Gastroenteritis atau peradangan pada lambung dan saluran cerna umumnya bergejala diare dan muntah. Bisa karena infeksi (umumnya disertai demam) dan non-infeksi (bisa karena keracunan makanan-food poisoning). Gastroenteritis merupakan salah satu keluhan tersering pada bayi dan anak-anak. Gastroenteritis seringkali menimbulkan ketakukan karena bisa menimbulkan kematian. Namun sebetulnya apakah setiap gastroenteritis menimbulkan kematian? gastroenteritis dengan dehidrasi berat yang berisiko mengalami kematian. Dehidrasi sendiri merupakan keadaan tubuh kekurangan cairan karena cairan tubuh keluar dari muntah dan mencret.

Untuk itu setiap diare dan muntah maka tatalaksana yang utama adalah memberikan cairan untuk mencegah dehidrasi dan mencari tahu penyebabnya. Penyebab pada diare dan muntah pada anak sebagian besar virus, sembuh dengan sendirinya. Yang perlu dilakukan adalah terus memberikan cairan rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi sambil tubuh melawan proses infeksi yang berlangsung pada infeksi virus.

Kemudian kapan harus ke dokter? Bila terdapat tanda dehidrasi, bila terdapat kemungkinan diare disebabkan bakteri atau parasit, atau efek jangka panjang antibiotik.

Artikel berikut SHIGELLA, AMEBIASIS memberikan informasi mengenai diare yang disebabkan bakteri –shigella dan parasit – amebiasis. Kapan tes tinja? Dan apa itu tes tinja? Bisa dilihat di artikel TES TINJA.

Artikel MUNTAH memberikan informasi seputar muntah, karena seringkali kita bingung penanganan diare dan muntah. Indikasi ke dokter pun dapat dilihat di artikel tersebut.

Artikel GASTROENTERITIS KARENA VIRUS dan ROTAVIRUS memberikan inforamsi seputar gastroenteritis karena virus dan penanganannya.

Artikel DIARE KARENA ANTIBIOTIK memberikan informasi bagaimana kita harus bijak menggunakan antibiotik.

Karena prinsip Gastroenteritis adalah berikan cairan rehidrasi oral, cari penyebab, observasi tanda bahaya dan gejala yang muncul. Tindakan yang tepat dan tidak berlebihan akan memberi manfaat bagi anak.

Salam SEHAT

Share artikel ini: