Apa Itu?

Cold sores adalah lepuhan-lepuhan kecil dan menyakitkan, dapat timbul di sekitar mulut, muka atau hidung. Terkadang disebut juga fever blister. Penyebabnya adalah virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1). Anak-anak dapat tertular jika berciuman atau memakai peralatan makan yang sama dengan orang yang terinfeksi.

Biasanya, HSV-1 menyebabkan cold sores pada mulut atau wajah, sementara HSV-2 menyebabkan kelainan di area kelamin menyebabkan herpes kelamin (herpes genitalis). Akan tetapi, terkadang HSV-1 dapat menyebabkan kelainan pada kelamin juga, terutama jika seseorang melakukan hubungan seks secara oral dengan orang yang terinfeksi.

Cold sores di area mulut sangatlah umum, dan banyak anak terinfeksi HSV-1 saat usia di bawah 5 tahun. Biasanya sembuh sendiri dalam waktu seminggu.

Gejala

Sebagian besar anak yang menderita cold sores tertular karena makan atau minum menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang terinfeksi HSV atau karena dicium oleh orang dewasa yang terinfeksi.

Awalnya terbentuk lepuhan di bibir dan bagian dalam mulut. Lepuhan kemudian menjadi luka. Pada beberapa kasus, gusi menjadi kemerahan dan bengkak. Pada kasus lain, virus juga menyebabkan demam, nyeri otot, gangguan makan, perasaan tidak nyaman, gelisah dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Gejala ini bisa sampai 2 minggu.

Setelah anak terinfeksi, virus dapat berdiam diri (dormant) tanpa menimbulkan gejala apapun tetapi dapat aktif kembali nantinya, biasanya saat ada stress pada tubuh seperti infeksi, flu, perubahan hormonal, saat haid atau saat sebelum ada ujian besar di sekolah. Jika virus menjadi aktif kembali, dapat menyebabkan rasa ngilu dan mati rasa di sekitar mulut dan melepuh.

Tatalaksana

Cold sores karena HSV-tipe 1 ini biasanya sembuh sendiri dalam 5-7 hari. Walaupun tidak ada obat yang dapat menghilangkan infeksinya, ada beberapa hal yang dapat memperpendek durasi penyakit dan membuat lukanya menjadi lebih tidak sakit.

Makanan dan minuman yang dingin dapat mengurangi rasa tidak nyaman, dan paracetamol juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Aspirin (asetil salisilat) tidak boleh diberikan pada anak yang terkena infeksi virus karena dapat menyebabkan sindrom Reye.

Hubungi dokter jika anak anda:

  • Memiliki kondisi kesehatan lain yang menekan sistem kekebalan tubuhnya. Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi HSV menyebar dan menimbulkan masalah di bagian tubuh lainnya.
  • Memiliki luka yang tidak sembuh sendiri dalam 7-10 hari
  • Memiliki luka yang dekat sekali dengan mata
  • Sering kali menderita cold sores

Karena virus yang menyebabkan cold sores sangat menular, amatlah penting untuk mencegah penularannya ke anggota keluarga yang lain. Pencegahannya antara lain:

  • Memisahkan peralatan makan dan minum yang digunakan dan mencucinya dengan bersih setelah digunakan
  • Ajari untuk tidak mencium orang lain sampai lukanya sembuh
  • Ajari untuk mencuci tangan sesering mungkin sesegera mungkin setelah menyentuh luka
  • Ajari untuk tidak menyentuh mata, jika HSV menginfeksi mata, dapat terjadi infeksi yang serius

Jika anda merawat anak dengan cold sore, anda juga harus rajin mencuci tangan anda sesering mungkin sehingga anda tidak tertular dan menularkan virus tersebut ke orang lain.

(YP)

Sumber : Cold Sores (kidshealth)

Share artikel ini: