaksi alergi setelah dosis pertama vaksinasi PCV atau PPSV.
  • Memiliki alergi terhadap salah satu komponen dalam vaksin.
  • Mengalami sakit parah saat jadwal vaksinasi, bisa dilakukan penjadwalan ulang. Sakit ringan tidak menghalangi untuk menerima vaksinasi.

Vaksinas PCV13 tidak dapat diberikan pada orang yang mengalami reaksi alergi parah setelah memperoleh vaksin PCV7 atau vaksin lain yang mengandung toksoid Difteri (seperti DtaP).

Vaksin PPSV tidak dapat diberikan juga pada:

  • Anak usia di bawah 2 tahun
  • Walaupun tidak ada bukti bahwa PPSV berbahaya bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan, namun disarankan agar wanita yang memerlukan vaksin ini melakukan vaksinasi sebelum kehamilan.

Apa Saja Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang Mungkin Terjadi?

Kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) terjadi baik pada vaksin PCV maupun PPSV:

◦    Reaksi lokal pada area suntikan berupa sakit, bengkak atau kemerahan. Berlangsung hingga kurang dari 48 jam.

◦    Demam dan rasa sakit pada otot

KIPI yang hanya terjadi pada PCV:

◦    Mengantuk, nafsu makan turun

◦    Rewel dan gampang marah

◦    Pada orang dewasa dapat juga mengalami, demam ringan, kelelahan, sakit kepala, menggigil dan sakit pada otot.

◦    Pada anak-anak yang vaksinasi bersamaan dengan vaksin flu inaktif akan meningkat risikonya mengalami kejang demam.  (syl)

Sumber :

1.https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/pcv13.html

2.https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/ppv.html

3.https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/pneumo.html#diagnosis

  1. https://www.who.int/maternal_child_adolescent/child/world-pneumonia-day-2018/en/
  2. Pneumococcal conjugate vaccines in infants and children under 5 years of age: WHO position paper – February 2019
Share artikel ini: