Bahaya utama dari letusan gunung berapa dapat berupa :

  • Letusan batu-batuan
  • Pengeluaran abu panas
  • Aliran lava
  • Pengeluaran gas
  • Aliran gas dan debu

Bahaya lanjutan dapat berupa :

  • Aliran lahar dingin
  • Abu panas dapat menyebabkan kebakaran

Faktor risiko untuk kerentanan terhadap bahaya adalah :

  • Faktor topografi
  • Kedekatan tempat penduduk dengan gunung berapi
  • Struktur atap rumah yang tidak tahan dengan akumulasi debu
  • Kurangnya sistem kewaspadaan dan evakuasi

Penyebab utama kesakitan dan kematian

Penyebab langsung yang harus diwapadai adalah :

  • Trauma langsung atau robek pada tubuh karena letusan dan kontak dengan bahan vulkanik;
  • Debu panas, gas, batu dan magma yang menyebabkan luka bakar, asfiksia, konjungtivitis atau abrasi kornea;
  • Cedera pernapasan akut karena menghirup gas hasil letusan gunung berapi;
  • Iritasi mata dan kulit karena hujan asam.

Pada hujan abu, material yang halus dapat menimbulkan asma dan gangguan pernapasan pada anak atau dewasa. Kematian dapat terjadi pada orang yang mengalami gangguan berat jika tidak melindungi diri dari debu/abu dari letusan gunung berapi.

Penyebab tidak langsung

Abu dapat menyebabkan keracunan karena meminum makanan atau minuman yang terkontaminasi. Abu dapat menyebabkan runtuhnya bangunan karena menumpuk di atap rumah dan membahayakan orang di dalamnya. Dapat terjadi kerusakan berat pada sarana kesehatan dan air bersih.

Kebutuhan yang disiapkan

Kebutuhan yang diperlukan pada keadaan ini adalah : tim SAR, bantuan medis, koordinasi pengungsi, melindungi kelompok yang terpapar pada abu, informasikan bahaya abu pada kesehatan dan kemungkinan kerusakan bangunan, dan menjaga ketersediaan bahan makanan untuk jangka panjang karena lava, abu dan hujan asam dapat membunuh tanaman dan ternak.

Jangan lupa

Letusan gunung berapi menyebabkan gangguan kesehatan karena tidak adanya tindakan mitigasi.

Tindakan mitigasi :

  • Manajemen jangka panjang dalam pembangunan ekonomi dan desa/kota di sekitar area gunung berapi;
  • Rencana persiapan bencana dan sistem peringatan dini;
  • Pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan risiko yang dapat timbul dan rencana bila berncana terjadi;
  • Evakuasi seluruh atau sebagian penduduk;
  • Masker yang tidak tembus terhadap abu bagi mereka yang bekerja pada lingkungan terkontaminasi abu dan untuk kelompok yang rentan (anak-anak, lansia, orang dengan gangguan pernapasan);
  • Masker sederhana untuk masyarakat umum yang perlu untuk meninggalakan rumah mereka dalam jangka pendek.

Sistem kewaspadaan dini, tindakan antar sektor yang tepat dan memadai serta koordinasi antar sistem perlu dibangun di daerah rawan bencana.

Sumber : Volcano Eruptions – Natural Disaster Profile – Technical Hazard Sheet

Share artikel ini: