Pandemi Covid-19 membatasi berbagai kegiatan, yang tidak luput adalah kegiatan perawatan mulut dan gigi, termasuk ke dokter gigi. Apa kaitannya sakit gigi dengan Covid-19?

Tunda ke dokter gigi, kecuali darurat

Penularan Covid-19, yang saat ini diketahui, terjadi melalui 3 jalur. Jalur pertama adalah penularan langsung dengan terhirupnya droplet yang terjadi karena orang terinfeksi batuk atau bersin. Jalur kedua adalah penularan langsung droplet yang berisi virus SARS CoV-2 pada lapisan mukosa pada mata, hidung atau mulut. Jalur ketiga yaitu penularan tidak langsung melalui permukaan benda yang telah terkontaminasi virus.

Tindak perawatan kesehatan mulut dan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi (dan juga dokter THT) berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19 karena sering menggunakan aerosol generating procedur (AGP). Pemakaian AGP dapat menghasilkan butir-butir kecil air yang melayang-layang di udara, sehingga risiko penularan Covid-19 melalui udara (airbone) tidak terhindarkan. Apalagi pelayanan kesehatan mulut dan gigi umumnya harus dilakukan dari jarak dekat dan dalam waktu yang cukup lama.

Mengingat risiko-risiko tersebut, WHO menyarankan untuk menunda kontrol rutin gigi, maupun tindakan-tindakan perawatan yang bersifat pencegahan, hingga wabah lebih terkendali. Pengecualian pada kondisi darurat seperti nyeri tak tertahan pada gigi, gusi bengkak akibat infeksi, perdarahan gusi yang tidak terkontrol, serta trauma pada gigi dan tulang wajah akibat kecelakaan.

Jika harus ke dokter gigi

Demi keamanan pasien dan tenaga kesehatan, ada beberapa perubahan dan penyesuaian ruangan, peralatan maupun prosedur kunjungan ke dokter gigi selama masa pandemi. Bila terpaksa harus ke dokter gigi, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Sebelum berkunjung ke dokter gigi sebaiknya hubungi dulu melalui telepon atau fasilitas daring untuk mendapat jadwal kunjungan. Anda akan mendapat sejumlah pertanyaan terkait dengan Covid-19.
  2. Pastikan Anda ataupun orang yang serumah dengan Anda dalam kondisi sehat saat berkunjung ke dokter gigi. Jadwalkan ulang bila ada anggota rumah ataupun Anda sendiri sakit.
  3. Datanglah tepat waktu. Informasikan pada nakes bila Anda sudah tiba di tempat. Bila datang lebih awal, ada baiknya Anda menunggu dalam mobil, atau di tempat yang terbuka / ruang tunggu dan berjarak dengan orang lain.
  4. Bawa dan gunakan masker saat berkunjung ke dokter gigi.
  5. Bersabar menunggu dipanggil masuk ruang periksa, karena ruang periksa akan didesinfektan setiap pergantian pasien.
  6. Bersihkan tangan dengan handsanitizer atau cuci tangan dengan sabun (bila tersedia fasilitas cuci tangan) sebelum masuk ruang periksa.
  7. Suhu tubuh akan diukur dan wajib berkumur dengan hidrogen peroksida 1% sebelum dokter memeriksa gigi dan mulut Anda.
  8. Hanya satu orang yang diperbolehkan menemani pasien di ruang periksa.

Jika si kecil harus ke dokter gigi

Selain langkah-langkah yang sama seperti di atas, ada baiknya orang tua menginformasikan pada si kecil bahwa kunjungan ke dokter di masa pandemi akan berbeda, yaitu:

  • Tidak ada mainan di ruang periksa dan ruang tunggu.

  • Dokter gigi akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju pelindung, masker dan kacamata pelindung.

  • Kunjungan akan diusahakan berlangsung cepat, jadi diharapkan anak bisa bekerja sama dan mau mengikuti instruksi dokter gigi.

Sumber:

1. WHO

2. PESAT Digital: Pemeliharaan Mulut dan Gigi Anak di Rumah

Share artikel ini: