Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Di ruang konsultasi, masih banyak orang tua yang ketika ditanya riwayat kelengkapan imunisasi, menyatakan: ” yang wajib sudah lengkap, Dok”.

W: Maksudnya apa ya Bu? Yang mana yang wajib? (Sambil saya sodorkan jadwal rekomendasi imunisasinya IDAI; baik yang tahun 2014, maupun yang tahun 2017).

Ibu 1 : mempelajari ke dua tabel tersebut. Dan terdiam sejenak.

Ibu 2 : Dok, anak saya (8 bulan) belum imunisasi rotavirus dan pneumococcus. Baru yang wajib saja. Masih bisa gak ya, Dok, disusulkan?

W : Bu, di tabel rekomendasi jadwal tadi, yang mana yang imunisasi wajib?

I : Itu, Dok, BCG, DPT, hepatitis B.

Sudah lengkap kan, Dok?

Yang gak wajib itu penting juga ya, Dok?

W : Bu, coba perhatikan dengan seksama. Gak ada kan tulisan: WAJIB.

Mereka pun mengangguk.

Apakah itu imunisasi?

Sederhananya, upaya untuk meningkatkan imunitas (kekebalan) tubuh.

Dengan cara, memasukkan bakteri atau virus yang sudah DILEMAHKAN atau sudah MATI. Vaksin yang dimasukkan akan merangsang sel darah putih untuk membuat sel memori. Sel memori ini akan bisa mengenali si bakteri atau virus terkait ketika suatu saat kita terinfeksi.

Apakah semua penyakit bisa dicegah dengan imunisasi?

Imunisasi hanya untuk penyakit infeksi. Tidak semua penyakit infeksi ada vaksinnya.

Misalnya, infeksi virus yang berat, pasti dunia kedokteran mengupayakan agar berhasil menemukan vaksinnya. 

Penyakit infeksi yang berat, artinya:

– mematikan

– membuat cacat

– menyebabkan penderitaan (sakitnya lama).

Apa saja persyaratan agar imunisasinya berhasil?

Antara lain:

1. VAKSIN:

– mutunya baik (bukan vaksin palsu; lihat kemasan, brosur, segelnya, dll.);

– penyimpanannya benar (suhu lemari es tidak boleh lebih dari 6 derajat C).

2. CARA PEMBERIANNYA BENAR.

timing (usia, sesuai tabel rekomendasi) alias TEPAT WAKTU

– jadwal, sesuai tabel rekomendasi

– cara penyuntikannya (lokasi, misalnya, jangan di bokong/ pantat)

– teknik penyuntikan yang tepat (ke otot, di kulit, atau di bawah kulit di atas otot).

Apa tujuan imunisasi?

1. Melindungi setiap individu di muka bumi

2. Mengeradikasi (melenyapkan -red) penyakit. Misalnya, cacar sudah lenyap dari muka bumi.

Jadi?

Imunisasi merupakan suatu upaya kemanusiaan; bukan sekedar upaya medis.

Oleh karena itu, imunisasi BUKAN kewajiban. Imunisasi adalah HAK, hak untuk memperoleh perlindungan.

Lalu mengapa ada pemikiran seolah imunisasi itu ada yang wajib dan ada yang tidak wajib?

Sebetulnya, imunisasi di Indonesia memang dibagi 2. Imunisasi yang merupakan program pemerintah (PPI) dan yang di luar program pemerintah.

Mengapa demikian? Yang program pemerintah mempergunakan vaksin yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri.

Vaksin yang masih diimpor, belum masuk PPI.

Immunization is an act of love.

Wati

Share artikel ini: