Sebagian besar anak penderita asma menggunakan nebulizer sebagai alat inhalasi pertamanya.  Anak lainnya mendapatkan terapi melalui inhaler dengan menggunakan spacer dan masker wajah.  Anak yang lebih besar menggunakan inhaler saja, tanpa spacer. Jadi, alat manakah yang paling baik untuk memberikan obat asma ke paru-paru?

Sebetulnya, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis alat yang digunakan sebetulnya tidak menjadi persoalan selama alat tersebut digunakan dengan tepat. Setiap metode pemberian obat bekerja dengan baik bila digunakan dengan teknik yang tepat.

Tentu saja terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing alat inhalasi. Inhaler berukuran lebih kecil dan tidak memerlukan tenaga listrik. Dan karena inhaler dapat memberikan obat lebih cepat ke dalam paru-paru dibandingkan nebulizer, inhaler lebih digemari oleh sebagian orang tua.

Usia anak juga mempengaruhi cara penggunaan inhaler. Metered dose inhaler (MDI) merupakan yang paling sering digunakan, tetapi alat tersebut memerlukan koordinasi gerakan yang baik. Bila menggunakan MDI, anak harus bisa menyemprotkan obat dan bernafas dalam waktu bersamaan. Koordinasi tersebut bisa jadi cukup sulit dan biasanya hanya dapat dilakukan oleh anak besar. Oleh karena itu dokter sering menganjurkan untuk diberikan alat bantu tambahan yaitu spacer yang ditempelkan pada MDI.

Hampir semua penderita (mulai dari bayi hingga dewasa) dapat menggunakan MDI bila disertai spacer. Beberapa ahli berpendapat bahwa setiap penderita asma, bahkan orang dewasa dapat menggunakan spacer pada MDI-nya.

Dry powder inhaler (DPI) lebih mudah digunakan daripada MDI, karena DPI tidak memerlukan koordinasi gerakan. Kekuatan anak dalam menarik nafas menjadi kekuatan utama dalam menghantarkan serbuk obat ke dalam paru-paru. Sebagian besar anak usia 5 – 6 tahun ke atas dapat menggunakan DPI, meskipun mereka harus berusaha untuk menarik napas secara cepat dan kuat.

Bagaimanapun, sebagian orang merasa mendapatkan manfaat terapi inhalasi yang lebih baik dari nebulizer karena mereka dapat melihat dan merasakan asap obat yang keluar dari alat nebulizer.

Untuk menentukan alat mana yang terbaik untuk pengobatan asma pada anak, diperlukan kerja sama antara dokter, orang tua dan anak. Selain mempertimbangkan faktor usia dan kemampuan anak, keputusan juga mempertimbangkan jenis obat apa yang akan diberikan. Mungkin saja seorang anak perlu untuk mencoba beberapa tipe alat inhalasi sebelum akhirnya menemukan yang pas.

Gunakanlah alat inhalasi secara tepat, apapun jenis alat tersebut akan efektif. (FRS)

Sumber :

Inhaler or Nebulizer: Which One Should My Child Use. www.kidshealth.org

Share artikel ini: