Anak-anak cukup sering mengalami cedera kepala seperti terbentur atau terjatuh. Sebagian besar cedera kepala pada anak tidak menimbulkan kerusakan otak, hanya sebagian kecil yang menimbulkan kerusakan otak yang berarti.

Carilah pertolongan medis apabila:

–          Benturan yang terjadi cukup keras, misalnya kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari tempat yang tinggi.

–          Gangguan kesadaran setelah kecelakaan.

–          Anak tampak sakit, tidak beraktivitas seperti biasa

–          Anak muntah beberapa kali.

Cedera kepala dapat diklasifikasikan menjadi cedera kepala ringan, sedang , dan berat.

Ciri-ciri cedera kepala berat:

    • Penurunan kesadaran lebih dari 30 menit
    • Anak mengantuk, tidak respon dengan panggilan.
    • Pupil mata yang besarnya tidak simetris
    • Kelemahan tangan atau tungkai
    • Terdapat benda asing menancap di kepala
    • Adanya kejang

Cedera kepala berat harus mendapatkan pertolongan medis secepat-cepatnya.

Ciri-ciri cedera kepala sedang:

    • Penurunan kesadaran kurang dari 30 detik
    • Sadar dan masih respon dengan rangsang suara.
    • Muntah 2 kali atau lebih
    • Sakit kepala
    • Memar yang besar, atau luka di kepala yang cukup besar.

Cedera kepala sedang memerlukan pengawasan ketat di rumah sakit setidaknya 4 jam setelah kejadian.

Cedera kepala ringan:

    • Tidak ada gangguan kesadaran
    • Anak sadar penuh dapat berinteraksi dengan normal
    • Muntah maksimal satu kali
    • Terdapat memar minimal
    • Lain-lain dalam batas normal

Terapi cedera kepala ringan:

Anak-anak dengan cedera kepala ringan dapat kembali sembuh dengan cepat. Nyeri kepala dan memar dapat berlanjut sampai sembuh, namun hanya sementara. Untuk mengurangi bengkak dan nyeri, berikanlah kompres es. Jika terdapat luka terbuka, cucilah dengan air bersih, tekan dengan kassa selam 5 menit untuk menghentikan perdarahan.

Masalah yang harus dipantau selama hari kedua sampai hari keempat pasca trauma kepala:

    • Sakit kepala. Berikanlah parasetamol jika perlu.
    • Muntah. Jika muntah lebih dari sekali dan terus berulang-ulang, kembalilah ke dokter.
    • Mengantuk. Apabila anak mengantuk, tidak perlu menjaga anak supaya tidak tidur. Jika anak ingin tidur, biarkanlah anak tidur. Meskipun demikian, dapat diperiksa setelah satu jam apakah anak tidur atau terjadi penurunan kesadaran. Pemeriksaan kesadaran anak dihentikan jika anak terbukti sadar penuh selama beberapa jam.
    • Beberapa pertanyaan untuk mengevaluasi kesadaran anak: Apakah mereka tau sekarang ada dimana? Hari apa? Siapa namanya? Apabila anak terlalu kecil dan tidak bisa diajak berkomunikasi, perhatikan apakah responnya normal seperti sebelum cedera kepala.

Berikut adalah gejala-gejala yang harus dipantau. Bawalah ke unit gawat darurat terdekat jika terdapat:

    • Perilaku yang aneh dan tidak seperti biasanya.
    • Nyeri kepala yang terus menerus, tidak perbaikan dengan antinyeri seperti parasetamol.
    • Muntah berulang-ulang.
    • Perdarahan dari hidung atau telinga.
    • Kejang atau terdapat kekakuan orot wajah, lengan dan kaki.
    • Anak tertidur dan sulit dibangungkan.
    • Anak sulit tenang saat bangun, cenderung gaduh gelisah.
    • Jika anda merasa kuatir dan terdapat gejala yang tidak biasa.

Efek jangka panjang cedera kepala.

Pada cedera kepala yang berat, pemulihan otak dapat terjadi selama bertahun-tahun. Cedera otak dalam hal ini bukan saja tergolong cedera kepala akibat kecelakaan atau terjatuh tetapi termasuk juga penyakit yang melibatkan gangguan di otak seperti infeksi otak, stroke, atau cedera otak akibat kekurangan oksigen dalam waktu lama (dapat akibat dari penyakit paru atau jantung).

Akibat dari kerusakan otak bergantung pada luas dan lokasi daerah otak yang rusak. Berat ringannya efek jangka panjang yang terjadi pada otak setelah cedera memang sulit ditentukan. Berikut adalah cara untuk memprediksi seberat apa kerusakan otak yang terjadi:

–          Amnesia. Seberapa lama anak mengalami gangguan ingatan setelah trauma. Gangguan ingatan berupa lupa, bingung, disorientasi baik tempat dan waktu.

–          Derajat kesadaran Glasglow coma scale (GCS). Dokter akan menilai derajat kesadaran anak melalui GCS yang dapat menggambarkan respon anak terhadap lingkungan, suara, cahaya, atau sentuhan.

Berikut adalah pemeriksaan yang perlu dinilai pada anak pasca cedera kepala yaitu fungsi fisik dan motorik, kognitif, perilaku, dan komunikasi. Pada kerusakan otak yang berat dan lama, pemulihan dapat berlangsung bertahun-tahun. Dalam hal ini, keterlibatan rehabilitasi medis amat diperlukan. Pasca trauma kepala yang berat, anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan bahkan mengalami kemunduran dalam perkembangannya. Rehabilitasi melibatkan berbagai segi yaitu dokter ahli saraf, terapis okupasional, fisioterapis, neuropsikologis, dan psikiater. (WIN)

Sumber: Brain injury. Royal Children Hospital Melbourne.

Share artikel ini: