Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Dalam keseharian, sering sekali kita mendengar statement sebagai berikut:

“Saya masuk angin nih. Badan gak enak banget. Apa ini gejala saya kena lambung?”

Atau

“Kayaknya anak saya masuk angin, perutnya (bunyi) dung dung. Perlu ensim pencernaan ya,Dok?”.

Atau

“Anak saya perutnya kembung. Kenapa ya? Masuk angin kah?”

Itu sedikit contoh dari beberapa statement serupa di ruang konsultasi dokter.

APA SIH MASUK ANGIN ITU?

Dari perspektif orang Indonesia, istilah masuk angin itu menyiratkan rasa tubuh tak nyaman, perut sebah (rasa penuh, ber-gas), perut mulas, ada rasa mual, nafsu makan menurun. Dan lain lain, dan lain lain.

Di dunia kedokteran sendiri, tidak ada penyakit yang namanya (diagnosisnya), masuk angin.

Gejala dan keluhan di atas tadi, secara medis, sangat mungkin merupakan gejala PRODROMAL.

“Mau sakit”, kata sederhananya.

Prodromal itu apa?

Secara harfiah, dari sisi bahasa, prodromal adalah pro dan drome.

Keluhan dan gejala AWAL sebelum munculnya gejala komplit suatu penyakit tertentu.

relating to or denoting the period between the appearance of initial symptoms and the full development of a rash or fever.

WORDS RELATED TO PRODROME

Prior,introductory,previous,head,lead,leading,foregoi,forward,pioneer,front,p,aforesaid,antecede,anterior,before,erstwhil,former,heretofore,other.

In clinical medicine, a prodrome refers to the early symptoms and signs of an illness that precede the characteristic manifestations of the acute, fully developed illness. For example, measles is described as having a prodrome of 3 to 4 days characterized by fever, coryzal symptoms, conjunctivitis, and cough.

Dari sisi medis (seperti keterangan di atas), prodromal adalah GEJALA & KELUHAN AWAL suatu penyakit yang muncul sebelum seluruh manifestasi penyakit tersebut muncul.

Misalnya, campak. Gejala prodromalnya (demam, meler,batuk berdahak, konjungtivitis), muncul 3- 4 hari sebelum ruam campak muncul.

APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Pahami situasi dan kondisi ini agar pikiran tidak melebar kemana mana dan tidak parno (paranoid -red), tidak galau.

Agar tetap rasional.

Nyamankan.

Jika lesu, istirahat. Baca buku atau bacakan cerita (kalau belum bisa membaca). Atau nonton film (di rumah saja) sambil dibantu review, dibantu menganalisis. Tempel stickers, mewarnai, dan lain-lain, dan lalin-lain.

Jika mual dan atau nafsu makan menurun, tawarkan yang enak-enak, yang segerr, yang yummy di mata-hidung-lidah. Tawarkan dalam porsi kecil.

Es krim, puding, es serut buah, dan seterusnya, dan seterusnya.

Tidak usah nasi.

Jika perut tidak enak, tawarkan yang hangat-hangat, kompres botol isi air hangat, pijet, peluk, selimutan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Jika sakit kepala tak hilang dengan istirahat, bisa dipertimbangkan untuk memberikan parasetamol.

Observasi

Observasi adalah bagian dari TREATMENT. Bagian dari tatalaksana.

Kalau lalu muncul diare muntah, kita sudah siap mental dan siap medis (punya oralit).

Kalau lalu muncul bapil (batuk pilek -red), kita juga sudah paham dan selama tidak sesak napas, tidak cemas.

Kalau muncul ruam, kita paham, umumnya infeksi virus. Bisa roseola, bisa rubella, bisa campak (pelajari demam dengan ruam).

Bila demam lebih dari 72 jam, tidak bapil, tidak diare atau muntah, tidak ruam, sila konsultasi dengan dokter.

Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan lahir batin. Aamiin.

Wati

Share artikel ini: