Selalu memulai diskusi pada tingkatan umur yang sesuai ketika berbicara mengenai seks pada anak Anda. Ingatkan diri Anda mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan emosi dan kognitif anak Anda. Untuk anak pada umur 5-12 tahun:

  • Mudah untuk diberikan saran
  • Perhatikan tanda-tanda (jika Anda bukan orang tua si anak) yang diberikan orang tua mengenai bagaimana harus bereaksi dengan anak tersebut
  • Masih mengembangkan pemikiran abstraknya
  • Cenderung melihat sesuatu “hitam” dan “putih”
  • Cenderung berorientasi dan terikat pada peraturan.

Mulailah membuat susunan pembicaraan untuk diskusi. Contoh:

  • “Saat yang tepat untuk membicarakan sentuhan baik dan sentuhan buruk, karena acara perkemahan segera dimulai”, atau “karena ini musim panas dan anak-anak akan banyak mengenakan baju renang, di mana baju yang dipakai cukup minim, kita perlu membicarakan ini”, atau “ada artikel yang menarik di koran (mengenai seks), aku ingin membicarakan ini denganmu.”
  • “Kita perlu sesekali membicarakan ini, karena ini adalah cara untukku untuk membuat kamu aman, dan Aku bisa mengajarkan cara supaya kamu tetap aman.”
  • “Hanya orangtuamu dan dokter kamu yang boleh menyentuh bagian privasi dari tubuhmu.” Sentuhan baik – adalah pelukan, ciuman, dan tepukan yang pantas. Sentuhan buruk – adalah menyentuh bagian privasi dari tubuh, dan sentuhan yang membuat kamu tidak nyaman dan tidak berhenti.  Ini adalah kesempatan yang baik untuk membicarakan kepada anak Anda secara umum mengenai batasan pada tubuh, dan rasa hormat.

Tanyakan pertanyaan terbuka: “Apakah ada orang di sekolah, atau tempat perkemahan menyentuhmu dengan cara yang buruk, atau memintamu untuk melakukan hal yang tidak kamu suka” “Ceritakan padaku”

Tetap tenang dan tekankan penerimaan dan dukungan Anda: “Kamu selalu bisa untuk bercerita sama aku untuk menceritakan sesuatu yang terjadi padamu. Aku tidak akan marah.”

Tekankan keselamatan: “Siapa orang lain yang bisa kamu ajak bercerita yang bisa membuat kamu aman?” “Jika seseorang membuat kamu merasa tidak nyaman, kamu bisa bercerita kepadaku, atau guru, dan kami akan melindungi kamu”.

Yakinkan anak Anda jika seseorang menyentuh dengan cara atau tempat yang tidak sesuai, itu bukan salah anak Anda; bukan dia yang harus disalahkan. Juga katakan bahwa Anda sangat menghargai anak Anda dalam menceritakan hal ini.

Karena anak-anak pada usia ini menggabungkan petunjuk atau kemungkinan-kemungkinan dari suatu kejadian spesifik menjadi suatu yang mereka percaya, sangat penting untuk tidak medorong anak Anda melakukan penambahan-penambahan pada cerita. Contoh:

Hindari: memberitakan ide bahwa sesuatu telah terjadi. Contoh: “Orang itu melakukannya, atau tidak?”

Hindari: menanyakan pertanyaan berulang-ulang – hal ini akan membuat anak Anda berpikir sesuatu yang salah terjadi, padahal sebenarnya tidak ada kejadian apapun.

Hindari: menyarankan sesuatu hal yang Anda pikirkan (pada anak Anda) dan menanyakan siapa, kapan, dan di mana sesuatu pernah terjadi.

Bersabar: Hal ini cukup sulit dalam situasi Anda khawatir dengan keadaan anak Anda. Anda bisa menanyakan tentang situasi ini secara rutin, dan anak Anda mungkin tidak menjawab Anda saat itu juga. Bersikaplah penuh perhatian untuk suatu jawaban atas pertanyaan yang Anda berikan di suatu saat kelak.

Bagaimana anak di umur TK bereaksi terhadap pertanyaan spesifik mengenai perilaku seksual: Mereka:

  • Akan memiliki masalah dalam mengerti ide dari perilaku “alleged” (seuatu yang dinyatakan, tapi belum terbukti). Dalam pikiran mereka, orang itu jika tidak menyalahi aturan atau orang itu mengikut peraturan, baik atau buruk.
  • Akan cenderung untuk mengartikan kekhawatiran orang tua meraka sebagai indikasi sesuatu yang jelek sudah terjadi, bukan sesuatu “yang mungkin bisa terjadi” atau Anda sedang mengajak mereka berbicara “jika sesuatu terjadi.”
  • Akan mencoba untuk “membaca” Anda dan mengatakan sesuatu yang mereka pikir Anda ingin dengar.

Jika Anda memiliki kekhawatiran sesuatu mungkin telah terjadi pada anak Anda, ada beberapa tanda stress yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

Bahkan ketika anak Anda tidak mau berbicara bahwa sesuatu telah terjadi, Anda dapat melihat dari gejala-gejala yang pantas untuk dijadikan evaluasi selanjutnya:

  • Permainan yang berhubungan denga seks, dilakukan secara berulang dengan anak lain, atau dengan boneka
  • Perubahan minat dari permainan dari pola semula
  • Menjauhkan diri dari teman-teman atau orang dewasa
  • Secara emosional, terlihat seperti mati rasa
  • Sering mengalami mimpi buruk
  • Menjadi lekas marah, sering kesal, berhati-hati, dan gampang sekali tekejut
  • Terlihat lebih khawatir dan takut, terutama ketika bertemu dengan orang atau pergi ke tempat yang diasosiasikan dengan kejadian yang bersifat traumatis tersebut.
  • Adanya usaha untuk menghidara tempat, orang, atau kejadian tertentu tanpa ada alasan yang jelas.
  • Perubahan perilaku yang sepertinya dapat dihubungkan dengan waktu atau kemungkinan kejadian.

Jika anak Anda mengetahui kejadian atau insiden yang dialami anak lain, atau ditanyakan secara spesifik mengenai orang yang dicurigai:

  • Berikan pertanyaan-pertanyaan yang Anda yakin memiliki fakta di belakangnya, dan jujur mengenai apa yang Anda tidak tahu
  • Biarkan anak Anda bercerita apa yang dia tahu, apa yang dia pertanyakan, dan kekhawatiran apa yang ada di dalam pikirannya.
  • Ingatkan anak Anda bahwa yang sedang dilakukan adalah untuk menjaga dia tetap aman – orang tua, guru-guru, polisi, Ingatkan anak Anda bahwa dia selalu bisa bercerita pada Anda atau orang dewasa yang terpercaya lainnya.
  • Tetap tenang dan netral. Jika Anda terlihat marah, takut, atau sedih, hal itu tidak akan membantu anak Anda untuk bercerita pada Anda.
  • Jangan bercerita pada anak Anda mengenai sesuatu yang akan terjadi,  tapi ceritakan apa yang Anda pikir merupakan ide yang baik untuk berbicara pada apa yang telah terjadi pada seseorang yang lain.
  • Tunujukkan kepedulian Anda, tapi bukan rasa marah.
  • Hubungin sekolah anak Anda.

Secara keseluruhan, hal yang tersulit mungkin adalah meyakinkan diri Anda sendiri bahwa anak Anda baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Perasaan tidak enak ini pun masih bisa terjadi setelah semua bukti menunjukkan bahwa tidak ada yang terjadi pada anak Anda dan anak Anda dalam keadaan baik-baik saja. Coba untuk mengembangkan pikiran jernih Anda mengenai standar “normal” yang Anda miliki untuk anak Anda, dan anak diumur sekolah TK pada umumnya. Jika masalah tetap terjadi, konsultasikan pada orang dengan porfesi di masalah kesehatan mental, hal ini dapat membantu Anda. (RK)

Sumber:

http://www.aboutourkids.org/articles/talking_children_about_child_or_sexual_abuse

Share artikel ini: