Apabila anak mengalami kesulitan pada mata pelajaran tertentu atau materi tertentu di sekolahnya, adalah wajar bagi orang tua ingin mengambil bagian dan mengajari anak.  Tetapi posisi orang tua juga harus dipahami, apakah langsung terjun dan mengendalikan semua pelajarannya atau tetap berada diposisi penonton namun memberikan dukungan, arahan dan semangat.

Berikut beberapa tips untuk membantu buah hati anda dalam pelajaran yang sulit baginya.

1. Diskusikan dengan anak anda, materi pelajaran apa yang paling sulit baginya. Tanyakan padanya, bantuan apa yang ia perlukan, bagian mana yang perlu untuk dijelaskan ulang. Mintalah ia membuat daftar berbagai hal yang  ia tidak mengerti kemudian anda bisa membantu membacakan dan memberi pengertian padanya, atau berikanlah ia arahan proses berfikirnya. Mintalah ia tengok kembali daftar masalahnya tersebut, adakah materi yang masih belum terselesaikan setelah anda membantunya belajar. Buatlah anak anda sebanyak mungkin menyelesaikan masalahnya sendiri. Saat ini ia hanya memiliki masalah-masalah sekolah, namun dikemudian hari ia akan berhadapan dengan persoalan hidup yang sesungguhnya, dan apabila itu terjadi, ia sudah terbiasa menangani pemecahan masalah.

2. Tetaplah disamping anak anda, namun tidak terlibat secara dominan terhadapnya. Semangat kadang lebih bermanfaat daripada mendikte. Kadang anak anda akan lebih brilian ketika merenungkan dan menyelesaikan materi sekolahnya sendiri ketimbang langsung diajari anda. Dukungan bukan saja berupa membantunya mengerjakan PR, tetapi menyediakan snack enak yang sehat saat ia sedang mengerjakan PR.

3.Pelajaran tertentu yang lebih berat seperti matematika, pengejaan bahasa asing, mungkin anda perlu terlibat lebih banyak untuk mengajarinya. Namun tetap harus diingat bahwa anak anda juga perlu diberi kesempatan seluas-luasnya untuk belajar dengan caranya sendiri dan bertanggung jawab sendiri.

4. Membantu anak untuk mengorganisasi waktu. Anda dapat membantunya menetapkan jadual less, jadual mengerjakan PR, jadual bermain dengan teman-temannya, namun semuanya harus dibicarakan dengan anak. Biarlah dia yang menentukan jadualnya sendiri, anda hanya membantu dan memberi saran. Apabila anak anda sedang belajar atau mengerjakan PR dirumah, berikanlah suasana yang kondusif sehingga mereka juga merasa mendapat dukungan, seperti jangan menyalakan tv keras-keras.

5. Jangan biarkan ia menyerah dan mengambil jalan pintas. Sebagain anak akan berhenti belajar dan lebih banyak bermain, saat jam bermainnya terlalu banyak, anda dapat membantu meningatkan untuk belajar. Tidak ada yang salah dengan bermain asalkan waktunya seimbang dengan belajar. Jangan pernah mendukung anak untuk mengambil  jalan pintas, meniru PR orang lain atau menyontek saat ujian. Ingatlah hal sekecil ini terjadi di saat kanak-kanak dapat berakibat buruk saat dewasa nanti.  Sabarlah dalam membantu anak anda belajar, kadang tidak semua anak mudah mengerti topik yang kita anggap ringan sekalipun.  Pelajaran anak-anak nampak begitu mudah bagi orang dewasa, hal ini seringkali membuat orang tua tidak sabar saat membantu anaknya belajar. Jangan pernah anggap sepele PR anak anda, karena dengan mengerjakan PR, anak belajar bertanggung jawab, belajar menggunakan waktu dengan efektif, dan akhirnya anak belajar tumbuh dewasa. (win)

Share artikel ini: