Kolestiramin (questran)

Indikasi : familial hiperkolesterolemia, gatal akibat sumbatan saluran empedu, diarea akibat penyakti chron, reseksi usu halus.

Kontraindikasi: gangguan fungsi hati, obstruksi bilier total (karena obat tidak akan efektif)

Kehamilan dan menyusui : obat ini tidak diserap namun hati-hati kekurangan vitamin larut lemak jika digunakan dalam jangka panjang.

Efek samping : efek samping utama adalah gangguan saluran cerna mual, muntah, rasa tidak nyaman di perut, dapat konstipasi ataupun diare. Dapat memicu terjadinya hipertrigliserida. Meningkatkan risiko perdarahan berkaitan dengan kekurangan vitamin K. Penggunaan dalam jangka panjang pernah dilaporkan menyebabakan asidosis hiperkloremik.

Penggunaan pada anak diizinkan pada usia lebih dari 6 tahun untuk menurunkan kadar kolesterol.

dosis :

Familial hiperkolesterolemia

o   Anak 6-12 tahun : dosis pertama 4 gram satu kali sehari dapat ditingkatkan sampai tiga kali sehari tergantung dengan respons.

o   Anak 12-18 tahun : dosis awal 4 gram satu kali sehari dapat ditingkatkan setiap minggu sebanyak 4 gram sampai 12-24 gram perhari terbagi dalam 1-4 dosis. Maksimal 35 gram sehari.

Sediaan : 4 gram per sachet

Interaksi obat :

–          Meloxicam : meningkatkan ekskresi meloxicam.

–          Paracetamol : menurunkan penyerapan paracetamol

–          Tetrasiklin : menurunkan penyerapan tetrasiklin

–          Vancomycin : colestiramin berlawanan efek dengan vancomycin

–          Antikoagulan : efek dapat menurun atau meningkat jika diberikan bersama colestiramin.

–          Acarbose : colestiramin meningkatkan efek hipoglikeminya.

–          Valproat : colestiramin menurunkan penyerapannya.

–          Asam empedu : kolestiramin menurunkan penyerapan asam empedu

–          Thiazide : kolestiramin menurunkan penyerapan dari thiazide

–          Hormon tiroid : kolestiramin menurunkan penyerapan hormon tiroid.

Share artikel ini: