Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Kadang saya merenung, apa yang ada di benak orang Indonesia ketika mendengar kata INFEKSI dan kata SAKIT karena infeksi.

Sama saja? Atau?

Dari pengamatan pribadi, rasanya tidak sedikit yang menganggap, kalau diserang virus, pasti jatuh sakit.

Mari kita pelajari 2 hal berikut yaitu:

1. Infeksi/terinfeksi (terpapar)

2. Jatuh sakit akibat infeksi (disease)

Kita ambil contoh mikroba yang sering terjadi sehari hari yaitu virus common cold

1. Paparan infeksi/TerINFEKSI/ INFECTED

Saat suatu mikroba, dalam hal ini virus (common cold), menyerang/masuk ke tubuh kita, apa yang akan terjadi?

Apakah kita serta merta jatuh sakit?

Saat virus CC ini masuk ke tubuh kita, maka otomatis tubuh pun akan melakukan perlawanan. Sistem imun bergerilya dan bekerja. Inilah yang dimaksud dengan kata infection atau terinfeksi.

Yaitu, kondisi masuknya suatu mikroba ke tubuh kita.

2. DISEASE

Apakah infeksi artinya sama dengan jatuh sakit?

TIDAK!

Sedikitnya, ada 3 hal yang akan menentukan apakah infeksi di atas akan menyebabkan kita jatuh sakit atau tidak.yaitu: Host, agent, dan environment.

Pertama, HOST alias pejamu, alias dalam hal CC ini, yang dimaksud pejamu adalah tubuh kita. Kondisi tubuh kita akan menentukan efektivitas pertahanan tubuh kita. Manula (manusia lanjut usia -re) dan bayi baru lahir, merupakan contoh populasi yang rentan.

Kedua, AGENT.

Yaitu, si mikroba yang menyerang tubuh kita (THE INVADER).

Faktor apa saja di pihak mikroba penyerang (virus cc) yang menentukan kita bakal tidak sakit atau bakal sakit? Misalnya, jumlahnya dan keganasannya (virulensinya).

Kalau kita dikepung oleh yang sedang cc, jumlah virus yang masuk kan super banyak, kemungkinannya kita bakal sakit CC jadi lebih besar.

Ketiga, ENVIRONMENT (lingkungan sekitar kita).

Apa peran lingkungan terhadap risiko jatuh sakit (setelah kita terpapar si virus)? Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi:

1. Lingkungan yang lembab, tidak kena sinar matahari.

2. Lingkungan yang padat, crowded.

3. Lingkungan yang langka air bersih

4. Tingkat sosial-ekonomi-pendidikan-

Jadi?

Ketika tubuh kita diserang virus, tidak otomatis kita pasti bakal jatuh sakit.

Kalaupun sakit, tidak otomatis bakal berat (gawat darurat).

Subhanallaah, kebanyakan penyakit infeksi virus harian, ringan.

Lalu bagaimana dengan Covid-19? Lihatlah data epidemiologi. 82% yang positif, penyakitnya ringan. Sembuh dengan sendirinya, sebagaimana halnya dengan CC dan influenzae.

Jadi?

Selalu jaga hidup agar tetap sehat. Kebersihan, makanan sehat, olahraga, nikmati udara luar di bawah sinar matahari.

Itu semua, bagian dari iman.

Upaya-upaya tersebut merupakan wujud syukur kepadaNya.

Salam sehat

Wati

Share artikel ini: