Inhaler dan Nebulizer, nama kedua alat bantu ini kerap kali kita dengar di dalam dunia kedokteran. Sudah tahukah anda bahwa meskipun sesama alat penolong/pengendali asma yang berguna untuk memberikan obat asma kedalam paru-paru, keduanya ternyata berbeda?

Inhaler

Inhaler adalah alat berukuran kompak sehingga mudah untuk dibawa. Inhaler tersedia dalam 2 tipe:

Metered Dose Inhalers (MDI):

MDI adalah inhaler yang paling umum diresepkan oleh dokter. Dikemas dalam kaleng aerosol mini, ketika ditekan, alat ini menyemburkan obat dengan tekanan terukur. Beberapa merk MDI sudah dilengkapi penghitung untuk mengawasi sisa dosis yang masih tersedia. Pada merk MDI yang tidak dilengkapi  penghitung, pengguna sebaiknya mencatat dosis yang sudah terpakai. Tujuan utamanya mengganti inhaler tepat pada waktunya.

Dry Powder Inhalers (DPI):

Dry powder inhalers menyalurkan obat yang berbentuk bubuk. Cara kerjanya berbeda dengan MDI, DPI tidak menyemprotkan obat. Pemakai DPI harus menghirup bubuk obat dengan cepat dan bertenaga. Hal ini agak sulit bagi anak-anak.

Anak-anak pengguna MDI kadangkala memakai spacer, sebuah alat tambahan yang dipasangkan pada inhaler. Spacer dapat memudahkan penggunaan MDI. Spacer memiliki rongga tempat peletakkan obat. Penggunaan spacer tidak memerlukan koordinasi gerakan antara menekan alat dan menghirup obat. Dengan inhaler dan spacer, obat dapat dihirup perlahan saat pemakai siap. Teknik ini memungkinkan anak-anak usia dini dan bahkan bayi untuk menerima pengobatan melalui MDI.

Spacer meningkatkan efektivitas inhaler. Kadangkala obat yang disemprotkan menggunakan MDI hanya mencapai bagian belakang tenggorokan tapi tidak memasuki saluran nafas bagian bawah seperti yang seharusnya terjadi. Disinilah spacer berperan, spacer membantu menghantarkan obat ke saluran nafas bagian bawah dimana obat akan bekerja efektif melegakan penderita asma.

Untuk menghirup obat dari spacer, bayi dan anak-anak kecil memakai masker wajah terbuat dari plastik berbentuk mangkuk yang dipasang menutupi mulut dan hidung. Sedangkan anak-anak yang lebih dewasa memakai mouthpiece. Proses penghirupan obat melalui MDI dan spacer biasanya beberapa menit saja.

Saat berkunjung ke klinik, dokter bisa meminta anak untuk mencoba pemakaian inhaler, mengamatinya dan menawarkan saran bilamana diperlukan.

Nebulizer

Nebulizer adalah alat inhalasi berupa mesin yang mengubah obat asma bentuk cair ke dalam bentuk uap. Uap ini yang kemudian dihirup penderita asma kedalam paru-paru melalui mouthpiece atau masker. Ukuran dan bentuk nebulizer bermacam-macam, namun umumnya agak besar, suara alat yang berisik, serta membutuhkan sumber daya listrik/baterai.

Anak tidak harus melakukan apapun selama proses pengobatan, yang diperlukan hanyalah kesediaan anak untuk tenang dan mau menggunakan masker wajah maupun mouthpiece. Umumnya waktu yang diperlukan untuk pengobatan melalui nebulizer adalah 5-10 menit walau terkadang bisa juga lebih lama lagi. Nebulizer kurang efektif jika anak menangis, karena obat yang dihirup menjadi kurang dari dosis seharusnya.

Teruslah Berlatih

Sebagai orang tua, pastikan dokter telah mengajarkan cara kerja nebulizer dan inhaler, sehingga anda menjadi jelas dan kelak dapat mengajarkan anak-anak anda cara pemakaian yang benar. Hal ini penting, mengingat ketidaktepatan penggunaan dapat menyebabkan ketidaksesuaian dosis obat yang terhirup paru-paru anak. Anda dapat pula mempelajari petunjuk penggunaan alat yang disertakan dalam kemasan inhaler/nebulizer. Ajukan semua pertanyaan anda mengenai pemakaian inhaler/nebulizer serta ketepatan dosis obat pada dokter. (IA)

Sumber :

What’s the Difference Between a Nebulizer and an Inhaler? www.kidshealth.org

Share artikel ini: