Dalam beberapa tahun pertama kehidupan sebagian besar anak bertambah berat badannya dan tumbuh jauh lebih cepat daripada mereka nantinya. Namun terkadang anak-anak tidak memenuhi standar pertumbuhan yang diharapkan. Sebagian besar masih mengikuti pola pertumbuhan yang merupakan variasi normal, tetapi sebagian lainnya dianggap mengalami  “gagal tumbuh.”

Hal ini merupakan diagnosis umum, dengan banyak kemungkinan penyebabnya. Meskipun demikian, yang umum untuk semua kasus adalah kegagalan untuk bertambah berat badan seperti yang diharapkan, sering disertai dengan pertambahan tinggi yang buruk.

Dalam mendiagnosis dan menangani seorang anak yang gagal tumbuh difokuskan pada identifikasi masalah yang mendasari. Dari sana, dokter dan keluarga bekerja sama untuk mengembalikan anak ke pola pertumbuhan yang sehat.

Tentang gagal tumbuh

Meskipun telah dikenal selama lebih dari satu abad, gagal tumbuh tidak memiliki definisi yang tepat, sebagian karena gagal tumbuh lebih menggambarkan suatu kondisi daripada menggambarkan suatu penyakit tertentu. Anak-anak yang gagal tumbuh tidak menerima atau tidak dapat menerima, mempertahankan, atau memanfaatkan kalori yang dibutuhkan untuk bertambah berat dan tumbuh seperti yang diharapkan.

Kebanyakan diagnosis gagal tumbuh dibuat pada bayi dan balita dalam beberapa tahun pertama kehidupan – sebuah periode penting perkembangan fisik dan mental. Setelah lahir, otak anak tumbuh pada tahun pertama sebanyak otak akan tumbuh selama sisa hidupnya. Gizi buruk selama periode ini dapat berefek negatif yang permanen pada perkembangan mental.

Sebagian besar bayi bertambah berat badannya menjadi dua kali lipat berat badan saat lahir pada usia 5 bulan dan tiga kali lipat pada umur 1 tahun, tetapi anak-anak dengan gagal tumbuh seringkali tidak memenuhi ‘milestones’ pertumbuhan. Kadang-kadang, seorang anak yang awalnya “montok” dan yang menunjukkan tanda-tanda tumbuh dengan baik berat badannya bisa menurun. Setelah beberapa waktu, pertumbuhan linier (tinggi) juga dapat melambat.

Jika kondisi tersebut berlanjut, anak-anak kurang gizi dapat:

– kehilangan ketertarikan pada sekeliling mereka

– menghindari kontak mata

– menjadi mudah marah

– tidak mencapai tahap perkembangan seperti duduk, berjalan, dan berbicara pada usia biasanya

Penyebab

Gagal tumbuh dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, seperti:

Faktor sosial. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak menemukan adanya masalah medis, tetapi mungkin menemukan bahwa orang tuanyalah yang sebenarnya menyebabkan gagal tumbuh. Sebagai contoh, beberapa orang tua dengan tidak tepat membatasi jumlah kalori yang mereka berikan pada bayi mereka. Mereka mungkin takut anak akan menjadi gemuk atau menerapkan diet yang mirip dengan yang mereka ikuti. Atau, mereka tidak memberi makan yang cukup pada anak karena kurangnya minat atau karena terlalu banyak gangguan dalam rumah tangga, sehingga mengabaikan anak. Hidup dalam kemiskinan juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk memberikan anak-anak nutrisi yang tepat.

Kondisi yang melibatkan sistem pencernaan. Ini meliputi penyakit refluks gastroesofagus (GERD), diare kronis, fibrosis kistik, penyakit hati kronis, dan penyakit seliak. Pada GERD, kerongkongan dapat menjadi sangat teriritasi sehingga anak menolak makan karena sakit. Diare terus-menerus dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mempertahankan nutrisi dan kalori dari makanan.

Fibrosis kistik, penyakit hati kronis, dan penyakit celiac adalah gangguan penyerapan yang membatasi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi. Seorang bayi mungkin banyak makan, tetapi tubuhnya tidak menyerap dan menyimpan makanan yag cukup. Penyakit seliak adalah penyakit dimana terdapat sensitivitas terhadap protein dalam makanan yang ditemukan dalam gandum dan biji-bijian tertentu lainnya. Respon abnormal sistem kekebalan tubuh terhadap protein ini menyebabkan kerusakan pada lapisan usus, sehingga mengganggu kemampuan usus untuk menyerap zat gizi.

Penyakit kronis atau gangguan medis. Seorang anak yang memiliki kesulitan makan – karena prematur atau bibir sumbing atau langit-langit, misalnya – tidak dapat menerima cukup kalori untuk mendukung pertumbuhan yang normal. Kondisi lain yang dapat menyebabkan gagal tumbuh meliputi gangguan jantung, endokrin, dan pernapasan yang dapat meningkatkan kebutuhan kalori anak sehingga menjadi sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Intoleransi terhadap protein susu. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menyerap nutrisi. Hal ini juga dapat menyingkirkan sekelompok makanan sehingga membatasi makanan anak dan kadang-kadang menyebabkan gagal tumbuh.

Infeksi. Parasit, infeksi saluran kemih, TB, dll, dapat meningkatkan kebutuhan energi yang besar pada tubuh dan memaksa tubuh untuk menggunakan zat gizi dengan cepat (dan dapat mengurangi nafsu makan), terkadang menyebabkan gagal tumbuh dalam jangka pendek atau panjang.

Gangguan metabolisme. Gangguan ini dapat membatasi kapasitas tubuh untuk memanfaatkan kalori yang dikonsumsi. Gangguan ini dapat menyulitkan tubuh untuk merombak, memproses, atau mengambil energi dari makanan, atau menyebabkan penumpukan racun selama proses perombakan yang dapat membuat anak makan sedikit atau muntah.

Dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat menentukan penyebab yang spesifik.

Di masa lalu, dokter cenderung untuk mengkategorikan kasus gagal tumbuh sebagai organik (yang disebabkan oleh gangguan medis yang mendasari) atau anorganik (yang disebabkan oleh tindakan pengasuh atau orang tua), tetapi saat ini dokter tidak lagi membedakan karena penyebab medis dan perilaku sering muncul bersama-sama.

Misalnya, jika bayi mengalami refluks berat dan enggan untuk makan, saat-saat pemberian makan dapat menimbulkan stres. Bayi tersebut bisa jadi marah dan frustasi, dan pengasuh mungkin tidak dapat memberi makan anak dalam jumlah yang cukup.

Diagnosis

Banyak bayi mengalami masa-masa singkat ketika pertambahan berat badan mereka mendatar atau mereka bahkan kehilangan berat badan sedikit. Namun, jika bayi tidak bertambah berat selama 3 bulan berturut-turut selama tahun pertama kehidupan, dokter biasanya akan khawatir.

Dokter mendiagnosis gagal tumbuh dengan menggunakan grafik pertumbuhan standar untuk mem-plot berat badan, panjang, dan lingkar kepala, yang diukur pada setiap pemeriksaan bayi. Anak-anak yang berada di bawah kisaran berat badan tertentu untuk usia mereka atau yang gagal untuk bertambah berat badannya sesuai laju yang diharapkan akan dievaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah ada masalah atau tidak.

Bersamaan dengan mendapatkan riwayat medis dan makan yang menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik rinci, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah tepi lengkap, tes urin, dan berbagai tes kimia darah dan elektrolit untuk mencari masalah medis yang mendasari. Jika dicurigai adanya penyakit atau gangguan tertentu, dokter mungkin melakukan akan tes tambahan khusus untuk kondisi itu.

Untuk menentukan apakah seorang anak menerima makanan yang cukup atau tidak, dokter (kadang dengan bantuan ahli gizi) akan menghitung kalori setelah bertanya kepada orang tuanya apa yang dimakan anaknya setiap hari. Berbicara dengan orang tua dapat membantu dokter mengidentifikasi masalah di rumah, seperti pengabaian, kemiskinan, stres rumah tangga, atau kesulitan makan.

Penanganan

Anak-anak dengan gagal tumbuh membutuhkan bantuan dari orang tua dan dokter. Kadang-kadang, seluruh tim medis akan bekerja pada kasus tertentu.

Selain dokter utama, tim tersebut akan mencakup ahli gizi untuk mengevaluasi kebutuhan diet anak, dan terapis okupasi atau wicara untuk membantu pengasuh dan anak mengembangkan perilaku makan yang sukses dan mengatasi adanya masalah dalam proses mengisap atau menelan. Adanya terapis okupasi dan wicara seringkali membantu karena keahlian mereka dalam kontrol otot yang terlibat dalam proses makan.

Karena penanganan gagal tumbuh melibatkan mengobati penyakit atau gangguan  yang menyebabkan masalah, spesialis seperti ahli jantung, ahli saraf, atau pencernaan juga dapat menjadi bagian dari tim perawatan.

Khususnya dalam kasus gagal tumbuh yang diduga disebabkan oleh tindakan pengasuh atau orang tua, seorang pekerja sosial dan psikolog atau ahli kesehatan jiwa lainnya dapat membantu mengatasi masalah dalam lingkungan rumah dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Dalam kasus gizi buruk, penanganan biasanya dapat dilakukan di rumah dengan kunjungan tindak lanjut berkala ke praktek atau klinik dokter. Dokter akan merekomendasikan makanan-makanan berkalori tinggi dan memberikan bayi formula tinggi kalori.

Kasus yang lebih berat mungkin membutuhkan selang untuk makan di mana sebuah selang dimasukkan yang membentang dari hidung ke lambung. Nutrisi cair diberikan dengan laju tetap melalui selang. Bila selang tersebut sudah terpasang, anak biasanya diberi makan pada malam hari untuk menghindari agar kegiatan sehari-hari tidak terganggu atau menghindari membatasi keinginan anak untuk makan di siang hari. (Sekitar setengah dari kebutuhan kalori anak dapat diberikan pada malam hari melalui tetesan kontinu.) Jika gizinya sudah lebih memadai, anak akan merasa lebih baik dan mungkin akan mulai makan lebih banyak sendiri. Pada saat itu, selang tersebut dapat dilepas.

Seorang anak dengan gagal tumbuh yang ekstrim mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk diberi makan dan dipantau terus menerus. Selama waktu ini, semua kemungkinan penyebab kondisi dapat dievaluasi dan ditangani dengan tepat. Dengan dirawat juga memungkinkan para dokter melihat teknik pengasuh dalam memberi makan dan interaksi antara pengasuh dan anak selama makan dan pada waktu-waktu lainnya.

Berapa lama pengobatan berlangsung bervariasi dari kasus ke kasus. Bertambahnya berat badan membutuhkan waktu, maka beberapa bulan dapat berlalu sebelum seorang anak kembali ke dalam rentang normal. Anak-anak yang memerlukan rawat inap dapat tinggal selama 10 sampai 14 hari atau lebih untuk menacapai berat badan yang memuaskan, tetapi bisa juga berbulan-bulan sampai gejala gizi buruk hilang.

Gagal tumbuh disebabkan oleh penyakit atau gangguan kronis mungkin harus dipantau secara berkala dan ditangai lebih lama, mungkin untuk seumur hidup.

Apakah Anak Saya Mengalami Gagal Tumbuh?

Jika Anda khawatir anak Anda gagal tumbuh, ingatlah bahwa banyak hal yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan lambat. Misalnya, bayi ASI dan bayi yang diberi susu formula seringkali bertambah berat badannya pada laju yang berbeda pada periode awal bayi baru lahir.

Genetik juga berperan besar dalam penambahan berat badan, jadi jika Anda dan pasangan Anda langsing, bayi Anda mungkin tidak bertambah berat badannya dengan cepat. Namun, bayi tetap harus terus bertambah berat badannya dan sulit untuk memantaunya dari rumah. Jadi, penting untuk menemui dokter anak Anda secara teratur.

Sebagai panduan, bayi biasanya minum delapan sampai 12 kali dalam jangka waktu 24 jam (sekitar 60 mililiter setiap beberapa jam) dalam minggu-minggu pertama setelah lahir. Pada saat mereka berumur 2-3 bulan, jumlah menyusu menurun menjadi enam sampai delapan, tetapi jumlah setiap kali minum meningkat. Pada usia 4 bulan, sekitar 890 ml sehari memberikan zat gizi yang cukup bagi sebagian besar bayi.

Dokter Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk mengidentifikasi adanya masalah pada pemeriksaan kesehatan bayi rutin. Anda juga dapat secara berkala memeriksa berat badan bayi Anda di rumah, jika Anda ingin lebih yakin.

Kapan Menghubungi Dokter

Jika Anda melihat adanya penurunan berat badan atau bayi Anda tampaknya tidak memiliki nafsu makan normal, hubungi dokter Anda. Setiap perubahan besar dalam pola makan juga demikian. Balita dan anak-anak yang lebih tua mungkin mengalami hari-hari dan kadang-kadang minggu ketika mereka menunjukkan minat kurang pada makanan, tetapi itu tidak seharusnya terjadi pada bayi.

Jika Anda memiliki masalah dalam menyusui bayi Anda, dokter Anda dapat membantu. Ketika seorang anak sulit makan, orang tua dapat menjadi frustasi dan merasa bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah. Hal itu dapat memperbesar masalah dan meningkatkan stres bagi Anda dan bayi Anda. Lebih baik cari bantuan untuk Anda berdua dengan berkonsultasi ke dokter. (Ve)

Sumber : www.kidshealth.com

Share artikel ini: