Kriteria diagnostik:

  1. Bayi mengalami kesulitan makan sejak minggu pertama kehidupan, gejala muncul setidaknya usia 2 minggu.
  2. Bayi kesulitan fokus saat makan dan mempertahankan diri untuk tetap makan. Bayi cenderung tidur, gelisah dan mengamuk saat makan.
  3. Kenaikan berat badan bayi buruk atau tidak naik sama sekali.
  4. Kelainan makan pada bayi tidak ada kaitannya dengan kelainan fisis dan tidak dapat dijelaskan secara organik.

Tata laksana:

Tujuan dari terapi adalah memutus rantai stress anak, stress ibu dan stress hubungan anak-ibu. Pada kelainan ini, kegiatan menyusui / kegiatan makan adalah kegiatan yang melelahkan untuk ibu dan bayi.  Ibu mulai mengalami depresi karena kegagalan memberi makan anak dan gizi anak yang jelek.

Tidak ada obat / farmakoterapi pada kasus ini karena tidak didasari oleh kelainan fisis. Berikut tips yang dapat dilakukan:

  1. Buatlah video saat menyusui, dan tontonlah video itu sehingga dapat melihat, apa yang membuat bayi mengamuk dan apa yang dapat membuat bayi tenang.
  2. Jika bayi cepat sekali tertidur sebelum menyusu, kelitik kaki bayi, berikan stimulasi taktil sehingga bayi bangun dan menyusu
  3. Jika bayi mengamuk, carilah metode menenangkan seperti mengayun, bernyanyi, atau menyusui di tempat yang sunyi dan tenang. Cukup sering bayi mengamuk dan sangat sulit ditenangkan.
  4. Jika metode tersebut tidak berhasil, bayi dapat dipasangkan selang nasogastrik untuk mengejar pertumbuhannya. Saat bayi mencapai pertumbuhan yang optimal.
  5. Berikanlah ASI perah dan biarkan orang lain / pengasuh memberi makan bayi, hal ini mmbuat ibu memiliki waktu untuk istirahat dan menenangkan diri, selain itu bayi juga mendapatkan metode yang berbeda.
  6. Jangan sungkan konsul ke psikiater karena seringkali ibu merasa depresi menghadapi bayi. Ibu sering kehabisan tenaga, tidak tidur ketika menghadapi bayi yang tantrum dan sulit ditenangkan. Ibu juga merasa bersalah saat melihat bayi gagal tumbuh.
  7. Memberikan stimulasi pijat bayi dapat membantu pada beberapa kasus membuat bayi menjadi lebih tenang.

Jangan melakukan diagnosis tanpa dokter anak, karena setiap kesulitan makan dan gagal tumbuh harus terlebih dulu dipikirkan kelainan fisis sebelum mendiagnosis feeding disorder of state regulation. Diagnosis gastroesofageal refluks (GERD) harus disingkirkan sebelumnya.

Sumber:

Diagnosis and treatment of feeding disorders in infants, toddlers, and young children. Irene Chatoor. National center for infants, toddlers, and families. Washington DC. 2009

Share artikel ini: