Diare biasa diartikan sebagai buang air besar yang lebih sering dan lebih encer dari pada biasanya. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seperti apa buang air yang biasa itu?

Pada bayi dengan ASI eksklusif, frekuensi buang air besar dapat sampai 4-5 kali sehari, ini adalah frekuensi yang normal. Tinja pada bayi dapat berbentuk seperti selai kacang atau bubur kental dan ini masih dalam batas normal. Pada anak yang lebih besar, buang air besar lebih dari tiga kali sehari dapat dikatakan diare dengan tinja yang lebih encer dari pada biasanya.

Buang air besar  sedikit-sedikit (encopresis), meskipun frekuensinya cukup sering belum tentu dikategorikan sebagai diare. Darah pada tinja juga bukan petanda diare, meskipun diare dapat disertai darah. Sebagai kesimpulan, diare adalah buang air besar yang lebih sering dengan tinja yang lebih encer.

Sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus.  Pengobatan diare bukan bertujuan untuk membunuh virus tapi mencegah dehidrasi. Infeksi virus akan membaik dengan sendirinya diatasi oleh daya tahan tubuh. (win)

Share artikel ini: