Penyebab

Penyakit meningokokus disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Bakteri ini ada di bagian belakang hidung dan tenggorokan pada sekitar 1 dari 10 orang tanpa menjadikan orang tersebut sakit. Mereka ini disebut karier. Kadang kala bakteri ini menyerang tubuh dan mengakibatkan penyakit yang disebut meningokokus.

Ada 6 serogrup (tipe) yaitu A, B, C, W, X, dan Y yang paling banyak menyebabkan penyakit ini di dunia.

Penyebaran dan Faktor-faktor Risiko

Bakteri meningokokus menyebar pada manusia melalui berbagi pernafasan dan sekresi kerongkongan (air liur dan ludah). Biasanya penyebaran penyakit terjadi karena kontak dalam waktu lama atau dekat (seperti batuk atau berciuman). Untungnya bakteri ini tidak mudah menular seperti kuman selesma atau flu. Orang tidak bisa tertular dengan kontak biasa atau dengan menghirup udara yang sama dengan penderita meningokokus.

Risiko tertular bakteri ini meningkat pada:

  • orang-orang yang tinggal di tempat yang sama
  • teman sekamar
  • Siapapun yang melakukan kontak langsung dengan sekresi dari mulut penderita

Faktor-faktor Risiko Terjangkit Meningokokus

  • Faktor manusia
    • Defisiensi komponen komplemen
    • fungsional atau anatomi asplenia
    • Orang dengan HIV
    • Beberapa faktor genetik seperti faktor nekrosis tumor
  • Faktor lingkungan
    • infeksi virus pendahulu
    • hunian rumah yang padat
    • perokok aktif dan pasif
    • pekerjaan (mikrobiolog dan anggota militer)

Tanda dan Gejala

Gejala-gejala meningokokus awalnya muncul seperti gejala flu dan memburuk dengan cepat. Rata-rata masa inkubasi adalah 3-4 hari, dengan jarak waktu 2-10 hari. Dua tipe infeksi meningokokus yang paling sering terjadi adalah meningitis dan septikemia. Keduanya sangat berbahaya dan dapat mematikan dalam beberapa jam.

Meningitis Meningokokus

Meningitis yang disebabkan bakteri Neisseria meningitidis disebut meningitis meningokokus. Saat orang menderita meningitis meningokokus, bakteri menginfeksi selaput otak dan saraf tulang belakang dan menyebabkan bengkak.

Gejala yang paling sering terjadi:

– demam

– sakit kepala

– Leher kaku

Sering kali disertai beberapa gejala tambahan seperti:

– mual

– muntah

– Fotophobia ( mata sensitif terhadap cahaya)

– perubahan psikis (bingung)

Pada bayi baru lahir dan bayi,  gejala-gejala klasik di atas mungkin tidak tidak terjadi atau sulit dikenali. Sebagai gantinya,untuk mengenali gejala meningokokus perhatikan hal-hal berikut: bayi akan terlihat lambat atau tidak aktif, rewel, muntah, susah makan, atau ada tonjolan pada bagian tulang tengkorak yang masih lunak (anterior fontanelle). Pada anak kecil, dokter akan memeriksa refleks untuk mengenali meningitis.

Septikemia Meningokokus (atau Meningokokemia)

Septikemia (infeksi dalam aliran darah) disebabkan Neisseria meningitidis disebut septikemia meningokokus atau meningokokemia. Saat seseorang mengalami septikemia meningokokus, bakteri masuk ke dalam aliran darah dan berkembangbiak, merusak dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan pendarahan pada kulit dan organ-organ tubuh.

Gejala-gejala yang terjadi:

  • Demam dan menggigil
  • Fatigue (merasa lelah)
  • Muntah
  • Tangan dan kaki dingin
  • Rasa sakit (hingga parah) pada otot-otot, persendian, dada dan rongga perut
  • Nafas cepat
  • Diare
  • Shock
  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Pada tahap akhir terjadi ruam ungu gelap

Diagnosis, Penanganan, dan Komplikasi

Penyakit meningokokus amat berbahaya dan dapat mematikan dalam waktu beberapa jam. Diagnosis dan penanganan dini amat penting dilakukan.

Diagnosis

  1. Anamnesa dan pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan laboratorium
  • Kultur bakteri
  • Pemeriksaan Gram pada CSF (cerebrospinal fluid=cairan serebrospinal)
  • Metode non kultur
    • PCR (Polymerase Chain Reaction) dalam darah, CSF atau spesimen lainnya
    • Deteksi antigen dalam CSF
    • Tes serologi

Penanganan

Infeksi meningokokus dapat diobati dengan beberapa antibiotik. Amat penting untuk mengobati sesegera mungkin. Antibiotik membantu mengurangi risiko kematian. Pengobatan menggunakan antibiotik Penicilin saja direkomendasikan setelah hasil kultur dinyatakan positif  Neisseria meningitidis.

Tergantung seberapa serius infeksi yang terjadi, penderita meningokokus mungkin membutuhkan beberapa penanganan lain seperti:

  • Alat bantu nafas
  • Obat untuk menangani tekanan darah rendah
  • Bedah untuk membersihkan jaringan tubuh yang mati
  • Perawatan luka untuk bagian tubuh yang kulitnya rusak.

Komplikasi

Walaupun diobati dengan antibiotik, 10 hingga 15 orang dari 100 orang yang terinfeksi penyakit meningokokus akan meninggal.  Satu dari 5 orang yang sembuh akan mengalami disabilitas (cacat) dalam jangka panjang seperti kehilangan anggota tubuh, tuli, gangguan sistem saraf atau kerusakan otak.

Pencegahan

  1. Vaksinasi Meningokukus

Vaksinasi membantu melindungi dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis. Seperti vaksinasi yang lain, perlindungan yang diberikan tidak 100% efektif. Ini berarti masih ada kemungkinan untuk terkena penyakit meningokokus setelah vaksinasi. Oleh karena itu kita harus mengetahui gejala meningokokus sehingga dapat mengenali secara dini dan penting untuk segera memberikan penanganan secepatnya.

  1. Menjaga kebiasaan-kebiasaan sehat seperti banyak istirahat dan tidak kontak langsung dengan orang yang sakit juga akan membantu mencegah penyakit.
  2. Antibiotik profilaksis

Orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita meningokokus seharusnya menerima antibiotik untuk mencegah penularan. Ini disebut sebagai tindakan profilaksis. Yang berhak merekomendasikan pemberian antibiotik profilaksis adalah dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.

Infeksi ulang (reinfeksi)

Walaupun jarang terjadi, seseorang bisa terkena penyakit meningokokus lebih dari sekali. Infeksi sebelumnya tidak akan memberikan perlindungan sepanjang hidup terhadap infeksi berikutnya. Karena itu CDC merekomendasikan vaksinasi meningokokus pada semua anak usia pra remaja dan remaja. Pada situasi tertentu, anak-anak dan dewasa juga memperoleh vaksinasi meningokokus.

Jika Anda terkena penyakit meningokokus sebanyak dua kali, maka dokter harus memeriksa kemungkinan Anda memiliki masalah imunodefisiensi yang tersembunyi. (syl)

 Sumber:

  1. https://www.cdc.gov/
  2. https://www.cdc.gov/
  3. https://wwwnc.cdc.gov/
Share artikel ini: