Sirkumsisi (penyunatan) merupakan prosedur operasi (pembedahan).  Antibiotik yang diberikan sebelum pembedahan disebut sebagai antibiotik profilaksis yang bertujuan mencegah infeksi pasca pembedahan.  Antibiotik profilaksis diberikan satu kali sebelum operasi dan tidak lebih dari 24 jam sebelum operasi. Pada prosedur yang melibatkan jantung, antibiotik dapat diberikan sampai 48 jam pasca operasi. Terdapat 4 jenis pembedahan berdasarkan risiko terjadinya infeksi yaitu:

–          Operasi bersih: operasi yang terencana (bukan operasi gawat darurat), luka terjahit dengan sempurna, tidak ada peradangan pada tempat operasi, tidak melibatkan organ saluran nafas, saluran cernah, saluran kemih.  (Risiko infeksi pasca operasi <2%)

–          Operasi bersih terkontaminasi : operasi gawat darurat, operasi yang membuka saluran nafas, saluran cerna, saluran empedu atau saluran kemih. (Risiko infeksi pasca operasi <10%)

–          Operasi terkontaminasi: luka terbuka tanpa nanah, peradangan pada tempat operasi, operasi saluran kemih yang disertai infeksi saluran kemih, operasi saluran empedu yang disertai infeksi empedu, luka tembus kurang dari 4 jam, luka terbuka yang cukup lama. (Risiko infeksi pasca operasi <20%)

–          Operasi kotor: luka bernanah (seperti abses), adanya robekan pada saluran nafas dan saluran cerna sebelum operasi, luka tembus lebih dari 4 jam. (Risiko infeksi pasca operasi <40%)

Semua prosedur operasi dianjurkan pemberian antibiotik profilaksis kecuali operasi bersih. Sirkumsisi merupakan salah satu contoh operasi bersih sehingga tidak memerlukan antibiotik profilaksis.  Antibiotik dalam bentuk salep diberikan untuk membalut luka operasi. Pemberian salep antibiotik pada luka sirkumsisi  dapat mencegah infeksi lokal. Pencegahan infeksi pada sirkumsisi terutama pada perawatan luka bukan pada pemberian antibiotik.

Bahan bacaan:

  1. Instructions for parents for care following circumcision. http://www.stritch.luc.edu/depts/urology/html/pamphlets/PostOpCircumcision.pdf
  2. Current guidelines for antibiotic prophylaxis of surgical wounds. http://www.aafp.org/afp/1998/0601/p2731.html

Antibiotic prophylaxis to prevent surgical site infections. http://www.aafp.org/afp/2011/0301/p585.html

Share artikel ini: