Secara alamiah, semua wanita pasca melahirkan akan menyusui bayinya dan jumlah susu yang diproduksi adalah cukup untuk si bayi. Kenyataan tidaklah demikian, pada kondisi tertentu misalnya pada bayi-bayi sakit, kebutuhan ASI meningkat namun produksi ASI ibu belum tentu cukup. Bayi-bayi yang lahir prematur  atau bayi dengan berat lahir rendah memerlukan lebih banyak ASI untuk mengejar pertumbuhannya sedangkan produksi ASI ibu belum mencukupi. Berdasarakan latar belakang tersebut, muncullah Bank ASI. Bank ASI adalah sebuah organisasi non-komersial yang bertujuan menyediakan ASI donor bagi bayi-bayi yang tidak mendapat ASI maupun kekurangan ASI.

Bagaimana proses pengumpulan ASI?

Bank ASI mengumpulkan ASI dari wanita-wanita menyusui yang dengan sukarela menyumbangkan ASInya. Pendonor ASI harus melalui berbagai test dan wawancara untuk meyakinkan bahwa ASI yang didonorkan aman untuk dikonsumsi bayi lain.

Prosedur apa yang dilakukan oleh si pendonor?

Seorang pendonor wajib menyatakan bahwa ia tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan yang dapat membahayakan bayi yang menyusu. Pendonor akan menjalani tes kesehatan gratis untuk memastikan ia tidak mengidap penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI (HIV, Hepatitis, Sifilis, HTLV). Penyimpanan ASI harus menggunakan wadah khusus yang aman. Pengiriman ASI harus melalui biro jasa yang mengerti bagaimana menangani ASI. Semua prosedur itu adalah gratis untuk si pendonor.

Untuk siapa ASI donor tersebut?

Pada awalnya Bank ASI diperuntukan bagi bayi-bayi yang dirawat di ruang intensif bayi baru lahir. Saat ini banyak ibu bekerja yang tidak mampu mencukupi kebutuhan ASI untuk bayinya sehingga mencari tambahan dari ASI donor.

Bagaimana prosedur untuk mendapatkan ASI donor dari Bank ASI?

Sejumlah uang tertentu harus dibayar untuk mengganti jasa penyimpanan dan berbagai tes yang dilakukan oleh Bank ASI. Bank ASI bukanlah lembaga komersial sehingga berbagai macam penggalangan dana dilakukan untuk membantu meringankan biaya yang harus ditanggung oleh penerima ASI donor. Apabila secara financial, seorang ibu tidak dapat membayar biaya ASI donor, terdapat kebijakan dari Bank ASI untuk memberikan ASI donor tanpa biaya, hal tersebut dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan bayi dan status ekonomi orang tua. Bank ASI memprioritaskan pemberian ASI donor berdasarkan permintaan dokter dan rumah sakit tempat bayi di rawat.

Dimanakah Bank ASI dapat ditemukan?

Sampai saat ini, tidak semua Negara memiliki Bank ASI. Negara-negara yang tercatat memiliki Bank ASI adalah sebagai berikut Brazil, Bulgaria, Ceko, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Jepang, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Banyak ibu yang memilih mencari pendonor sendiri melalui media sosial atau internet dan dari mulut ke mulut tanpa melalui tes kesehatan tertentu namun hanya berdasarkan saling percaya. Yang penting mengetahui berbagai risiko medis pada bayi apabila pendonor tidak dilakukan tes kesehatan. (WIN)

Share artikel ini: