Masalah kesehatan yang segera timbul

  • Setelah korban diselamatkan, masalah utama kesehatan masyarakat adalah air minum bersih, makanan, tempat tinggal, dan perawatan medis untuk korban cedera.
  • Air banjir dapat menimbulkan resiko kesehatan seperti air dan persediaan makanan yang terkontaminasi.
  • Kehilangan tempat tinggal menyebabkan korban rentan terhadap paparan serangga, panas, dan bahaya lingkungan lainnya.
  • Sebagian besar kematian terkait tsunami berhubungan dengan tenggelam, namun luka-luka akibat cedera juga merupakan masalah utama. Cedera seperti patah kaki dan cedera kepala disebabkan oleh benturan fisik pada korban yang hanyut dengan reruntuhan rumah, pohon, dan benda tak bergerak lainnya. Seiring dengan surutnya air, puing-puing tersebut tersedot ke daerah yang berpenduduk sehingga dapat menyebabkan cedera lebih jauh dan merusak bangunan-bangunan.
  • Perawatan medis sangatlah penting pada daerah-daerah dengan minimnya pelayanan medis.

Efek Sekunder

  • Bencana alam tidak harus menyebabkan meningkatnya wabah penyakit infeksi.Namun, persediaan air dan makanan yang terkontaminasi dan kurangnya tempat tinggal serta perawatan medis dapat memberi efek sekunder dengan memperburuk penyakit-penyakit yang sudah ada pada daerah yang terkena.
    • Mayat-mayat yang busuk menimbulkan resiko yang sangat kecil untuk terjadinya wabah penyakit besar.
    • Orang yang paling beresiko adalah mereka yang menangani mayat tersebut atau yang mempersiapkan mayat-mayat tersebut untuk dikubur.

Efek Berkepanjangan

Efek sebuah bencana bertahan untuk jangka waktu lama. Kebutuhan yang makin besar akan bantuan finansial dan material adalah dalam bulan-bulan setelah bencana terjadi, meliputi

  • survei dan pemantauan penyakit-penyakit infeksi dan penyakit yang disebarkan melalui air dan serangga;
  • mengalihkan suplai medis dari daerah yang tidak terkena untuk memenuhi kebutuhan daerah yang terkena;
  • menormalkan kembali pelayanan kesehatan, sistem air, perumahan, dan pekerjaan; dan
  • membantu masyarakat pulih secara mental dan sosial saat krisis telah berakhir.

Sumber : Health Effects of Tsunamis – CDC

Share artikel ini: