Dahulu, sirkumisisi pada bayi dilakukan tanpa pemberian obat anestesi (pembiusan). Hal ini dilakukan dengan alasan: efek samping obat anestesi belum banyak diketahui pada bayi, kepercayaan bahwa sakit yang disebabkan oleh tindakan ini tidak begitu hebat dan kepercayaan bahwa sakit yang ditimbulkan akibat suntikan obat anestesi sama buruknya dengan sakit yang ditimbulkan oleh tindakan sirkumsisi itu sendiri.

Setelah tahun 1999 diketahui bahwa bayi-bayi juga bisa merasakan sakit akibat tindakan sirkumsisi ini dan sejak itu direkomendasikan bahwa tindakan sirkumsisi harus dilakukan dengan pemberian obat anestesi (pembiusan).

Meskipun demikian, tindakan sirkumsisi cukup dilakukan dengan anestesi lokal. Anestesi umum untuk tindakan sirkumsisi dinilai berlebihan dan membawa resiko efek samping obat anestesi umum terhadap otak bayi yang sedang berkembang, oleh karena itu, kalau tidak terpaksa sekali, anestesia umum tidak dilakukan untuk tindakan sirkumsisi ini.

Teknik anestesi lokal yang sering dipilih adalah blok syaraf dorsal (punggung) penis dan infiltrasi kulit ventral (bagian bawah) penis.

Doc: Medscape

Blok syaraf dorsal penis dikerjakan di pangkal penis (lihat gambar), di sebelah kanan dan kiri dari garis tengah. Obat anestesi lokal yang diberikan adalah lidokain 2% tanpa epinefrin sebanyak 0,5-1 mL pada setiap suntikannya (tergantung berat badan anak). Dosis maksimal obat ini adalah 3 mg/kg BB untuk setiap penggunaannya. Obat ini memiliki onset kerja 2-5 menit, jadi setelah menunggu sekitar 2-5 menit, baru sirkumsisi dikerjakan. Durasi obat ini sekitar 30-45 menit, cukup untuk tindakan sirkumsisi yang biasanya selesai dikerjakan dalam 15-30 menit.

Doc: NDA

Doc: NDA

Resiko efek samping pada teknik ini adalah masuknya obat anestesi ke dalam pembuluh darah, meningat letak syaraf yang akan diblok berdampingan dengan pembuluh darah (lihat gambar). Akan tetapi, biasanya sebelum melakukan penyuntikkan obat, dokter akan melakukan tindakan aspirasi untuk memastikan obat anestesi tidak masuk ke pembuluh darah. Selain itu selalu ada resiko alergi untuk setiap obat yang dimasukkan ke tubuh, akan tetapi hal ini relatif lebih jarang terjadi.

Setelah teknik di atas, biasanya akan dikombinasikan dengan penyuntikan obat anestesi di ventral penis dengan cara infiltrasi di bawah kulit penis. Kedua teknik ini sudah cukup efektif untuk memfasilitasi tindakan sirkumsisi.

Bahan Bacaan:

  1. Circumcision and Anesthesia, diunduh dari http://www.circinfo.net/anesthesia.html
  2. Routine Anesthesia for Circumcision, diunduh dari http://circumcisioninformation.com/mattson.htm
  3. The Anatomy and Technique of Penile Block, diunduh dari http://www.nda.ox.ac.uk/wfsa/html/u02/u02_008.htm
Share artikel ini: