Kehamilan normal berlangsung selama 40 minggu. Kehamilan yang berlangsung kurang dari 20 minggu menyebabkan janin tidak selamat dan seringkali disebut keguguran. Keguguran bukan hanya bermasalah karena telah kehilangan bayi tapi berdampak psikososial bagi ibu.

Keguguran dapat muncul pada 15-20% kehamilan. Sebagian besar terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Beberapa kasus keguguran muncul lebih dini bahkan sebelum wanita itu menyadari bahwa dirinya hamil.

Keguguran sebenarnya adalah prose alami seleksi bagi janin yang tidak bertahan hidup. Banyak kasus keguguran yang tidak diketahui penyebabnya. Keguguran dapat disebabkan oleh faktor janin ataupun kesehatan ibu.

Kelainan genetik

Lebih dari separuh keguguran disebabkan oleh kelainan genetik. Kromoson adalah pembawa gen yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup yang berfungsi membawa sifat-sifat genetik, adanya kelainan jumlah kromosom ini dapat menyebabkan janin tidak dapat bertahan sehingga terjadi keguguran. Tidak ada yang salah dengan genetik ibu atau ayah, biasanya kelainan kromosom meningkat seiring dengan usia ibu.

Kesehatan ibu

Penyakit infeksi dapat mempengaruhi janin dan kehamilan dan dapat menyebabkan keguguran. Faktor hormonal juga dapat berperan seperti ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan keguguran.

Perbaikan kondisi ibu dan mengendalikan penyakit ibu dapat menurunkan risiko keguguran. Sangat dianjurkan memeriksa kesehatan sebelum anda hamil dan memelihara kesehatan anda selama kehamilan.

Pada beberapa wanita terdapat kelainan pada mulut rahim yang menyebabkan mulut rahim terbuka sebelum waktunya sehingga menyebabkan keguguran.

Gaya hidup

Wanita perokok sangat berisiko untuk mengalami keguguran atau perdarahan selama kehamilan. Faktor risiko lain meliputi pengguna alkohol dan narkoba.

Apa yang tidak menyebabkan keguguran

Aktivitas fisik maupun berhubungan seks tidak meningkatkan risiko keguguran. Banyak wanita beranggapan keguguran disebabkan waktu ia jatuh, atau saat keadaan cemas, padahal kematian janin sudah berlangsugn sebelum keguguran itu terjadi. Sehingga peristiwa jatuh adalah kebetulan saja.

Gejala keguguran

Perdarahan adalah tanda tersering keguguran. Perdarahan bercak diawal kehamilan tidak selalu berujung keguguran, namun dapat dikatakan mengancam. Apabila anda mengalami perdarahan, dokter anda akan menyarankan untuk observasi beberapa hari, karena pada awal keguguran sangat sulit mendeteksi apakah itu keguguran atau bukan. Dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti tes darah ataupun USG.

Gejala lainnya adalah keram perut, nyeri punggung menyertai perdarahan. Perdarahan akan bertambah berat dan cukup lama seperti saat menstruasi juga akan menyebabkan pecahnya ketuban. Apabila anda mengalami perdarahan selama kehamilan, ada mungkin bisa merasakan apabila ada bagian seperti janin yang keluar, tampunglah dan bawalah untuk diperiksa apakah benar darah tersebut adalah bagian dari bayi. Dokter akan memeriksa apakah janin masih dalam kandungan atau tidak. Dokter juga akan memeriksa apakah mulut rahim membuka atau menutup. Apabila mulut rahim terbuka dan janin keluar, sudah dipastikan adalah keguguran. Apabila dokter anda tidak yakin apakah anda keguguran atau tidak, anda akan dianjurkan beristirahat dan menghindari hubungan seksual untuk mengurangi perdarahan.

Setelah keguguran

Saat mengalami keguguran, sebagian jaringan masih tertinggal di dalam rahim dan dapat menyebabkan perdarahan hebat juga infeksi. Jaringan tersebut bisa bagian dari bayi atau plasenta, atau keduanya.

Jaringan sisa tersebut dapat dikeluarkan dengan cara dilatasi kuretase (atau biasa disebut kuret). Kuretase dilakukan oleh dokter di kamar operasi atau di unit gawat darurat. Tindakan kuretase biasanya tidak perlu rawat inap. Beberapa obat mungkin akan diresepkan oleh dokter anda untuk membantu pengeluaran jaringan yang tersisa di dalam rahim tersebut.

Dokter akan menganjurkan anda untuk kontrol beberapa minggu kemudian. Dalam beberapa hari setelah kuretase anda mungkin mengalami nyeri perut atau bercak perdarahan. Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami hal berikut : perdarahan hebat, demam, nyeri hebat.

Apabila anda keguguran pada kehamilan 13 minggu, anda mungkin masih nampak seperti orang hamil bahkan anda mungkin akan memproduksi air susu. Anda boleh saja berolahraga namun beraktivitaslah dengan hati-hati, dan tingkatkan aktivitas fisik perlahan-lahan. Tanyakan pada dokter anda aktivitas apa yang anda boleh lakukan. Hubungan seksual aman jika dilakukan setelah perdarahan berhenti.

Anda bisa hamil lagi 2 minggu setelah keguguran, oleh karena itu penting untuk mencegahnya jika anda belum menghendakinya.

Jika golongan darah anda rhesus negatif, mungkin anda perlu berdiskusi dengan dokter  perlu tidaknya transfusi immunoglobulin untuk mencegah keguguran jika bayi anda kelak rhesus positif. Jika anda mengalami keguguran berulang, dokter anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan berbagai pemeriksaan untuk mencari penyebabnya.

Kehamilan Molar (Hamil anggur)

Kehamilan molar disebut juga hamil anggur disebabkan oleh pertumbuhan jaringan bayi yang tidak normal.  Frekuensinya di Amerika sekitar 1 dari 1000- 1200 kehamilan.

Baik kehamilan molar maupun kehamilan normal didahului oleh pembuahan sel telur oleh sperma. Pada kehamilan molar, telur yang dibuahi tidak bertumbuh seperti seharusnya dan membentuk massa tumor.

Jenis kehamilan molar

Kehamilan molar dibagi menjadi dua jenis yaitu tipe sebagian dan tipe komplit. Tipe komplit apabila semua massa yang berkembang adalah massa plasenta tanpa adanya janin. Kehamilan molar sebagian adalah apabila masih terbentuk janin meskipun janin yang terbentuk tidak normal bahkan memiliki cacat berat.

Gejala dan diagnosis

Kehamilan molar menunjukan gejala dan masalah dalam kehamilan, yaitu perdarahan pada kehamilan muda. Ibu akan merasa kehamilan terlalu besar dibandingkan usia kehamilannya. Jika dokter anda mencurigai adanya kehamilan molar, maka anda akan dianjurkan untuk periksa hormone Hcg, hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Dokter anda akan memeriksa dengan USG untuk melihat gambaran kehamilan molar. Apabila dari USG ditemukan kehamilan molar, dokter akan memeriksa kemungkinan adanya masalah lain yang menyertai kehamilan molar seperti preeclampsia (keracunan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan pembengkakan tubuh) atau hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang bekerja berlebihan). Semua masalah ini dapat diatasi dengan menghentikan kehamilan molar.

Tatalaksana

Kehamilan molar perlu dihentikan dan jaringan hasil kehamilan perlu dibuang dan dibersihkan dari rahim, cara yang paling sering dilakukan adalah kuretase. Setelah kuretase, pada umumnya tidak perlu tatalaksana lebih lanjut. Namun pada beberapa kasus mungkin perlu monitor ketat apabila kondisi ibu tidak sehat.

Setelah kuretase masih memungkinkan sel-sel abnormal tertinggal dalam rahim, ini yang menyebabkan test hCG positif. Oleh karena itu Test hormone hCG perlu diulang 6 bulan sampai 1 tahun kemudian  dan pasien dianjurkan untuk menunda kehamilan selama 6-1 tahun. Apabila Hcg  masih posistif, yang sering disebut persisten GTD (Gestational Trophoblastic Disease = Penyakit trofobalstik). Kemungkinan terjadinya persisten GTD adalah 10% dari kehamilan molar. Kadang, penyakit persisten GTD perlu diberikan kemoterapi atau pengangkatan rahim. Harapan kesembuhan dari persisten GTD cukup tinggi, hampir 100%. Kekambuhan kehamilan molar cukup rendah sekitar 1%.

Mengatasi rasa kehilangan

Banyak wanita merasakan lebih sulit mengatasi rasa kehilangan dibandingkan memulihkan kondisi fisik. Meskipun usia kehamilan masih cukup muda, namun perasaan memiliki ibu dan bayi sudah terbentuk. Janganlah menyalahkan diri sendiri, sebagian besar kasus keguguran tidak bisa dicegah bahkan bukan kesalahan anda. Anda mungkin dapat merasakan kelelahan, gangguan tidur, sakit kepala atau penurunan nafsu makan yang disebabkan oleh perasaan kecewa anda. Jika anda mengalami kesulitan mengatasi perasaan kecewa atau rasa bersalah anda bicarakan dengan dokter anda dan kepada konselor jika perlu. Pasangan anda juga pasti mengalami kekecewaan yang sama karena ia juga mencintai anda berdua (anda dan si jabang bayi) namun belum tentu ia mengutarakannya kepada anda, sebab ia perlu terlihat tegar di depan anda. Sikap yang kurang mengerti satu sama lain dapat memperburuk keadaan jika anda juga bermasalah dengan suami anda. Bicarakanlah dan utarakanlah. Masalah emosional sama pentingnya dengan masalah fisik anda. (WK)

sumber : American College Obstetrics and Gynecology

Share artikel ini: