Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Semakin banyak saja orang tua yang datang ke saya karena merasa seretnya penambahan berat badan bayinya (laju pertumbuhan/growth rate melambat).

Kebanyakan justru terjadi setelah pemberian MPASI. Sedihnya, tujuan konsultasi tersebut umumnya disertai kecurigaan bahwa gagal tumbuhnya, atau penolakan makannya, lantaran ada penyakit. Umumnya, yang menjadi kambing hitamnya adalah ISK (infeksi saluran kemih -red) dan ADB (anemia defisiensi zat besi -red). Hampir tidak ada yang justru mempertanyakan: jangan-jangan asupan nutrisinya (ASI dan MPASI) yang keliru sehingga tidak berhasil memenuhi kebutuhan si anak.

Entah apa yang menyebabkan para ibu selalu menuduh (silent) ISK dan ADB. Padahal, penyebab utamanya ya kesalahan dalam memberikan asupan nutrisi.

Coba direview, apakah asupan ASInya mencukupi?

Bagi ibu-ibu yang tidak bekerja, coba perah. Nenen 15 menit lalu TOP UP dengan ASIP.

Bagi ibu bekerja, apakah selama ibu tidak di rumah, ASIPnya cukup? (BB ideal x 200 ml x (durasi jam ibu tidak di rumah/24 jam)

Coba introspeksi

MPASInya sudah kaya protein hewani atau kaya nasi?

Ingat

Masa Golden period anak hanya 2 tahun.

Salam cerdas ASI MPASI,

Wati

Share artikel ini: