Apa itu “Hipertensi”?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah tekanan yang tinggi pada aliran darah terhadap dinding pembuluh darah dan dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.

Tekanan darah dipengaruhi oleh jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan besarnya tahanan terhadap aliran darah di arteri. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit pembuluh darah, maka tekanan darah akan meningkat.

Tekanan darah tinggi mudah untuk dideteksi. Dan bila sudah terdeteksi, pasien dapat segera menghubungi dokter untuk konsultasi.

Gejala

Sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak mengalami tanda atau gejala apapun, walaupun tekanan darah mereka mencapai tingkat yang membahayakan. Oleh sebab itu, tekanan darah tinggi disebut pembunuh diam-diam (a silent killer). Tekanan darah yang tidak terkendali dapat merusak arteri, jantung, otak, ginjal, dan mata. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko masalah kesehatan serius, termasuk serangan jantung dan stroke.

Beberapa penderita tekanan darah tinggi ringan mungkin merasakan sakit kepala tumpul, pusing, atau pada beberapa kasus mengalami mimisan. Gejala dan tanda ini biasanya tidak muncul sebelum mencapai tekanan darah tinggi yang berat.

Kapan harus periksa ke dokter?

Pasien dapat memeriksakan tekanan darahnya setiap melakukan kunjungan ke dokter.  Periksakan tekanan darah anda kepada dokter secara berkala minimal setiap 2 tahun sekali dimulai saat usia 18 tahun. Dokter akan merekomendasi pengukuran tekanan darah yang rutin jika anda didiagnosis mengalami hipertensi atau memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Pada anak usia 3 tahun ke atas sudah dapat dilakukan penilaian tekanan darah dalam check up kesehatan tahunannya.

Jika anda tidak rutin ke dokter, anda bisa melakukan pengukuran tekanan darah di fasilitas kesehatan terdekat lainnya.

Penyebab

Ada 2 tipe hipertensi, yaitu:

1. Hipertensi Primer (esensial).

Pada kebanyakan dewasa, hipertensi tidak memiliki penyebab khusus. Ini disebut hipertensi esensial atau hipertensi primer, yang berkembang secara bertahap dalam beberapa tahun.

2. Hipertensi sekunder

Pada beberapa kasus, hipertensi timbul karena ada kondisi yang mendasarinya. Hipertensi tipe ini disebut hipertensi sekunder, muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan dengan hipertensi primer. Beberapa kondisi dan obat-obatan yang dapat mendasari hipertensi sekunder adalah:

–          Masalah pada ginjal

–          Tumor kelenjar adrenal

–          Kelainan pada pembuluh darah yang dialami sejak lahir (kongenital)

–          Beberapa obat-obatan, seperti pil KB, dekongestan, beberapa obat penghilang nyeri, dan beberapa obat-obatan yang diresepkan

–          Obat-obatan ilegal, seperti kokain dan amfetamin.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko menderita tekanan darah tinggi

Komplikasi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:

  1. Serangan jantung atau stroke.
  2. Aneurisma. Tingginya tekanan darah dapat menyebabkan pembuluh darah lemah dan tipis, kemudian membentuk aneurisma.
  3. Gagal jantung dan gagal ginjal.
  4. Sindroma metabolik.
  5. Gangguan memori dan kognitif.

Merencanakan perjanjian dengan dokter

  1. Catat semua gejala yang dialami, misalnya nyeri dada atau sesak napas atau tersengal-sengal.
  2. Catat informasi pribadi yang mengarah pada keluhan, misalnya riwayat hipertensi pada keluarga, riwayat hiperkolesterol, penyakit jantung, stroke, atau diabetes, juga apakah ada stres.
  3. Catat semua obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsi.
  4. Minta temani anggota keluarga atau teman saat berkonsultasi, agar dapat memberikan masukan informasi kepada dokter dan membantu mengingatkan apabila ada yang terlupa.
  5. Diskusikan mengenai pola makan dan olahraga maupun aktivitas fisik lainnya.
  6. Catat semua pertanyaan yang ingin disampaikan kepada dokter.

Tes dan diagnosis

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tensimeter. Pembacaan tekanan darah menggunakan satuan mmHg dan mempunyai 2 (dua) nilai. Yang pertama, atau nilai atas (sistolik) adalah penilaian tekanan ketika otot jantung berkontraksi dan memompa darah keluar. Yang kedua, atau nilai bawah (diastolik) adalah tekanan pada pembuluh darah arteri di antara denyutan.

Penilaian tekanan darah dibagi menjadi 4 kategori umum:

Kategori Tekanan darah sistolik Tekanan darah diastolik Yang harus dilakukan
Normal < 120 mmHg < 80 mmHg Pertahankan atau terapkan gaya hidup sehat
Pre-hipertensi 120 – 139 mmHg 80 – 89 mmHg Terapkan gaya hidup sehat*
Hipertensi stage 1 140 – 159 mmHg 90 – 99 mmHg Perubahan gaya hidup ditambah obat**
Hipertensi stage 2 ≥ 160 mmHg ≥ 100 mmHg Perubahan gaya hidup ditambah lebih dari satu obat

*Rekomendasi ini membahas tekanan darah tinggi sebagai satu kondisi kesehatan. Jika anda juga mengalami penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal kronis, atau kondisi tertentu lainnya, anda harus mengatasi tekanan darah anda dengan lebih agresif.

**Jika tekanan darah anda tidak normal, gaya hidup yang sehat-biasanya disertai obat-dapat mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi yang mengancam jiwa.

Catatan: Tabel ini digunakan pada orang dewasa yang berusia 18 tahun dan lebih. Angkanya dinyatakan dalam mmHg. Diagnosis didasarkan pada rerata dua hasil pemeriksaan atau lebih, yang dilakukan pada dua kunjungan yang berbeda, setelah skrining awal. Jika hasil pemeriksaan anda berada pada dua kategori yang berbeda, hasil anda adalah kategori yang lebih tinggi.

Terapi dan obat-obatan

  1. Diuretik
  2. ACE inhibitors
  3. ARBs
  4. Beta blockers
  5. Calcium channel blockers
  6. Renin inhibitors

Perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan di rumah

1.Diet seimbang

Mengonsumsi makanan sehat. Cobalah diet yang menekankan buah, sayuran, gandum utuh, dan produk susu rendah lemak. Konsumsi banyak kalium dapat mengendalikan tekanan darah tinggi. Makanlah sedikit lemak jenuh dan lemak total.

2.Kurangi konsumsi garam

Garam menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga banyak orang, dapat meningkatkan tekanan darah. Hindari makanan yang memakai banyak garam dalam pemrosesannya, seperti daging asap, kudapan, makanan kaleng, dan makanan beku.

3.Pertahankan berat badan ideal

Jika anda kelebihan berat badan, menurunkan berat bahkan hanya 2kg dapat menurunkan tekanan darah. Pada beberapa orang, penurunan berat badan sudah cukup untuk menghindari kebutuhan penggunaan obat penurun tekanan darah.

4.Tingkatkan aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengendalikan berat badan. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Jangan berpikir anda bisa memulainya dengan lari maraton atau menjadi anggota gymnasium. Lakukan aktivitas aerobik tingkat sedang, seperti berjalan atau bersepeda.

5.Batasi konsumsi alkohol

Meskipun anda sehat, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Alkohol yang diperbolehkan tidak lebih dari satu kali minum dalam sehari untuk wanita dan yang berusia lebih dari 65 tahun, dan batas dua kali minum per hari untuk pria.

6. Tidak merokok

Merokok produk tembakau mencederai dinding pembuluh darah dan membuatnya kurang lentur (pengerasan arteri). Jika anda merokok, minta dokter anda untuk membantu anda berhenti merokok.

7.Manajemen stres

Sebisa mungkin, kurangi stres sehari-hari. Perbanyak tidur. Lakukan teknik mengatasi stres yang sehat, seperti melakukan napas dalam.

8. Monitor tekanan darah di rumah

Pemantauan tekanan darah yang lebih ketat dapat menunjukkan apakah pengobatan anda efektif, dan bahkan membuat anda dan dokter menjadi waspada terhadap komplikasi yang potensial. (VIN)

Share artikel ini: