Tidak jarang, seorang anak mengalami gangguan saat tidur. Keluhan orang tua pada umumnya adalah anak merasa ketakutan. Beberapa anak merasa cemas yang cukup berat dan memerlukan pertolongan medis.

Apa yang harus dilakukan?

Bicarakanlah ketakutan anak.

Anak-anak sering takut terhadap gelap dan monster. Ada beberapa anak yang kesulitan tertidur dan tidak dapat menjelaskan penyebabnya. Yakinkanlah anak bahwa kita percaya dia dapat mengatasinya. Bicarakanlah ketakutan anak di siang hari bukan saat menjelang tidur. Pada siang hari, anak-anak tidak merasakan ketakutan itu dan dapat menjelaskannya dengan lebih baik.

Rutinitas

Hindari rutinitas yang memerlukan anda sebelum tidur, misalnya kebiasaan tidur bersama anak, anak tidur di kamar tidur orang tua. Menemani anak tidur sama saja mengkonfirmasi bahwa memang mengkuatirkan tidur tanpa ditemani sehingga anda perlu menemaninya. Yakinkan anak bahwa dia bisa mengatasi ketakutannya dan dapat tidur sendiri.

Atasi ketakutan

Buatlah ide-ide kreatif untuk mengatasi ketakutan tersebut. Misalnya:

–      Membuat perangkap monster. Perangkap monster dapat dibuat di siang hari, ketika malam anak terbangun dia akan merasa aman mengingat perangkap monster yang telah dibuatnya.

–      Kotak kekuatiran. Anak yang lebih besar dapat diajak membuat kotak kekuatiran. Apabila kecemasan dan kekuatiran tersebut mengganggu tidur, tuliskanlah dan masukan ke dalam kotak. Segala yang sudah masuk ke dalam kotak akan dipikirkan besok.

–      Ceritakanlah mengenai peri-peri pelindung yang akan melindungi anak-anak di malam hari.

Jadilah kreatif untuk menemukan ide-ide yang dapat membantu anak melawan rasa takutnya.

Relaksasi

Anak-anak sekalipun dapat diajari relaksasi. Misalnya: latihan pernapasan, relaksasi otot, berimajinasi terhadap kejadian-kejadian yang menyenangkan atau berkhayal pergi ke tempat-tempat yang menyenangkan.

Berikan cahaya yang lampu yang lembut, selimut yang nyaman dan mainan yang dapat membuat anak merasa aman.

Dukungan emosional.

Berikan dukungan emosional terhadap keberanian anak. Bahaslah rasa takut anak, apabila dibicarakan rasa takut akan berkurang. Berikanlah pujian atau hadiah apabila anak berani. Bagilah proses tidur menjadi beberapa bagian misalnya anak mendapatkan sticker apabila ia pergi ke kamar tidur, diam di tempat tidur dan tertidur. Meskipun anak tidak langsung tertidur, tetapi sikapnya untuk diam di tempat tidur saat jam tidur perlu mendapat pujian.

Teror malam

“night terrors” yaitu terbangun di malam hari beberapa jam setelah tidur. Saat bangun, anak gelisah. Sekitar 5 dari 100 anak mengalami hal ini. Terror malam tidak berpengaruh terhadap perkembangan maupun efek jangka panjang di kemudian hari. Hal yang dapat memperburuk adalah kelelahan di siang hari dan kurang tidur. Waktu tidur yang teratur dan jumlah tidur yang cukup dapat mengurangi gejala ini.

Gejala dan tanda:

–      Biasanya dimulai dengan teriakan dan anak tampak ketakutan saat bangun.

–      Anak dapat tidur sambil menggerakkan kaki dan tangan, dapat juga bangun dan berlari ketakutan.

–      Frekuensi napas cepat begitu juga denyut nadi.

–      Kadang anak berkeringat.

–      Mata terbuka dengan tatapan kosong.

–      Anak tidak mengenali orang di sekelilingnya dan sulit untuk ditenangkan.

–      Dapat berlangsung 5-10 menit, bahkan lebih dari 1 kali dalam semalam.

Kondisi anak yang mengalami night terror adalah di antara tidur dan bangun. Meskipun anak tampak bangun (bergerak, menjerit dan mata terbuka), sebenarnya anak dalam keadaan tidur, oleh karena itu anak sulit ditenangkan.

Anak pada umumnya tidak mengingat kejadian itu di pagi hari. Pada umumnya terjadi pada anak yang memiliki riwayat night terror pada keluarga atau riwayat “sleep walking” (berjalan disaat tidur).

Tidak ada kaitannya dengan stress emosional maupun gangguang psikologis pada anak.

Night terror dapat diperberat jika anak sedang sakit, demam atau anak terlalu kuatir terhadap sesuatu.

Nightmare (mimpi buruk)

Mimpi buruk berbeda dengan night terror. Mimpi buruk terjadi saat tidur sudah berlangsung lama. Pada saat anak terbangun, anak sadar penuh dan dapat mengingat mimpinya itu. Anak dapat menceritakan mimpinya di kemudian hari.

Tata laksana:

–      Tetap tenang dan jangan menyentuh anak kecuali anak melakukan gerakan yang membahayakan. Usaha menyentuh anak justru kadang membuat mimpinya menjadi lebih buruk.

–      Buatlah lingkungan tidur yang aman. Kuncilah jendela dan pintu. Hindari barang-barang di lantai yang dapat memicu anak tergelincir.

–      Buatlah waktu tidur terjadual dan rutin.

–      Jangan menunjukkan rasa terganggu anda kepada anak, hal ini dapat membuat anak menjadi takut untuk tidur.

–      Tidak perlu mengkritik anak sebab akan membuat anak merasa bersalah saat tidur.

Mimpi buruk dapat dicegah dengan memiliki jadual tidur yang teratur. Jangan lupa memberitahu orang lain mengenai kebiasaan mimpi buruk pada anak anda jika anak anda akan menginap di tempat lain.

Anak anda memerlukan pertolongan medis apabila:

–      Saat terjadi gangguan tidur (night terror atau nightmare) melakukan hal-hal yang membahayakan.

–      Kejadiannya terlalu sering dan mengganggu aktivitas anggota keluarga lainnya.

–      Anak menjadi sangat mengantuk di siang hari.

Bangun di tengah malam.

Bangun di tengah malam, cukup sering terjadi pada anak-anak balita. Hal tersebut dapat menjadi beban untuk orang tua. Penyebabnya adalah siklus tidur alami pada anak. Dalam satu episode tidur, terdapat beberapa siklus. Saat satu siklus berakhir, biasanya akan terbangun. Ada anak-anak yang langsung tertidur kembali saat terbangun, namun ada juga anak-anak yang memanggil orang tuanya dan memerlukan bantuan untuk kembali tertidur.

Beberapa kebiasaan yang cukup sering dilakukan orang tua untuk kembali menidurkan anak yaitu menggendong, menimang, minum susu, atau memeluk anak.

Beberapa cara untuk menghindari hal tersebut adalah:

–      Hindari aktivitas yang menguras tenaga, 1-2 jam sebelum tidur. Berikanlah waktu yang hening dan tenang sebelum tidur.

–      Buatlah rutinitas dan jadual tidur yang teratur.

–      Buatlah jadual makan yang teratur, bukan sesaat sebelum tidur.

–      Menimang anak sebelum tidur hanya dilakukan untuk bayi di bawah 5-6 bulan. Jangan biasakan menimang bayi di atas 5 bulan.

–      Konsisten dengan aturan tidur yang anda buat.

–      Hindari perubahan waktu tidur. Jangan biarkan anak anda bergadang.

–      Hubungi dokter jika anda tidak mampu menyelesaikannya. (WIN)

Sumber: Night terror, Nightmare, Night waking. Royal childen hospital, Melbourne.

Share artikel ini: