Bisul, abses, dan selulitis adalah infeksi oleh bakteri pada kulit yang biasanya diawali oleh garukan atau gigitan serangga dan kemudian berkembang menjadi benjolan merah yang berisi nanah.

  • Bisul adalah infeksi dangkal berisi cairan yang diselubungi lapisan tipis kulit.

  • Abses umumnya lebih besar dan dalam daripada bisul disertai bengkak kemerahan dan sakit pada area yang berisi nanah.

  • Selulitis adalah infeksi pada kulit dan daerah di bawahnya, kulit menjadi merah dan lunak. Daerah yang terkena selulitis dapat meluas dengan cepat.

Apa saja tanda-tanda atau gejalanya?

Bisul umumnya hanya kecil (sebesar uang koin 50 rupiah) dengan selubung kulit tipis, sementara abses tampak lebih besar dan menonjol pada kulit , kulit bila disentuh terasa lunak dan pada jaringan dalamnya berisi nanah. Abses dan bisul dapat didrainase (dikeringkan) bila kulit pada daerah yang terinfeksi dibuka dan cairan atau nanah di dalamnya dikeluarkan. Tanda-tanda selulitis antara lain kulit kemerahan dan lunak serta demam. Pada semua infeksi kulit tersebut, kulit terasa lebih hangat dibandingkan kulit normal karena reaksi tubuh terhadap infeksi.

Berapa lama masa inkubasi dan penularannya?

Waktu inkubasi (waktu antara tubuh mulai terkena penyakit hingga mulai tampak gejala penyakit) tidak diketahui. Bakteri normal pada kulit (Staphylococcus sp dan Streptococcus sp) adalah penyebab bisul, abses dan selulitis. Bakteri-bakteri ini umumnya ada pada kulit dan biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, Staphylococcus sp dan Streptococcus sp dapat menyebabkan infeksi bila kulit terluka atau bakteri infeksi menjadi lebih agresif dan lebih kuat melakukan perlawanan terhadap reaksi infeksi oleh tubuh.
Beberapa tahun belakangan, ada satu jenis Staphylococcus tertentu yang disebut Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) sangat mungkin menjadi penyebab infeksi lebih serius. Infeksi kulit ini menular bila daerah yang terinfeksi terbuka atau dilakukan drainase. Orang yang membawa bakteri ini dalam hidung dan kerongkongan dan pada kulit mereka akan menularkan pada orang lain. Namun, bakteri perlu masuk melalui kulit yang terbuka untuk menimbulkan infeksi.

Bagaimana cara penularannya?

Orang ke orang, melalui kontak/sentuhan dengan nanah dan bakteri pada kulit dan, yang jarang terjadi, melalui lingkungan atau benda yang terkontaminasi.

Bagaimana mengendalikannya?

  • Jagalah kebersihan tangan.
  • Eksim adalah salah satu faktor berisiko terkena MRSA. Orang-orang yang memiliki eksim pada tangan harus melakukan pengendalian eksimnya dengan baik.
  • Tutup luka sesudah didrainase.
  • Anak-anak yang terinfeksi mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik pada jaringan yang terinfeksi. Drainase dengan pembedahan tanpa antibiotik dapat dilakukan untuk abses. Bila antibiotik diresepkan, harus diberikan sesuai dengan petunjuk pada label obat.

Kadangkala, beberapa orang dalam keluarga atau penitipan anak mengalami infeksi berulang  seperti bisul dan abses. Ini mungkin disebabkan oleh MRSA. Pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi tidak pernah menularkan bakteri pada orang lain.

Tidak ada cara yang efektif dan tahan lama untuk membunuh MRSA dari penitipan anak dan keluarga karena umumnya bakteri ini hidup pada kulit dan di dalam hidung orang-orang yang tidak terinfeksi.(Sylvi)

Sumber : https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/infections/Pages/Boils-Abscess-and-Cellulitis.aspx

Share artikel ini: