Windhi K

DEFINISI

Gagal tumbuh adalah kegagalan mencapai pertambahan massa tubuh atau gagal mencapai berat normal yang seharusnya pada grafik pertumbuhan ditandai dengan memotongnya garis pertumbuhan ke dua persentil mayor dibawahnya. Berikut adalah faktor-faktor yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan yang optimal:

–          Lingkungan fisik dan mental yang sehat (pola asuh yang sehat)

–          Nutrisi yang cukup

–          Kondisi fisik yang memungkinkan (tidak cacat fisik)

–          Genetik normal (tidak ada kelainan genetik)

Satu saja dari keempat faktor ini mengalami gangguan, gagal tumbuh dapat terjadi.

DIAGNOSIS

Pedoman penilaian pertumbuhan seorang anak adalah grafik pertumbuhan (growth chart). Adalah penting untuk setiap dokter menyediakan grafik pertumbuhan kepada setiap pasien anak, dalam bentuk KMS (Kartu Menuju Sehat) maupun grafik pertumbuhan WHO atau CDC.

Grafik pertumbuhan adalah grafik yang menggambarkan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala berdasarkan umur sejak seorang anak dilahirkan sampai beranjak remaja. Penilaian grafik pertumbuhan harus dilakukan secara serial, sehingga penyimpangan dari garis grafik yang normal dapat terdeteksi.

Dokter sering kali dihadapkan dengan orang tua yang menilai anaknya memiliki gangguan pertumbuhan, orang tua sering menyatakan bahwa anaknya sangat kurus, atau beratnya tidak naik, misalnya saja pada pasien usia 2 tahun  dimana penambahan berat badan mengalami perlambatan diiringi dengan gangguan makan dan peningkatan aktivitas yang secara subyektif akan memberikan kesan gangguan pertumbuhan namun jika dinilai dengan grafik pertumbuhan pertumbuhannya sesuai dengan kurva normal, penilaian grafik ini sangat penting untuk menghindari anak dari berbagai pemeriksaan laboratorium yang tidak perlu, pemaksaan pemberian makan atau obat-obatan perangsang nafsu makan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Membedakan anak yang gagal tumbuh dengan anak yang perawakannya kecil tidak selalu mudah. Anak yang memang memiliki perawakan pendek dan kecil namun normal, tidak memiliki gejala penyakit apapun, tampak bahagia, mengalami perkembangan yang baik, riwayat ayah dan ibu yang juga berperawakan kecil, atau lahir prematur atau pertumbuhan janin terhambat.

Beberapa hal penting mengenai gagal tumbuh yaitu:

–          Gagal tumbuh adalah suatu keadaan dimana grafik pertumbuhan memotong dua garis persentil di bawahnya.

–          Gagal tumbuh bukan diagnosis, penting untuk mengetahui diagnosis yang mendasarinya.

–          Penilaian hanya akurat jika dilakukan dengan melakukan “plot” berat badan secara serial pada grafik pertumbuhan.

–          Sebagian besar disebabkan oleh kurangnya asupan makanan (underfeeding)

–          Gagal tumbuh yang disebabkan oleh gangguan organic disertai dengan gejala yang bekaitan dan kelainan pada pemeriksaan fisik.

–          Sebagain besar kasus gagal tumbuh tidak memerlukan pemeriksaan penunjang leibh lanjut dan bisa diselesaikan melalui menejemen diet dan pemantauan secara baik.

PENYEBAB

Gagal tumbuh disebabkan oleh faktor non organik

Masalah non-organik mencakup factor psikososial dan nutrisi, berbagai masalah psikosopsial yang melatarbelakangi antara lain:

  • Berasal dari keluarga miskin.
  • Kehamilan yang tidak direncanakan (contoh : gagal KB, kehamilan diluar nikah)
  • Jarak dengan saudara kandung kurang dari 18 bulan.
  • Berasal dari ibu yang terlalu muda, lahir tanpa ayah (single-mother), atau ibu mengalami depresi.
  • Komplikasi saat kehamilan (namun ini sangat jarang) Obstetric complications are not infrequent.
  • Tidak adanya ikatan kasih sayang yang kuat antara ibu dan anak.
  • Anak diberi makan susu formula yang tidak disiapkan dengan baik (kebersihan botolnya, jumlah susu, frekuensi pemberian tidak diperhatikan).
  • Anak sering mengalami infeksi-infeksi ringan.
  • Anak mengalami kekerasan dalam rumah

Penatalaksanaan yang berkaitan dengan sosial ekonomi ini sangat rumit dan memerlukan campur tangan pihak ketiga seperti tempat penitipan anak, rumah sakit dan lembaga sosial lainnya. Perbaikan pertumbuhan yang signifikan terjadi saat anak diberikan pengasuhan dan nutrisi yang baik.

Faktor pemberian nutrisi seperti :

–          Kandungan nutrisi yang diberikan kurang

–          Perilaku anak yang suka memilih makanan

Diagnosis gagal tumbuh non-organik bisa ditegakkan dengan mengevaluasi seluruh faktor psikososial dan tetap dilakukan pemeriksaan penunjang sederhana seperti pemeriksaan darah rutin, foto rontgen dada dan urinalisa.

Gagal tumbuh disebabkan faktor organik:

  1. Kesulitan makan :
    1. Cacat bawaan seperti bibir sumbing, micrognatia (rahang kecil).
    2. Sesak nafas seperti pada penyakit jantung bawaan, gagal jantung, asma yang tidak tertangani dengan baik, cystic fibrosis yang tidak teratasi dengan baik.
    3. Kelainan saraf seperti cerebral palsy, kelainan koordinasi kerongkongan (pharyngeal incoordination), kerusakan otak saat kelahiran.
    4. Kelainan saluran cerna seperti : stenosis pylorus (penyempitan ujung lambung), GERD (penyakit refluks), kelainan struktur esophagus, sumbatan saluan cerna (hirchsprung, malrotasi usus).
    5. Kelainan ginjal seperti gagal ginjal, infeksi saluran kemih,
    6. Pengeluaran yang berlebihan:
      1. Muntah misalnya pada keracunan logam berat dalam waktu lama
      2. Buang air besar seperti diare kronik, steatorea (tinja berlemak).
      3. Pengeluaran melalui urin seperti pada diabetes mellitus, gagal ginjal kronik, defek tubular ginjal.
      4. Kegagalan pembangunan dalam tubuh
        1. Infeksi kronik seperti pada tuberculosis, HIV.
        2. Kelainan metabolisme seperti pada phenylketonuria, galactosemia, dll.
        3. Kelainan hormone seperti hypotiroid, defisiensi hormone pertumbuhan.
        4. Kelainan bawaan, seperti pertumbuhan janin terhambat selama kehamilan, kelainan kromosom seperti syndrome down, infeksi selama kehamilan,  kelainan pembentukan tulang (bone dysplasia).

TATALAKSANA

  1. Apabila terdapat faktor organik, tatalaksana gagal tumbuh sesuai dengan penyebab yang mendasarinya, berdasarkan pedoman masing-masing penyakit.
  2. Diet
    1. Asupan makanan sesuai kebutuhan berdasarkan usia dan berat badan ideal. Makanan sehat seimbang sesuai dengan piramida makanan.
    2. Pola makan 3 kali sehari diselingi snacks 2 kali sehari. Frekuensi makan 5-6 kali sehari dengan jumlah sedikit lebih mudah ditoleransi anak daripada 3x/ hari dengan jumlah besar.
    3. Berikan makanan padat kalori seperti produk susu, margarine, atau selai kacang.
    4. Bila perlu, konsultasi dengan ahli gizi.
    5. Edukasi orang tua
      1. Makanan tidak harus nasi. Makanan yang sehat berwarna-warni.
      2. Upayakan patuh terhadap jadual makan.
      3. Jangan memaksa anak jika tidak lapar. Sajikan makanan di piring lucu yang bisa diambil anak jika ia lapar.
      4. Biasakan makan bersama keluarga/saudara.
      5. Puji anak bila mau makan.
      6. Jika anak tidak suka dengan rasa makanan, bujuk dengan warna, bentuk, atau aroma yang menarik. Tawarkan makanan lain dari satu kelompok seperti mengganti sawi dengan buncis bukan dengan dengan  es krim.
      7. Jika menawarkan makanan yang baru, bersabarlah membujuk anak makan.
      8. Hindari makanan siap saji yang nutrisinya kurang (rendah serat, tinggi garam/gula, tinggi lemak).
      9. Siasati dengan taktik berikut:
  • Dip It : kukus sayuran dicelupkan ke saus mayonnaise buatan sendiri.
  • Spread It : roti / biscuit / kue buatan sendiri dioles selai kacang, selai keju, dll.
  • Drink It : buah di blend dengan es krim vanilla atau yoghurt.
  • Orang tua memberi contoh makan yang baik yaitu makan sayuran dan buah-buahan.
  • Saat anak makan, usahakan anak tidak terganggu dengan berbagai hal.

Sumber:

  1. Practical Paediatrics 5th Ed: MJ Robinson, DM Roberton.
  2. Illustrated textbook of Pediatric: Tom Lissauer, Graham Clayden.
  3. Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak  KMC : dr.Purnamawati SpA (K)
Share artikel ini: