Waktu antara pembuahan dan kelahiran merupakan waktu yang paling penting dalam siklus kehidupan. Fetus mengalami pertumbuhan dan perkembangan organ dan lingkungan dari ibu akan mempengaruhi proses ini untuk ke arah yang baik atau yang buruk. Bukti ilmiah menunjukan akumulasi paparan lingkungan dapat menyebabkan bayi lahir prematur (kurang dari 37 minggu usia kehamilan) atau berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) atau lahir dengan cacat bawaan. Bayi dengan risiko ini lebih besar kemungkinan  untuk meninggal saat bayi atau yang selamat berisiko mengalami gangguan otak, pernapasan atau pencernaan. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan di dalam rahim dapat mempengaruhi risiko sakit jantung dan diabetes di masa dewasa.

Image : environment.ucla.edu

Gambar 1 menunjukan bahwa waktu paparan polusi udara dapat menyebabkan perkembangan plasenta pada usia 3-8 minggu kehamilan, dapat menyebabkan penuruan  berat badan yang pada akhirnya bayi lahir dengan berat badan <2.500 gram; bahkan kelahiran prematur yang berisiko untuk mengalami gangguan pernapasan dan dapat menyebabkan kematian lebih dini.

Masa anak-anak juga merupakan masa penting dalam perkembangan dan pematangan dari sistem otak, paru, kekebalan tubuh dan bahan beracun di udara dapat mempengaruhi fungsi paru dan perkembangan saraf atau menyebabkan kambuhnya asma. Bayi yang lahir prematur atau mengalami gangguan pertumbuhan dapat rentan terhadap gangguan lingkungan karena ketidakmatangan paru saat lahir.

Image : environment.ucla.edu

Gambar 2 menunjukan bahwa paparan polusi udara menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan fungsi paru, asma, batuk, mengi bahkan kematian pada risiko tinggi bayi-usia 2 tahun.

Polusi udara dan kematian bayi

Pada tahun 90-an mendapatkan bahwa bayi yang tinggal di daerah dengan kandungan bahan partikulat yang tinggi memiliki risiko  yang lebih besar untuk meninggal karena gangguan pernapasan pada usia 1 tahun pertama. Pada studi lain ditemukan angka kematian bayi usia 1-3 bulan meningkat pada mereka yang menghirup kadar karbon monoksida yang tinggi dan bayi usia 4-12 bulan yang terpapar kepada bahan partikulat PM10 memiliki risiko meninggal yang tinggi dari penyakit pernapasan. Survei pada tahun ‘88-‘93 dan ’94-‘00 menunjukkan peningkatan 10-30% kelahiran prematur dan berat badan <2.500 pada paparan di awal dan akhir kehamilan, terutama paparan karbon monoksida dan bahan partikulat PM10. Data dari California birth defect monitoring program (1987-1993) menunjukan bahwa gangguan anatomi jantung meningkat. Pada peningkatan paparan karbon monoksida  maka 3x peningkatan risiko defek septum ventrikel pada tingkat paparan paling tinggi, paparan ozon dan defek pada katup aorta dan pulmonal. Peningkatan risiko gangguan jantung meningkat pada usia 2 bulan kehamilan saat pembentukan organ jantung di janin.

Polusi udara dan kesehatan pernapasan anak

Anak lebih berisiko untuk mengalami gangguan pernapasan karena polusi udara. Paru-paru anak, sistem kekebalan tubuh dan otak masih belum matang dan berkembang sampai usia 6 tahun. Anak memiliki permukaan paru yang lebih besar dibandingkan  orang dewasa, anak juga bernapas lebih banyak 50% setiap kg berat badannya. Anak juga lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, bermain dan berolahraga di luar ruangan dibandingkan orang dewasa yang menghabiskan 90% waktunya di dalam ruang.

Temuan dari data tahun 1989-2000 di California bagian selatan bahwa setiap peningkatan 1 ppm CO akan meningkatkan risiko kematian karena gangguan pernapasan sampai 3% pada awal masa bayi; setiap peningkatan 10g/m3 PM10 meinungkatkan sampai 12% kematian karena gangguan pernapasan; setiap peningkatan 1 pphm NO2 akan meningkatkan SIDS sampai 19%, Bayi prematur dan berat lahir <2.500 lebih berisiko untuk mengalami kematian terkait polusi udara. Kejadian asma meningkat 2x setiap peningkatan 1 ppm kadar karbon monoksida.

Bagaiman bila polusi udara diatasi?

Studi ada orang dewasa di Swiss 1991dan 2002, penurunan paparan PM10 rerata 6,2 mikrogram/m3 dengan rentang 5 mikrogram – 35  mikrogram/m3 berkaitan dengan pernurunan gejala batuk, batuk kronik, mengi atau kesulitan bernapas. Pada anak antara 1992-2001 penurunan PM10 berhubungan dengan penurunan gangguan respirasi seperti batuk kronik, bronkitis, batuk kering di malam hari dan konjungtivitis. Temuan ini menunjukan perbaikan kualitas udara sangat bermanfaat bagi kesehatan anak dan dewasa. (Yulianto)

Sumber :

http://www.environment.ucla.edu/reportcard/article1700.html

http://www.environment.ucla.edu/media/files/RitzOppenheim.pdf

http://www.euro.who.int/__data/assets/pdf_file/0010/74728/E86575.pdf

Share artikel ini: