Pekerjaan rumah atau PR, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terbaik yang diberikan kepada anak, dan jika mereka tidak memiliki niat dan motivasi yang kuat, maka mereka akan menemukan kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.

Ketika sedang mengerjakan pekerjaan rumah, berada dalam klasifikasi manakah anak anda, apakah konsentrasi namun terlihat santai, atau terlihat seperti sedang berperang dengan pekerjaan rumahnya atau dengan usaha yang berlebih setiap malam?

Sekarang, jawablah pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah anda selalu dan terus-menerus membantu anak anda dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya?
  • Pernahkah anda berbicara dengan guru di sekolahnya?
  • Pernahkah anda berbicara secara halus kepada anak anda mengenai pekerjaan rumahnya?
  • Pernahkah anda memilih menggunakan cara yang keras untuk berbicara kepada anak anda?

Teknik untuk membatasi kegiatan, maupun berbicara kepada anak (mulai dari cara yang  santai hingga tegas), merupakan langkah akhir, karena hal tersebut sangat berpotensi membangun reaksi penolakan anak terhadap pekerjaan rumah.

Perlawanan atau penolakan terhadap pekerjaan rumah, bagaimanapun dapat di tangani, dengan melakukan program kembali, pola piker anak anda, dan pendekatan terhadap baik pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah.
Berikut terdapat tujuh pendekatan untuk menangani penyakit “penolakan terhadap pekerjaan rumah”:

Langkah 1. Jangan membahas pekerjaan rumah terus menerus. .

Akan lebih baik apabila anda berbicara mengenai bagaimana reaksi anak terhadap pekerjaan rumah. Sebagai salah satu solusi, bawa kembali anak anda mundur satu langkah kebelakang, untuk mencari tahu, pendekatan terbaik seperti apa yang dapat digunakan anak dalam proses belajar.

Langkah 2. Temukan apa yang menjadi masalah bagi anak anda yang berhubungan dengan tugas dari sekolah? Apakah anak anda menemukan kesulitan dalam pekerjaan rumah dan yakin bahwa anak anda tidak cukup cerdas untuk menyelesaikannya? Apakah anak terlihat menikmati proses menyelesaikan pekerjaan rumahnya, atau sebaliknya, ingin segera menyelesaikan pekerjaan yang sedang dibuatnya?

Langkah 3. Bahaslah jawaban anak anda secara terbuka.

Jangan sepelekan pendapat, opini, atau jawaban yang disampaikan oleh anak, walaupun, anda sama sekali tidak setuju dengan pernyataan mereka. Pendapat merupakan buah pemikiran mereka, dan sah, apapun yang mereka pikirkan. Membiarkan mereka dengan pemikiran mereka, akan semkin menguatkan mereka.

Langkah 4. Akuilah bahwa pekerjaan rumah cukup sulit.

Tunjukan kepada anak, bahwa sikap menolak menjadikan pekerjaan tersebut akan semakin sulit, dan menjadi penghalang utama ketika menikmati waktu

Ketika anda dapat merubah pola pikir mereka yang negatif, mereka akan belajar untuk berpikir positif dan lebih kreatif, dan tentu saja akan mengurangi tekanan dan stress. Pendekatan yang positif terhadap pekerjaan rumah, merupakan jalan keluar yang cepat untuk menyingkirkan stress.

Langkah 5. Berperan sebagai guru anak.

Tawarkan bantuan terutama bagaimana menyelesaikan masalah, namun jangan berikan jawaban atas masalah tersebut. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, katakan kepadanya demikian, dan bekerjalah bersama anak anda, supaya anda mengetahui pelajarannya. Berikan pujian kepada mereka, berdasarkan tingkatan keberhasilan mereka terhadap masalah selama proses berlajar belangsung.

Jangan takut untuk terlihat bodoh di depan anak anda, sebaliknya, akan menjadi motivasi bahwa pekerjaan itu tidak mudah, dan apabila mereka dapat menyelesaikan tugas tesebut hingga selesai, mereka akan merasakan kepuasan tersendiri.

Langkah 6. Perencanaan Kembali. Sudah harus selesai dilakukan, selama anak anda sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya, namun tidak tergesa-gesa. Sebaiknya, tersedia waktu untuk membahas masalah-masalah yang dimiliki, selama mereka melakuan pekerjaan mereka. Sebagai langkah awal, lakukanlah di akhir minggu, dan sebaiknya kosongkan agenda keluarga anda, sehingga waktu dengan anak anda dapat digunakan dengan optimal dan efektif.

Hindari untuk menyampaikan kepada anak, bahwa ini merupakan waktu spesial untuk di lewati bersama. Anak anda harus berpikir bahwa apa yang akan dilakukan adalah mengerjakan pekerjaan rumah. Dan itu wajib disampaikan kepada si kecil dan fokus pada penolakan mereka terhadap tugas rumah. Hal ini tidak mudah. Merupakan suatu proses dan pada akhirnya nanti, mereka akan melunak, atau mengurangi penolakan terhadap pekeraan rumah, dan akan menemukan pemikiran yang lebih positif tentang pekerjaan rumah.

Langkah 7. Perlu diingat bahwa, “yang penting pr-nya sudah selesai….” bukan tujuan utama menggunakan metode ini. Akan muncul banyak cara yang dapat di evaluasi mengenai pendekatan anak terhadap pekerjaan rumah. Biarkan anak anda mengekspresikan perasaan dan pemikirannya. Diskusi dan buka semua pemahaman mereka yang kurang , beri dukungan untuk menemukan solusi dengan cara mereka sendiri.

Share artikel ini: