• Polusi udara merupakan salah satu masalah utama kesehatan lingkungan. Dengan mengurangi polusi udara maka dapat mengurangi beban penyakit dari stroke, penyakit jantung, kanker paru dan penyakit paru akut dan kronik termasuk asma.
  • Semakin rendah polusi udara maka semakin baik kesehatan kardiovaskular dan respirasi baik jangka pendek dan jangka panjang.
  • Polusi udara pada perkotaan dan pedesaan diperkirakan menyebabkan 3,7 juta kematian dini  di dunia pada tahun 2012.
  • Sekitar 88% kematian dini terjadi  pada negara dengan penghasilan rendah – menengah dan sebagian besar di WHO Pasifik barat dan Asia tenggara.
  • Kebijakan dan dukungan untuk transportasi yang lebih bersih, perumahan hemat energi, sumber daya energi ramah lingkungan, pengolahan limbah yang baik akan mengurangi risiko polusi udara.
  • Mengurangi emisi dari batubara dan energi biomassa, insenerasi limbah pertanian, tidak membakar hutan akan mengurangi polusi udara di negara berkembang di daerah pedesaan.
  • Mengurangi polusi udara akan mengurangi emisi gas CO2 dan polutan seperti partikel karbon hitam dan metana sehingga berkontribusi dalam mengurangi perubahan iklim.
  • Asap dalam rumah juga risiko yang besar untuk kesehatan pada 3 milyar orang yang memasak dan memanaskan rumah dengan bahan biomassa dan batubara.

Latar belakang

Polusi udara adalah masalah lingkungan yang mempengaruhi setiap orang di negara berkembang dan negara maju. Badan WHO memperkirakan sekitar 80% dari kematian dini terkait polusi udara disebabkan oleh penyakit jantung iskemik dan stroke, sementara 14% karena penyakit paru obstruktif kronik atau infeksi saluran napas bagian bawah; dan 6% kematian karena kanker paru.

Beberapa kematian berhubungan dengan lebih dari satu faktor risiko pada satu waktu yang sama. Contoh merokok dan polusi udara mempengaruhi kanker paru. Beberapa kematian kanker paru dapat dihindari dengan memperbaiki kualitas udara atau mengurangi merokok.

Pada tahun 2013, penilaian dengan WHO International Agency for Research on Cancer (IARC) menyimpulkan bahwa polusi udara adalah karsinogenik bagi manusia (menyebabkan kanker) dengan komponen partikel dalam polusi udara sangat berkaitan dengan kejadian kanker terutama kanker paru. Hubungan tersebut antara polusi udara dengan peningkatan kanker juga tampak pada kanker kandung kemih.

Polusi udara pada kota dan pedesaan diperkirakan menyebabkan kematian dini sebanyak 3,7 juta per tahun pada tahun 2012; kematian ini karena paparan terhadap partikel kecil dengam diameter 10 mikron atau kurang (PM10) yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler dan respirasi dan kanker.

Orang yang tinggal pada negara penghasilan rendah-menengah mengalami polusi udara dengan 88% (dari 3,7 juta kematian dini) berada pada negara berpenghasilan rendah-menengah dan terbesar pada daerah pasifik barat dan Asia tenggara.

Sebagian besar sumber polusi udara diluar kendali individu dan memerlukan bantuan negara dalam peraturan di bidang transportasi, manajemen limbah, perkantoran dan pertanian.

Terdapat banyak contoh dalam kebijakan transpostasi, tata kota, pembangkit listrik dan industri yang mengurangi polusi udara:

  • Industri: teknologi yang bersih mengurangi emisi asap; memperbaiki managemen limbah perkotaan dan pertanian.
  • Transportasi: beralih kepada sumber energi yang bersih; mengutamakan transportasi umum, berjalan dan sepeda; beralih ke kendaraan dengan bahan bakar bersih dan rendah emisi termasuk bahan bakar rendah sulfur.
  • Tata ruang kota: memperbaiki efisiensi energi dan membuat kota lebih dekat sehingga efisien.
  • Pembangkit energi: meningkatkan penggunaan bahan bakar rendah emisi dan bahan bakar bebas pembakaran (panas, angin, air)
  • Managemen limbah perkotaan dan pertanian: pengurangan sampah, pemilahan sampah, daur ulang sampah dan penggunaan ulang sampah yang didaur ulang; perbaikan managemen limbah biologis. Saat insenerator tidak dapat dihindari maka penting sekali menggunakan teknologi dengan emisi yang rendah.

Selain polusi udara luar, polusi di dalam ruangan juga merupakan bahaya bagi 3 milyar orang yang memasak dan memanaskan rumah dengan bahan bakar biomassa dan batubara. Sekitar 4,3 juta kematian dini karena polusi udara di dalam rumah pada tahun 2012. Hampir semua kejadian ini pada negara berpenghasilan rendah-menengah.

WHO pada tahun 2005 mengeluarkan panduan kesehatan udara dengan batas polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan. Panduan ini mengatakan dengan mengurangi kadar bahan partikulat (PM10) dari 70 sampai 20 mikrogram per meter kubik akan mengurangi kematian terkait polusi udara sampai 15%.

Bahan partikulat

Definisi

Bahan partikulat mempengaruhi banyak orang dibandingkan polutan yang lain. Komponen utama dari bahan partikulat adalah sulfat, nitrat, amonia, sodium klorida, karbon hitam, debu mineral dan air. Berupa campuran kompleks partikel pada dan cair dari bahan organik dan inorganik di udara. Partikel yang paling berbahaya adalah yang berukuran 10 mikron atau lebih kecil (≤PM10) karena dapat masuk dan menetap di dalam paru-paru. Paparan kronik pada partikulat berkontribusi terhadap kejadian penyakit kardiovaskular dan paru-paru termasuk kanker paru.

Kualitas udara ditentukan dengan kadar konsentrasi PM10 per meter kubik volume udara. Pada pengukuran yang sensitif yang diukur konsentrasi partikel/partikulat halus (PM2,5).

Efek kesehatan

Terdapat hubungan erat antara paparan konsentrasi tinggi partikulat-partikulat kecil (PM10 dan PM2,5) dengan peningkatan kematian dan kesakitan. Sebaliknya saat konsentrasi partikulat kecil tersebut turun dengan semua faktor yang lain tetap maka kematian juga menurun. Hal ini diharapakan membuat para pembuat kebijakan membuat perbaikan agar kadar partikulat menurun.

Efek kesehatan juga terjadi walau hanya sedikit konsentrasi polusi partikulat kecil. Sehingga kadar yang diharapkan adalah serendah mungkin. Panduan dari WHO:

–           kadar PM2,5 10 mikrogram/meter kubik per rerata per jam ; 25 mikrogram/meter kubik rerata 24 jam

–          Kadar PM10 20 mikrogram/meter kubik rerata perjam; 50 mikrogram/meter kubik rerata 24 jam

DI negara-negara Eropa yang menjalani panduan kualitas udara sekalipun rentang hidup menurun 8,6 bulan karena paparan PM.

Pada negara-negara berkembang paparan polutan udara dalam ruang dari pembakaran bahan bakar padat atau kompor tradisional meningkatkan risiko infeksi saluran napas bawah dan kematian pada anak kecil; polusi udara dalam ruang menjadi faktor risiko utama menakit kardiovaskuler, penyakit paru obstruktif kroik dan kanker paru pada dewasa.

Selain bahan partikulat, efek buruk juga terjadi pada paparan terhadap ozon, nitrogen dioksida dan sulfur dioksida. Ozon merubahan faktor utama pada kesakitan dan kematian karena asma, sementara nitrogen dioksida dan sulfur dioksida dapat berperan pada asma, efek bronkial, peradangan paru dan berkurangnya fungsi paru.

Ozon (O3)

Panduan: O3 100 mikrogram/ meter kubih rerata 8 jam

Ozon di permukaan bumi tidak berarti lapisan ozon di atmosfer. Ozon di permukaan terbentuk dari reaksi sinar matahasi dengan polutan seperti nitrogen oksida dari kendaraan atau emisi industri dan bahan organik yang menguap dari kendaraan, bahan kimia dan indrustri. Hal ini menebabkan tingginya polusi ozon cuaca matahari cerah.

Efek kesehatan

Ozon dapat menyebabkan gangguan pernapasan, memicu asma, mengurangi fungsi paru dan menyebabkan penyakit paru. Studi di Eropa menyatakan kematian meningkat 0,3% dan penyakit jantung meningkat 0,4% setiap peningkatan 10 mikrogram/meter kubik peningkatan paparan ozon.

Nitrogen dioksida (NO2)

Nilai standar 40 mikrogram/meter kubik rerata tahunan

200 mikrogram/meter kubik rerata 1 jam

Sumber utama dari nitrogen dioksida adalah hasil pembakaran pada pemanasan, pembangkit listrik dan mesin di kendaraan dan kapal. Pada waktu yang singkat, paparan lebih dari 200 mikrogram/meter kubik akan menyebabkan peradangan pada saluran napas.

Efek kesehatan

Studi epidemiologis menyatakan gejala bronkitis pada anak dengan asma meningkat sesuai paparan jangka lama dengan nitrogen dioksida. Efek lain adalah penurunan fungsi paru.

Sulfur dioksida (SO2)

Nilai standar

20 mikrogram/meter kubik rerata 24 jam

500 mikrogram/meter kubik pada rerata 10 menit

Pada paparan >500 mikrogram/meter kubik dalam 10 menit akan menyebabkan perubahan fungsi paru dan gejala-gejala saluran napas. Sulfur dioksida adalah gas yang tidak berwarna dengan bau yang tajam. Gas ini diproduksi dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara dan minyak) dan pemrosesan mineral yang mengandung sulfur. Sumber utama SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur pada rumah tangga, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor.

Efek kesehatan

Sulfur dioksida menyebabkan gangguan fungsi paru dan iritasi mata. Peradangan saluran napas menyebabkan batuk, produksi lendir, asma, bronkitis kronik dan membuat orang berisiko infeksi saluran napas.Semakin tinggi kadar SO2 akan menyebabkan peningkatan perawatan penyakit jantung dan kematian. Sulfur dioksida dengan air akan membentuk asam sulfurik sebagai komponen utama hujan asam sebagai akibat pembabatan hutan. (Yulianto)

Sumber : WHO Ambient (outdoor) ar quality and health

Updated March 2014

Share artikel ini: