Latar belakang

  • Peradangan oleh virus pada saluran napas atas, laring, trakea dan bronkus.
  • Memburuk pada malam, terutama pada hari ke-2 atau ke-3

Diagnosis lain:

  • Benda asing
  • Epiglotitis
  • Trakeitis bakterialis

Penilaian:

Anak dengan croup sebaiknya diperiksa dengan hati-hati, hindari pemeriksaan yang tidak perlu yang melibatkan saluran napas atas. Hindari membuat upaya napas anak bertambah berat.

Gejala dan tanda:

  • Batuk yang menggonggong
  • Stridor pada saat menarik napas (suara napas yang kasar)
  • Dapat disertai dengan mengi (wheezing) yang luas.
  • Peningkatan upaya bernapas
  • Dapat disertai demam

Risiko untuk mengalami croup yang berat

a. Terdapat kelainan yang mendahului berupa penyempitan saluran napas atas berupa:

ü  Stenosis subglotis (kongenital/bawaan atau karena ventilator jangka panjang)

ü  Sindrom down

b. riwayat perawatan sebelumnya dengan croup yang berat

c. keadaan yang tidak umum,yaitu usia < 6 bulan, maka pikirkan kemungkinan diagnosis lainnya.

Penilaian derajat berat croup

Ringan Sedang Berat
Perilaku Normal Terkadang rewel Rewel atau tidak aktif
Stridor Batuk yang menggonggong

Stridor hanya pada saat aktif atau rewel

Stridor dapat muncul pada istirahat Stridor nyata pada saat beristirahat
Laju napas Normal Peningkatan frekuensi napas

Napas cuping hidung

Tracheal tug

Frekuensi napas cepat atau lambat

Tracheal tug

Napas cuping hidung

Penggunaan otot bantu napas Tidak ada atau minimal Terdapat retraksi dada minimal Tarikan dinding dada tampak jelas
Oksigen Tidak diperlukan tambahan terapi oksigen Tidak diperlukan tambahan terapi oksigen Hipoksemia merupakan tanda akhir jika terdapat sumbatan/obstruksi saluran napas atas.

Pemeriksaan

Pemeriksaan seperti pemeriksaan rontgen dada, darah lengkap tidak selalu diindikasikan dan dapat membuat anak semakin rewel dan memperburuk croup.

Tatalaksana

Pasien dengan croup memerlukan minimal handling (hindari pemeriksaan yang mengganggu anak/membuat anak semakin rewel bila pemeriksaan tersebut tidak diperlukan). Terapi oksigen umumnya tidak diperlukan. Jika diperlukan terapi oksigen maka pikirkan sumbatan jalan napas yang berat.

Jangan mengatur posisi tubuh anak dengan paksa, anak akan mengatur posisi tubuh mereka senyaman mungkin untuk meminimalisasi obstruksi napas.

Hindari untuk membuat anak semakin rewel.

Pengobatan:

Anak dengan batuk saja tidak memerlukan pengobatan.
Steroid telah menunjukan manfaat untuk mengurangi lama rawat, mengurangi kebutuhan untuk nebulisasi adrenalin dan intervensi lainnya.

Croup ringan-sedang

Prednisolone 1 mg/kg atau dexamethasone 0,15 mg/kg 1x/hari

Observasi selama setengah jam setelah pemberian steroid, bila tidak ada stridor saat istirahat maka dapat dipulangkan.

Croup berat

Adrenalin nebulisasi (1 ml adrenalin 1% diencerkan dengan 4 ml NaCl 0,9% atau 5 ml adrenalin 1:1.000) dan berikan dexametasone intravena 0,6 mg/kg (maksimal 12 mg).

Jila terdapat perbaikan maka observasi selama 4 jam setelah inhalasi dengan adrenalin, jika terdapat bebas stridor saat intirahat maka pertimbangkan untuk rawat jalan. Jika terdapat perbaikan kemudian perburukan maka berikan adrenalin pada inhalasi berikutnya, pikirkan rawat inap atau rujukan.

Jika tidak ada perbaikan maka pikirkan diagnosis banding lainnya, apakah terdapat sumbatan jalan napas

Pertimbangkan konsultasi

  • Obstruksi jalan napas berat
  • Tidak ada perbaikan dengan inhalasi adrenalin
  • Terdapat faktor risiko

Pertimbankan rujukan bila:

  • Tidak ada perbaikan dengan inhalasi adrenalin
  • >2 dosis inhalasi adrenalin
  • Anak membutuhkan perawatan di atas kemampuan rumah sakit yang merawat.

Kriteria pulang

Empat jam setelah nebulisasi adrenalin (jika diberikan) dan atau setengah jam setelah steroid per oral dan bebas stridor saat instirahat.

Orang tua harus diberikan nasihat dan dapat mencari pertolongan jika terdapat stridor saat istirahat. (Anto)

Sumber : rch.org.au

Share artikel ini: