Di lapangan

“Halo bun…Bayiku 3 bulan dan sudah kutinggal kerja. Beberapa hari terakhir produksi ASI turun sejak masuk kerja. Ada saran supaya ASI kembali deras?”

“Bawa pompa aja ke kantor, bun… habis pernah dapat domperidon tapi katanya belum diapprove. Jadi ga yakin minumnya…”

De Rhetorica

  • Domperidon adalah antagonis dopamin perifer. Semula domperidon digunakan untuk mengobati gangguan saluran pencernaan atas dan refluks gastroesofagus. Selain itu, digunakan juga untuk mengurangi efeks samping dari terapi Parkinson.
  • Domperidon bekerja dengan menghambat reseptor dopamin D2 dan D3 pada kelenjar pituitari. Oleh karena kerja dopamin terhambat, sekresi prolaktin (yang kerjanya dihambat oleh dopamin) terstimulasi sehingga merangsang sel penghasil susu pada payudara.
  • Efek samping pada ibu: aritmia, pemanjangan interval QT (pada gambaran elektrokardiogram). Efek samping pada bayi yang menyusu: belum didapatkan laporan.
  • Kontraindikasi: pasien yang mempunyai gangguan aritmia jantung seperti takiaritmia dan pemanjangan QT, dalam terapi anti-aritmia, gangguan fungsi hati, atau diminum bersamaan dengan obat yang mengganggu metabolisme sitokrom P450 seperti ketokonazol, eritromisin, dan buah grapefruit.
  • Domperidon dapat ditransfer dari ibu ke bayi melalui ASI namun dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Efektivitas domperidon sebagai galaktogogue masih diperdebatkan. Dua penelitian yang sering dikutip sebagai bukti domperidon bermanfaat sebagai galaktogog adalah De Leo dkk dan Petraglia dkk. Akan tetapi kedua penelitian tersebut mempunyai kelemahan desain penelitian. Subjek penelitian tidak dilakukan randomisasi dan blinding jadi bias sangat mungkin terjadi. Selain itu, instruksi dan teknik menyusui juga tidak dijelaskan.
  • Penelitian da Silva dkk memiliki desain studi yang lebih baik. Subjek penelitian adalah para ibu yang tidak memiliki kecukupan ASI dan sudah dikonseling oleh konselor laktasi. Pengeluaran ASI dilakukan dengan pompa ASI , namun kelemahannya adalah jumlah produksi ASI sebelum terapi domperidon pada kelompok ibu yang diterapi dan tidak diterapi berbeda jauh. Selain itu angka drop-out subjek mencapai 36%. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan volume ASI sebesar 44,5% pada kelompok ibu yang diterapi domperidon dibandingkan 16% pada yang tidak diterapi. Kadar prolaktin serum juga meningkat pada kelompok terapi yaitu dari 12,9 µ /L menjadi 119,3 µ/L pada terapi hari ke-5.
  • Pada tahun 2004, Food and Drug Administration tidak merekomendasikan penggunaan domperidon untuk meningkatkan produksi air susu ibu sehingga domperidon tidak dijual di Amerika sebagai galaktogog, namun diperbolehkan di negara lain seperti Kanada.
  • Berdasarkan keterangan di atas, penggunaan domperidon sebagai galaktogog masih menjadi perdebatan. Pun bila digunakan, masih berupa pendapat ahli (expert opinion) dan belum berdasarkan bukti sahih (evidence). Sebaiknya sebelum domperidon digunakan, ibu menyusui sudah diajarkan mengenai cara manajemen laktasi yang benar.

Referensi

  1. Flanders D dkk. http://www.breastfeedinginc.ca/AdvHTML_Upload/pdfs/Domperidone_Consensus_Statement_May_11_2012.pdf.
  2. De Leo V dkk. Minerva Ginecol. 1986;38:311-5.
  3. Petraglia F dkk. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 1985;19:281-7.
  4. da Silva OP dkk. CMAJ. 2001;164:17-21.
  5. FDA cautions breast-feeding moms. FDA Consum. 2004;38:6
  6. Zuppa AA dkk. J Pharm Pharmaceut Sci. 2010;13:162-74.
Share artikel ini: