Dear all,

Selamat pagi.

(Tulisan ini-red) Buat yang sedang hamil atau akan hamil, atau yang bayinya pernah jaundice.

Kebanyakan ibu mempersiapkan dirinya dengan belajar tentang ASI (Air Susu Ibu)…

Bagus! Sayangnya, ibu lupa bahwa yang bayi butuhkan, buanyaak sekali. Bukan cuma ASI. Salah satu yang harus dikuasai calon orangtua adalah jaundice.

Kelirumologi seputar jaundice juga buanyak.

Misalnya

1. Bilirubin (kadarnya) tidak boleh lebih dari 10. Padahal, kadar bilirubin harus dikaitkan dengan usia. Tidak bisa bilang, (jika kadar) bilirubin 12 harus terapi sinar. Tergantung usianya. Ada tabelnya.

2. Jemur telanjang setiap pagi.

Padahal, sinar matahari tidak menurunkan kadar bilirubin.

Padahal lagi, bayi TIDAK BOLEH DIJEMUR apalagi (dalam kondisi) telanjang.

3. Kurang ASI (padahal Berat badan tidak turun lebih 10 persen, padahal bayi dehidrasi).

4. Dan seterusnya, dan seterusnya…

Kiat ( bagi) ibu hamil:

1. Pelajari jaundice di AAP (American Academy of Pediatrics), situs milissehatyop.org

Jaundice of the newborn judulnya.

Pelajari apa risiko jaundice pada bayi baru lahir.

Misal:

– rhesus. 

– golongan darah: ibu golongan darah O, bayi BUKAN O

– prematuritas

– sepsis atau penyakit berat lainnya

2. Pelajari tabel jaundice.

Ada di kedua web di atas.

Di tabel tersebut, kadar bilirubin dikaitkan dengan usia.

Misal:

Usia 48 jam, kadar bilirubin sampai dengan 12 itu wajar.

Kalau (kadarnya) di atas 13, baru pikirkan terapi sinar.

Usia 72 jam, bilirubin sampai dengan 15 juga wajar. Belum perlu terapi sinar.

Kalau lebih dari 15, baru pikirkan perlu tidaknya terapi sinar.

Usia lebih dari 72 jam, (jika angka kadar) bilirubin 17 tidak otomatis harus terapi sinar.

Naah itu beberapa clues bagaimana menyikapi jaundice pada BBL( Bayi Baru Lahir).

Ingat, 6 dari 10 BBL akan mengalami jaundice. Semata-mata karena liver nya belum matang.

Bagaimanapun, bilirubin itu punya sifat anti oksidan. Tidak otomatis dianggap jahat.

Peluk untuk bayi kalian,

Wati

Share artikel ini: