Resistensi antimikroba atau resistensi terhadap antibiotik (AMR-antimicrobial resistance) adalah masalah seluruh negara di dunia. Infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap obat pada tahun 2050 dapat menyebabkan dampak ekonomi global. Laporan bank Dunia Drug resistant infections: A threat to our economic future, menyatakan dengan scenario bahwa infeksi tidak dapat lagi diatasi dengan antibiotik karena bakteri sudah kebal (resisten) dapat menyebabkan negara-negara dengan pendapatan rendah akan kehilangan 5% dari GDP (gross domestic product) dan dapat mengakibatkan 28 juta orang-sebagian besar berada di negara berkembang- jaruh kedalam kemiskinan. Laporan tersebut menyatakan tidak seperti krisis 2008, krisis di 2050 besar kemungkinan tidak akan pulih karena dampak dari resistensi terhadap antibiotik akan menetap.

Fakta kunci laporan Bank Dunia berdasarkan proyeksi ekonomi tahun 2017-2050 berupa:

  • Dampak pada GDP: Pada 2050, GDP global tahunan dapat turun 1,1% sampai 3,8% pada dampak resistensi antimikroba yang berat. Negara-negara berpenghasilan rendah akan kehilangan lebih besar dan dapat kehilangan lebih dari 5% GDP pada tahun 2050
  • Dampak pada kemiskinan global: Terdapat peningkatan kemiskinan karena resistensi antimikroba. Terdapat penambahan 28,3 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan pada tahun 2050 dengan kemungkinan efek  AMR yang berat. Sebagian besar (26,2 juta) akan tinggal pada negara berpendapatan rendah. Resistensi antimikroba dapat membuat upaya untuk mengurangi kemiskinan akan tidak mencapat targetnya.
  • Dampak pada perdagangan global: Pada 2050, volume ekspor global dapat turun 1,1% sampai 3,8% pada kemungkinan dampak AMR yang berat.
  • Dampak pada biaya Kesehatan: Peningkatan biaya Kesehatan global antara USD 300 milyar sampai lebih dari USD 1 triliun per tahun pada 2050
  • Dapak pada hewan ternak: pada tahun 2050, penurunan hewan ternak global dapat terjadi antara 2,6% sampai 7,5% per tahun.

Kekhawatiran akan bahaya resistensi antimikroba telah menjadi perhatian semua pihak. Direktur badan Kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa bahaya global dari resistensi antimikroba akan menjadi bencana bagi kesehatan manusia dan binatang, produksi makanan dan ekonomi global. Laporan oleh Lord Jim O’Neill-penyelidik independen Inggris-mengenai dampak AMR, menyatakan kemungkinan kehilangan USD 100 triliun pada tahun 2050.

Laporan berbasis bukti sudah menemukan bahaya akan dampak resistensi antimikroba bagi Kesehatan manusia dan saat ini hewan dan lingkungan. Efek bencana resistensi antimikroba juga mengakibatkan gangguan ekonomi global yang akan dirasakan terutama pada negara-negara berkembang. Sudah sepantasnya kita mempersiapkan dan turut berperan mengatasi bahaya bencana dari resistensi antimikroba.

Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi? (ysk)

http://www.worldbank.org

Share artikel ini: