Saat si kecill atau kita sakit, yang terlintas di pikiran adalah segera konsultasi ke dokter. Bagaimana supaya konsultasi dengan dokter menjadi efektif?

Persiapan konsultasi

Setelah membuat janji untuk konsultasi dengan dokter, persiapan lain yang perlu kita lakukan sebagai konsumen kesehatan yang cerdas antara lain:

  1. Menyiapkan data tentang keluhan atau gejala penyakit yang terjadi secara runtut dan sistematis yakni waktu mulai muncul gejala, keluhan kesakitan atau problem kesehatan lain yang menjadi perhatian Anda; makanan, minuman atau obat yang Anda konsumsi yang mungkin berhubungan dengan keluhan; dan alergi obat (bila ada).
  2. Mencari dan membaca informasi yang terkait dengan keluhan dan dugaan diagnosa penyakit dari sumber-sumber informasi yang terpercaya. Mencari informasi yang tepat dan benar ini penting supaya saat konsultasi dapat lancar berdiskusi dengan dokter. Beberapa sumber informasi terpercaya yang bisa Anda simak antara lain dari situs-situs berikut ini: Milissehat, CDC, WHO, AAP, Mayo Clinic, Kids Health, Medscape, dan sebagainya.
  3. Menyiapkan daftar pertanyaan

Salah satu cara agar konsultasi dengan dokter menjadi efektif adalah dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. Mengapa perlu menyiapkan pertanyaan saat konsultasi dengan dokter? Berikut beberapa alasan pentingnya menyiapkan pertanyaan saat konsultasi dengan dokter:

  • Meningkatkan kualitas dan efektifitas konsultasi dengan dokter sehingga bisa mengambil keputusan terapi yang tepat
  • Waktu konsultasi terbatas

Daftar pertanyaan menuntun kita untuk memperoleh informasi yang kita perlukan selama berkonsultasi dengan dokter terutama jika waktu konsultasi sangat terbatas dan cukup singkat.

  • Meningkatkan keamanan terapi dengan mengurangi medical error

Contoh daftar pertanyaan:

  1. Apa diagnosa penyakit saya (dalam bahasa medis)?
  2. Apa saja pilihan terapinya (pengobatan atau perawatan)? Apa manfaat dari masing-masing pilihan tersebut? Apa ada efek sampingnya?
  3. Apa perlu dilakukan tes lain untuk mendukung dugaan diagnosa? Untuk apa tes tersebut? Informasi apa yang akan diberikan hasil tes tersebut ?
  4. Obat apa yang akan diresepkan? Bagaimana aturan penggunaannya? Apakah ada efek sampingnya?
  5. Apa perlu merubah pola hidup dan rutinitas saya?
  6. Apakah perlu operasi? Apa ada alternatif lain? Apakah dokter sering melakukan operasi ini?

Saat konsultasi

  • Sampaikan ke perawat atau resepsionis kalau nanti Anda akan bertanya kepada dokter.
  • Sampaikan pertanyaan dari daftar pertanyaan yang sudah Anda siapkan.
  • Mulailah bertanya dari yang paling penting menurut Anda.
  • Kalau dokter tidak memberi kesempatan untuk bertanya maka tanyakan kapan waktu yang tepat untuk bertanya.
  • Pahami penjelasan dari dokter. Ajukan pertanyaan untuk penjelasan dokter yang kurang Anda pahami.

Sesudah konsultasi

  • Ikuti instruksi dokter.

Keberhasilan terapi penyakit ditentukan juga oleh ketaatan pasien dalam melakukan instruksi yang diberikan oleh dokter.

  • Tanya ulang ke dokter bila ada yang kurang jelas.

Sering kali sesudah keluar dari ruang konsultasi dokter, kita baru menyadari ada beberapa hal dari penjelasan dokter yang kurang kita pahami. Jangan ragu untuk meminta penjelasan kembali kepada dokter.

  • Hubungi kembali dokter bila mengalami hal-hal sebagai berikut:
  • efek samping obat
  • gejala makin memburuk
  • Mengkonsumsi obat baru (baik yang diresepkan, maupun obat yang dijual bebas)
  • mendapat hasil tes penunjang

Komunikasi antara dokter dan pasien yang baik , terutama saat konsultasi , merupakan salah satu faktor keberhasilan, ketepatan dan keamanan terapi bagi pasien. Komunikasi yang baik memerlukan kerjasama dan peran aktif dua belah pihak, dokter dan pasien. Sudah saatnya pasien, yang adalah konsumen kesehatan, mengambil peran lebih aktif. Mari bertanya dengan cerdas! (syl)

Sumber: www.ahrq.gov

Share artikel ini: