Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Batuk pilek merupakan kondisi umum yang sebetulnya ringan. Mengapa ringan? Karena sembuh dengan sendirinya. Namun demikian, keseharian di poliklinik anak, penuh sesak dan heboh, lebih dari separuh pengunjung, ya batuk pilek.

Sepertinya, Bukti medis bahwa common cold ini merupakan masalah ringan, sulit diterima (atau memang dibiarkan agar tetap jadi semacam misteri).

Kebanyakan orang tua memilih untuk larut dalam kemelut kepanikan yang dibangun oleh diri mereka sendiri.

KASUS 1.

I: Bun, biasanya saya tenang kok kalau anak batuk pilek. Tapi yang sekarang, beda.

W: Bedanya apa, Bu?

I: Ini sudah 1 bulan. Dan 2 hari ini lemes, kayak gak bergairah.

W: Semua orang saat sakit, ya lemas. Itu kan mekanisme menghemat energi. Kalori yang ada dipakai utk pemulihan.

Yang penting, orang tua harus bisa membedakan antara lemas dengan dehidrasi sedang atau berat.

I: Beda lainnya, sudah habis obatnya, masih batuk.

W: Batuk bukan penyakit. Batuk TIDAK JAHAT. Oleh sebab itu, TIDAK ada obatnya.

KASUS 2.

I: Saya cemas, Bun. Anak saya batuknya sudah lama. Takut kenapa-kenapa.

W: Maksudnya apa, Bu? Apa yang dikhawatirkan? Kenapa-kenapa itu maksudnya apa ya?

I: Ya takutnya infeksi bakteri.

W: Ok, kita urai ya apa saja infeksi bakteri yang bikin batuk.

Pertama, pertusis? Gejalanya beda, Bu. Dan kan sudah imunisasi DPT.

Kedua, pneumonia. Gejalanya juga beda. SESAK NAPAS.

Ketiga, TB (tuberkulosis -red). Kebanyakan TB anak, gejalanya BUKAN batuk!

Jangan lupa juga, kita boleh curiga TB kalau di rumah kita ada orang dewasa yang menderita TB aktif.

W: Batuk pilek pada anak = penyebabnya infeksi virus.

Saat ada infeksi virus di saluran napas atas, sel di dinding saluran napas memproduksi mucus/lendir. Gunanya membungkus si virus untuk kemudian dilontarkan melalui batuk, bersin, ingus meler.

KASUS 3.

I: Bun, anak saya batuk terus nih 1 bulan. Saya khawatir daya tahan tubuhnya, kok lemah banget ya.

W: Satu bulan setiap hari, beberapa jam dalam sehari, batuk terus?

I: Ya, nggak sih. Tapi paling sembuh 2 hari, batuk lagi.

W: Di rumah ada anak balita lainnya? Di rumah ada yang batuk pilek juga?

I: Iya, Bun. Pada batuk pilek nih keponakan. Anak saya kalau ada yang bapil (batuk pilek -red), pasti deh ketularan.

W: Hehehe, kata orangtua keponakan kamu, justru anak mereka dapat bapil dari anakmu.

Artinya, ya tular-tularan lah.

Gak ada yang salah dengan daya tahan anak ibu.

KASUS 4.

Pasien usia 22 hari, tertular bapil dari kakaknya yang berusia 3 tahun. Orang tua membawa nya ke UGD untuk menyingkirkan kemungkinan gawat darurat.

Dokter UGD menelpon.

D: Dok, ada bayi bla bla bla… Orang tua minta dikonsulkan ke dokter.

W: Ada kegawat daruratankah, Dok?

D: Tidak ada,Dok. Menyusu sering meski kadang cuma sebentar.

W: Kalau begitu, reassurance saja ya dok. Nenen (menyusu -red) sering-sering saja meski sebentar-sebentar. Posisi agak tegak agar lebih nyaman karena hidung bumpet (buntu -red)nya tidak nyaman kalau posisi terlentang

D: Diberi obat apa, Dok?

W: Bapil tidak ada obatnya, Dok.

ASI sesering mungkin saja. Pengencer dahak sejati kan fluid (cairan -red).

Seminggu kemudian bayi kontrol dan imunisasi. Bapil sudah mereda. Hanya sesekali.

TEMPLATE

Ke-4 kasus di atas hanya sedikit contoh kasus anak bapil lainnya. Tatalaksana sebelumnya juga serupa.

1. Nebul.

2. Puyer/puyer dicampur sirup perasa/sirup.

3. Isinya:

3. A. Antihistamin, misal ceterizine (nama dagang bisa beragam)

Antihistamin = membantu mengurangi manifestasi alergi. Tidak dibutuhkan pada ISPA (infeksi saluran napas akut) virus macam common cold. Yang ada, risiko efek sampingnya (sila baca-baca di drugs.com)

3. B. Bronchodilator (melebarkan saluran napas) misalnya salbutamol (mereknya, beragam).

Obat ini untuk pereda serangan asma. Bukan untuk common cold.

3. C. Pengencer dahak alias mukolitik. Tidak ada obat pengencer dahak.

Pengencer dahak sesungguhnya adalah: FLUID.

3. D. LAIN-LAIN misal steroid.

Asma berat butuh steroid. Common cold, JANGAN diberi steroid.

Ada juga yang dapat “anti virus” atau obat untuk sistem imun, juga ada yang dapat antibiotik.

Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

Sebagian besar obatnya dicampur dan digerus (puyer).

Jadi?

A. CC (common cold -red)tidak perlu ke dokter apalagi ke spesialis anak.

B. TIDAK ADA satupun obat yang mempercepat penyembuhan CC.

C. TIDAK ADA OBAT BATUK!! Batuk bukan musuh, mengapa digempur dan dilawan? Salah sasaran.

Lha jadi yang selama ini diberikan apa?

Naah… paham kan kelirunya dimana?

Common cold, treat it with common sense.

Wati

Share artikel ini: