Di lapangan:

Obat golongan fibrat sering dikombinasikan dengan statin untuk menurunkan kolesterol darah. Fibrat termasuk primadona sebagai obat penurun kolesterol dan sudah digunakan sejak 1960an. Selain keefektivitasannya yang masih terus dipelajari, keamanannya pun mulai memicu kehati-hatian dalam peresepan.

De Rhetorica:

  • Lipid merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses timbulnya penyakit serebrovaskular. Berbagai terapi yang ditujukan untuk memperbaiki profil lipid menjadi perhatian dalam upaya pencegahan penyakit serebrovaskular.
  • Fibrat adalah agonis peroxisome proliferator alpha receptor yang telah dipelajari lebih dari 40 tahun dan terbukti efektif dalam meningkatkan kolesterol HDL, menurunkan trigliserida, serta dapat menurunkan kolesterol LDL.
  • Fibrat yang beredar di pasaran antara lain bezafibrat, ciprofibrat, fenofibrat, dan gemfibrozil.
  • Efektivitas:
    • Dampaknya secara klinis dalam mencegah penyakit serebrovaskular masih terus menerus diteliti.
    • Fibrat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor dan kejadian koroner masing-masing sebesar 10% dan 13%. Meskipun demikian, fibrat tidak memperbaiki kejadian stroke serta tidak berpengaruh terhadap angka kematian secara umum dan kematian karena kardiovaskular.
    • Pada pasien gagal ginjal kronik: fibrat memperbaiki profil lipid dan mencegah kejadian kardiovaskular.
    • Pada pasien diabetes melitus: fibrat memperlambat progresivitas albuminuria. Fibrat mengurangi risiko kejadian komplikasi mikrovaskular yaitu retinopati dan amputasi tungkai bawah.
    • Kelompok pasien yang paling mendapatkan manfaat dengan penggunaan fibrat adalah: pasien dengan hipertrigliseridemia + HDL rendah serta pasien dengan hipertrigliseridemia saja.
    • Studi ACCORD membandingkan angka kejadian komplikasi kardiovaskular antara simvastatin+plasebo dan simvastatin+fenofibrat. Hasilnya, angka kejadian komplikasi kardiovaskular di antara kedua kelompok tersebut tidak berbeda bermakna yaitu 2,4% pada simvastatin+plasebo dan 2,2% pada simvastatin+fenofibrat.
    • Pada tahun 2011, The European Medicines Agency’s Committee for Medicinal Products for Human Use menyimpulkan bahwa manfaat fibrat lebih besar daripada efek sampingnya; tetapi fibrat disarankan tidak diresepkan sebagai terapi lini pertama pada pasien dengan gangguan lipid darah (hiperkolesterolemia) kecuali pasien mengalami hipertrigliseridemia berat atau tidak dapat menggunakan statin.
    • National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III merekomendasikan fibrat digunakan sebagai alternatif kombinasi setelah pasien sudah diterapi maksimal dengan statin dan masih menunjukkan kadar trigliserida >200 mg/dL dan kolesterol HDL <35 mg/dL.
  • Efek samping:
    • Kombinasi fibrat dan statin lebih baik dibandingkan fibrat saja dalam menurunkan kolesterol total, trigliserida, LDL. Akan tetapi kombinasi fibrat dan statin meningkatkan risiko efek samping (terutama pada ginjal) sehingga harus dimonitor dengan ketat.
    • Selain itu pasien yang mengonsumsi kombinasi statin dan fibrat lebih berisiko mengalami  peningkatan enzim hati (alanine aminotransferase dan/atau aspartate aminotransferase) sebesar lebih dari 3 kali nilai normal.
    • Tidak terdapat peningkatan angka kejadian serious adverse events dengan penggunaan fibrat.

Referensi:

  1. Jun M, dkk. Lancet. 2010;375:1875-84.
  2. Zhou YH, dkk. BMC Neurol. 2013;13:1.
  3. Jun M, dkk. J Am Coll Cardiol. 2012;60:2061-71.
  4. Slinin Y, dkk. Am J Kidney Dis. 2012;60:747-69.
  5. Hermans MP. Diab Vasc Dis Res. 2011;8:180-9.
  6. Lee M, dkk. Atherosclerosis. 2011;217:492-8.
  7. Choi HD, dkk. Vascular Pharmacology. 2015;66:23–30.
  8. Guo J, dkk. Am J Cardiol. 2012;110:1296-301.
  9. ACCORD Study Group, dkk. N Engl J Med. 2010;362:1563-74.
Share artikel ini: