Indikasi : hipotiroid

Perhatian : pada panhipopituitari atau adanya penyakit kekurangan hormone adenal, maka perlu diberikan terapi kortisol sebelum pemberian levotiroksin. Hati-hati penggunaan pada usia tua, gangguan jantung dan pembuluh darah, diabetes insipidus, diabetes mellitus (perlu peningkatan dosis obat antidiabetes atau insulin).

Kehamilan : dosis perlu disesuaikan, perlu pemantauan kadar tirotropin dalam darah.

Menyusui : dapat melalui ASI dalam jumlah yang kecil namun tidak mempengaruhi bayi.

Kontraindikasi : tiroktosikosis (keracunan hormone tiroid)

Efek samping : efek samping terjadi terutama pada dosis tinggi yaitu : diare, muntah, gangguan irama jantung, berdebar-debar, denyut nadi cepat, gemetar, tidak mampu beristirahat, sulit tidur, demam, tidak mampu berada di tempat panas, penurunan berat badan, kram otot, kelemahan otot, kerontokan rambut sementara pada anak-anak, reaksi hipersensitivitas seperti ruam, gatal-gatal, dan edema.

Dosis :

Peroral :

Anak 12-18 tahun: dosis awal 10-20 microgram perhari, dinaikan bertahap sampai 60 microgram perhari terbagi dalam 2-3 kali sehari.

Melalui suntikan intravena :

Konversikan dosis levotiroksin menjadi liotironin dengan aturan sebagai berikut : 2 microgram liotironin = 8 microgram levotiroksin. Terbagi dalam 2-3 kali sehari.

Koma hipotiroid : (diberikan melalui suntikan intravena lambat)

Anak usia 1 bulan -12 tahun : 2-10  microgram setiap 12 jam atau 4 jam jika perlu. Dosis diturunkan 1-5 microgram pada pasien dengan penyakit kardiovaskular.

Anak 12-18 tahun : 5-20 microgram setiap 12 jam atau 4 jam jika perlu, dosis diturunkan 10-20 microgram pada pasien dengan gangguan jantung. Dosis lain : dosis awal 50 microgram lalu 25 microgram setiap 8 jam, dapat diturunkan sampai 25 microgram dua kali sehari.

Interaksi obat : lihat tabel hormon tiroid

Share artikel ini: