Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Kasus 1.

I: Dok, anak saya diare udah 3 hari. Ini masuk hari ke-4. Sudah dikasih probiotik. Belum juga normal. Apa harus antibiotik?

Kasus 2.

I: Anak saya sembelit. Sudah 2 minggu. Kasihan lihatnya. Mukanya merah. Sekarang dia kayak trauma. Kalau mau pup, malah nangis.

Saya sudah kasih probiotik. Apa mesti kasih enzim?

KASUS 3.

I: Anak saya bb(berat badan -red)nya seret. Sama dsa (dokter spesialis anak)nya diresepin L… (probiotik yang sama). Perlu gak ya?

Probiotik adalah bakteri baik; yeast (ragi) yang baik.

Badan kita punya banyak sekali bakteri baik, khususnya di saluran cerna. Bakteri yang membantu kita.

BAGAIMANA PROBIOTIK BEKERJA?

Para peneliti masih terus meneliti manfaat probiotik dan sejauh ini,  belum ada bukti kuat perihal manfaatnya. Semuanya masih berupa dugaan. 

Diperkirakan, probiotik mungkin bisa membantu pasca pemberian antibiotik jangka panjang. Tujuannya:

Mengganti bakteri baik yang mati akibat mengonsumsi antibiotik.

Apakah bisa membantu mengatasi konstipasi? Jawabannya, belum jelas. Penelitian baru tahap skala kecil. Yang jelas, konstipasi ditangani dengan:

1. Asupan ASI ditingkatkan (untuk usia kurang dari 1 tahun)

2. Asupan serat ditingkatkan.

BAGAIMANA REGULASINYA?

Probiotik diatur sebagaimana halnya regulasi untuk makanan; bukan sebagai obat.

Jadi?

Unlike drug companies, makers of probiotic supplements don’t have to show their products are safe or that they work.

Artinya, produsen probiotik tidak ada kewajiban melakukan tahapan-tahapan panjang uji klinis. Mereka tidak perlu membuktikan bahwa produknya aman dan efektif (mujarab sesuai yang di-claim-kan).

APAKAH KITA PERLU MENGONSUMSI PROBIOTIK?

Mestinya sih tidak perlu ya, hehehe… Kita sudah diberi gratis oleh Yang Di Atas dalam jumlah super banyak.

Kecuali kita krisis bakteri baik akibat sering mengonsumsi antibiotik (makanya, MAKIN SERING MENGONSUMSI ANTIBIOTIK, MAKIN SERING SAKIT).

KAPAN TIDAK DIANJURKAN MENGONSUMSINYA?

Pada umumnya, makanan dan suplemen yang mengandung probiotik, dianggap aman bagi sebagian besar orang.

Namun demikian, mereka yang sistem imunnya rendah atau dengan gangguan kesehatan yang serius…. JANGAN KONSUMSI probiotik. Ini aslinya:

(In general, probiotic foods and supplements are thought to be safe for most people, though some people with immune system problems or other serious health conditions shouldn’t take them).

Jadi? Pada individu yang sakit berat atau sistem imunnya rendah (misal bayi prematur, pasien ICU), efek samping yang dikhawatirkan adalah

1. terjadinya INFEKSI,

2. terbentuknya zat berbahaya hasil produksi bakteri/mikroba probiotik.

3. Transfer gen resisten terhadap antibiotik (gen dari mikroorganisme probiotik ke organisme di saluran cerna kita).

Pada beberapa kasus, bisa mengalami efek samping ringan seperti:

rasa tak nyaman di lambung; diare, perut bergas dan terasa kembung (bloated). Kadang juga men-trigger (memicu -red) alergi.

Jadi?

Ikuti panduan resmi.

Probiotik tidak masuk di panduan resmi tatalaksana diare (GE) maupun konstipasi.

Tidak juga masuk ke panduan tatalaksana gangguan laju pertumbuhan.

Mensyukuri apa yang kita punya adalah akhlak terpuji.

Salam,

Wati

Share artikel ini: