Di bawah ini adalah faktor-faktor risiko hipertensi:

1. Usia.

Risiko hipertensi meningkat seiring meningkatnya usia. Hipertensi banyak pada pria usia dewasa muda. Namun pada wanita, biasanya terjadi setelah menopause.

2. Ras.

Hipertensi sering pada ras kulit hitam, dan muncul pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan kejadian hipertensi pada orang kulit putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, juga lebih banyak pada ras kulit hitam.

3. Riwayat keluarga.

Tekanan darah tinggi dapat menurun di keluarga.

4. Kelebihan berat badan atau obesitas.

Pada tubuh gemuk, darah dibutuhkan lebih banyak untuk menyuplai oksigen dan nutrisi kepada jaringan-jaringan tubuh. Semakin besar volume darah bersirkulasi di pembuluh darah, semakin tinggi juga tekanan pada dinding pembuluh darah.

5. Kurang aktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan tingginya denyut nadi. Semakin tinggi denyut nadi, semakin keras jantung bekerja tiap kali kontraksinya – artinya semakin kuat tekanan pada pembuluh darah. Minimnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko menjadi kelebihan berat badan.

6. Merokok.

Tidak hanya merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan tekanan darah sementara, namun zat-zat kimia yang terdapat dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Perokok pasif juga dapat mengalami peningkatan tekanan darah.

7. Terlalu banyak mengkonsumsi garam dan kurang konsumsi kalium.

Terlalu banyak konsumsi garam dapat menahan cairan di dalam tubuh, dan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Sedangkan jika tubuh kekurangan asupan kalium, akan menyebabkan penumpukan natrium (garam) dalam tubuh.

8. Kekurangan vitamin D dalam asupan makanan.

Vitamin D mempengaruhi kerja enzim yang diproduksi oleh ginjal dalam mengatur tekanan darah. Jika kekurangan vitamin D dalam diet sehari-hari, dapat sedikit mempengaruhi pengaturan tekanan darah.

9. Konsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan jantung. Minum alkohol lebih dari 2 kali per hari dapat meningkatkan tekanan darah.

10. Stres.

Stres berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara dramatis, namun bersifat sementara. Jika anda berusaha mengurangi stres dengan cara makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol, anda hanya akan menambah masalah karena akan semakin meningkatkan tekanan darah anda.

11. Menderita keadaan kronis. Contohnya apabila memiliki riwayat diabetes, hiperlipidemia, atau penyakit ginjal.

Kadang kehamilan pada kondisi tertentu dapat mencetuskan hipertensi yang disebut pre-eklampsia atau eklampsia.  Walaupun hipertensi banyak terjadi pada dewasa, namun dapat terjadi juga pada anak-anak. Pada anak, hipertensi timbul pada gangguan ginjal atau jantung. (VIN)

Share artikel ini: