Bagaimana jika anda tidak mengimunisasi anak anda?  Orang tua yang peduli pada anaknya seharusnya mempertimbangkan konsekuensi jika tidak memberikan imunisasi kepada anak-anaknya.

Tanpa pemberian imunisasi, anak anda akan menghadapi resiko yang cukup besar untuk menderita penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan pemberian imunisasi .

Pengembangan vaksin dilakukan untuk memberikan proteksi kepada individu dari penyakit yang berbahaya, bahkan mematikan. Vaksin sendiri bersifat aman dan efektif, dan penyakit – yang bisa dihindari dengan vaksin – masih dapat memberikan ancaman pada kesehatan anak anda:

  • Pertussis atau “whooping cough” adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya pada bayi. Penanganan penyakit ini tidaklah mudah, bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian. Selama tahun 1997 – 2000,  hampir 30 ribu kasus pertussis dilaporkan di Amerika Serikat, dan 62 kasus di antaranya berakhir pada kematian. Adapun dari kasus pertussis yang dialami oleh bayi di bawah umur 6 bulan, duapertiganya harus menjalani rawat inap di rumah sakit.  Pada tahun 2004, dilaporkan terjadi sebanyak 25.827 kasus pertussis – kasus terbanyak yang pernah tercatat sejak tahun 1959.
  • Measels atau Campak adalah penyakit yang berbahaya dan sangat menular. Pada tahun 1989 -1991, Amerika Serikat mengalami apa yang disebut epidemi penyakit ini, dimana 55 ribu kasus dilaporkan dan tercatat 132 kasus berakhir pada kematian (di mana sebagian besar kasus kematian dialami oleh anak-anak).  Adapun kasus campak pada anak di dunia, tercatat telah menyebabkan 500 ribu anak meninggal dunia (rata-rata).
  • Diphtheria atau difteri adalah infeksi pada hidung dan tenggorokan, yang sifatnya sangat menular. Penyakit ini juga bisa menyebabkan permasalahan yang serus pada pernapasan, gagal jantung (heart failure), kelumpuhan (paralysis),  bahkan kematian. Di Amerika Serikat, dalam beberapa tahun ini, ditemukan beberapa kasus saja untuk penyakit ini. Namum demikian, baru-baru ini, epidemi dari penyakit difteri ini muncul di  negara –negara pecahan Uni Soviet, di mana anak-anak dan orang dewasa di negara-negara tersebut tidak mendapatkan imunisasi difteri. Dilaporkan bahwa kasus difteri meningkat dari 839 di tahun 1989 menjadi 47.802 di tahun 1994, dan 1,746 diantaranya meninggal dunia.
  • Hampir setiap anak menderita cacar air sebelum vaksinnya ditemukan.  Pada tahun 1988 – 1995,  hampir 10 ribu orang di rawat di rumah sakit karena komplikasi penyakit ini – kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang tadinya dalam keadaan sehat. Tahun 1990-1994 rata-rata 43 anak meninggal akibat menderita cacar air.
  • Di tahun 2003-2004, pada musim influenza, 40 negara bagian di Amerika Serikat melaporkan bahwa terjadi kasus 152 kematian akibat influenza pada anak di bawah 18 tahun.

Tanpa pemberian imunisasi, anak anda dapat menulari orang lain

Anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi, bisa tertular penyakit – yang bisa dicegah oleh imunisasi – melalui komunitas di sekitarnya:

  • Orang-orang yang tidak mendapatkan imunisasi dapat menularkan penyakit – yang dia miliki – kepada bayi, di mana bayi tersebut masih sangat muda dan belum sepenuhnya terimunisasi.
  • Orang-orang yang belum mendapatkan imunisasi bisa menjadi ‘ancaman’ bagi anak-anak dan orang dewasa yang tidak bisa diimunisasi karena alasan medis, seperti penderita leukemia atau kanker lainnya, HIV/AIDS dan penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi, terapi radiasi, atau menggunakan cortisteroids dalam dosis yang cukup tinggi.
  • Orang-orang yang belum melakukan imunisasi bisa juga menulari sebagian kecil dari anak-anak yang sudah mendapatkan imunisasi.

Tanpa pemberian imunisasi, anak anda mungkin tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah atau masuk ke dalam day care.

Pada musim terjadinya wabah penyakit, terdapat kemungkinan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi  akan dirumahkan, tidak boleh datang ke sekolah atau daycare sampai wabah penyakit itu selesai, dengan tujuan untuk proteksi bagi mereka yang belum terimunisasi, maupun anak-anak lainnya (yang diperbolehkan untuk masuk sekolah). Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan baik bagi orang tua maupun anak yang dirumahkan tersebut.

Apa yang seharusnya dilakukan…

Walaupun keputusan akhir ada di tangan anda, Sangatlah disarankan untuk mengimunisasi anak anda. Diskusikan dengan seksama, semua hal yang anda pikirkan atau khawatirkan mengenai imunisasi kepada tenaga medis yang dapat dipercaya. Keputusan akhir anda tidak hanya berpengaruh kepada kesehatan anak anda, tapi juga mempengaruhi kesehatan dari anggota keluarga lainnya, kesehatan teman anak anda dan keluarganya, teman sekelas, tetangga, maupun komunitas. (RK)

Sumber:     http:// www.immunize.org/catg.d/p4017.pdf

Share artikel ini: