Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Beberapa tahun terakhir ini, ada fenomena yang membingungkan. Apa?

Ketika laju pertumbuhan bayi melambat, maka telunjuk pun diarahkan ke ISK, ADB, FIMOSIS. di CAPING … ditulis perihal ISK yg dijadikan kambing hitam. Sila dibongkar kembali CAPING tersebut.

KASUS 1.

I: Dok, saya 2 minggu yang lalu konsultasi. Kata DSA (dokter spesialis anak)nya anak saya (7 bulan), fimosis. Harus disunat.

W: Sunat pada anak laki-laki, prinsipnya, the sooner – the better. Dengan catatan, jangan kaitkan kulupnya dengan seretnya BB (berat badan -red).

KASUS 2.

I: Dok, anak saya kata dsa-nya, fimosis. Sudah saya sunat, tapi BB-nya tetap seret. Kenapa ya?

W: Ketika laju pertumbuhan melambat, yang harus dipikirkan adalah asupan nutrisinya (kecukupan ASI, MPASI). Bukan sibuk mencari kelainan (misal, ISK, ADB, fimosis, TB, dll dll)

KULUP/FORESKIN, NORMALNYA SEPERTI APA?

Coba kita lihat cuplikan artikel di bawah ini yang saya kutip dari webnya RCH:

https://www.rch.org.au/

Normal Anatomy and Function

  • At birth, the normal foreskin (prepuce) is attached to the glans and has a tight opening (preputial ring) at the distal end.  It is not retractable in most newborns.
  • Retractability increases with age, with full retraction possible in
    • 10% of boys at 1 year
    • 50% of boys at 10 years
    • 99% of boys at 17 years
  • A non-retractable foreskin is a normal variant and needs no intervention. It is different from true phimosis.

Singkatnya:

Saat lahir, semua bayi laki-laki, kulup/foreskin-nya, menempel pada glans penis (kepala penis). Tidak bisa ditarik atau dilepaskan. Kondisi ini merupakan kondisi yang normal.

Berbeda dengan true phimosis.

TIDAK PERLU intervensi apapun.

Sejalan dengan bertambahnya usia, maka foreskin tersebut bertahap akan bisa ditarik ke belakang. Lihat persentase retraktibilitas di artikel RCH di atas.

FIMOSIS YANG TIDAK NORMAL (TRUE PHIMOSIS), SEPERTI APA?

Coba simak artikel di bawah ini: https://www.rch.org.au/

Sangat berbeda dari pemahaman kebanyakan kita. True phimosis alias fimosis yang patologis berbeda dengan sikon (situasi dan kondisi -red) di atas perihal kulup yang ujungnya menyempit dan tidak bisa ditarik.

Tampak ada scar (jarungan parut) di ujung foreskin. Penyebab utamanya, karena sering di tarik tarik.

Gejalanya: menggelembung setiap berkemih. Lengkapnya sila baca di bawah ini.

Phimosis

  • Pathologic phimosis results from scarring of the preputial ring preventing retraction. This is distinct from normal non-retractable foreskin described above.
  • Features
    • Obvious ring of scar tissue visible at foreskin opening.
    • Foreskin not retractable at the conclusion of puberty.
    • Previously retractable foreskin becomes non-retractable.
    • Persistent ballooning of foreskin on urination in older children, with pinhole foreskin opening, narrow urinary stream and no response to topical steroid creams.
  • Causes
    • Most commonly due to repeated attempts to forcibly retract the foreskin before it has become naturally retractable.
    • Balanitis Xerotica Obliterans (BXO); an aggressive scarring condition (very rare <8yo).
  • Treatment
    • Application of topical steroid cream (0.05% betamethasone cream 2-3 times daily) should be trialled for 2-4 weeks
    • If good response to steroids, continue for total of 6-12 weeks.
    • If no / poor response to steroids, pathologic phimosis is likely. Refer to Urology services.
  • Red flag: urgent surgical referral is required is the child is unable to pass urine.

Jadi????

1. JANGAN TARIK-TARIK KULUP!

The foreskin should never be forcibly retracted for cleaning. Once it becomes freely retractable naturally, then the child should retract it as part of routine bathing, ensuring immediate replacement over the glans to prevent paraphimosis. See care of the normal uncircumcised penis patient information.

2. Jangan KELIRU!

Keliru pertama:

kulup yang menutup dianggap sebagai kelainan.

Keliru kedua:

Kulup normal yang menutup kepala penis, dianggap sebagai penyebab terganggunya pertumbuhan anak.

Keliru ketiga:

Kulup normal tersebut mengharuskan untuk secepatnya disunat.

Sunat itu, the sooner the better, tapi jangan kaitkan dengan kondisi kulup sempit yang sebetulnya kondisi normal (physiologic phimosis).

Points

  1. A non-retractable foreskin is a normal variant and needs no intervention. It is different from true phimosis.
  2. The foreskin should never be forcibly retracted for cleaning.
  3. Acute surgical interventions are rarely necessary. See Consider consultation when, below.
  4. Red flags include urinary retention, swollen red penis with a fever and blue/black distal penis.

Selamat bijak parenting

Wati

Share artikel ini: