Obat antidiare pada umumnya adalah obat yang dapat mengurangi frekuensi diare dan menghentikan diare namun tidak menyelesaikan penyakit dasarnya. Beberapa obat yang dikenal sebagai antidiare adalah sebagai berikut:

1.    Kaolinpektat

Obat ini dikenal dapat memadatkan tinja. Tinja yang padat kadang membuat orang tua senang karena dianggap bahwa diare sudah perbaikan. Memadatnya tinja akibat penggunaan obat dapat menutupi keadaan yang sebenarnya. Diare yang masih berlangsung dan memerlukan terapi rehidrasi sering tidak tertolong karena tinja yang memadat ini. Penggunaan obat-obatan ini tidak dianjurkan lagi pada anak. Orang tua dianjurkan memantau diare anak, jika anak masih mengalami diare cair, pemberian oralitpun harus dilanjutkan.

2.    Antimotilitas (contoh loperamide).

Antimotilitas adalah obat-obatan yang dapat menghambat gerakan usus, sehingga usus dilumpuhkan dan frekuensi diare berkurang. Penggunaan antimotilitas pada anak dapat menyebabkan tertahannya racun-racun dalam saluran cerna yang seharusnya dikeluarkan melalui diare.

3.    Antikolinergik (Dicyclomine, hyoscyamine).

Antikolinergik juga bekerja dengan cara mengurangi gerakan usus. Antikolinergik digunakan untuk mengatasi kram perut. Pada anak, antikolinergik tidak terbukti efektif bahkan meningkatkan risiko efek samping dan toksisitas.

4.    Absorben (Attapulgite)

Seperti kaolinpectat, absorben menyerap air dan meningkatkan kekentalan tinja. Absorben dianggap dapat menyerap racun dan mengeluarkannya melalui tinja tetapi absorben juga dapat menyerap mikronutrien dan elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

5.    Bismuth subsalisilat

Bismuth telah lama digunakan untuk pada diare yang disebabkan oleh Norwalk virus atau pada  traveler’s diarrhea. Penggunaan bismuth pada anak dinilai tidak efektif dan meningkatkan risiko toksistas otak. Kandungan salisilat dapat menyebabkan gangguan hati.

Sejak tahun 1996, AAP mengeluarkan pernyataan untuk tidak menggunakan berbagai jenis antidiare untuk anak. Saat ini, pedoman tatalaksana diare di seluruh dunia meliputi pemberian oralit, pemberian zinc, dan melanjutkan ASI (early feeding). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Departemen Kesehatan RI mengadopsi pedoman WHO yang dikenal dengan LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare) yang terdiri dari pemberian oralit, pemberian zinc, lanjutkan ASI, antibiotik selektif, dan nasihat untuk ibu.  (win)

Sumber : The management of acute gastroenteritis in young children, American Academy of Pediatrics.

Share artikel ini: