Tidak jarang kita berinisiatif untuk memeriksakan feses anak ke laboratorium. Padahal tidak semua gangguan buang air besar memerlukan pemeriksaan feses. Berikut adalah indikasi pemeriksaan analisis feses:

–          Membantu menegakkan diagnosis penyakit hati dan pancreas.

–          Diare kronik (lebih dari 2 minggu terus menerus)

–          Menentukan penyebab diare berdarah

–          Mencari darah samar (darah yang tidak terlihat dengan mata telanjang) untuk mengetahui adanya perdarahan saluran cerna yang tersembunyi.

–          Kecurigaan terhadap gangguan penyerapan.

–          Kecurigaan terhadap infeksi cacing atau parasit lain seperti giardia.

Sebaiknya saat pemeriksaan, pasien tidak dalam pengobatan apapun terutama antacid, antibiotik, antiinflamasi nonsteroid, pencahar, atau antiparasit. Pemakaian obat-obatan tersebut sebaiknya dihentikan 1-2 minggu sebelum pemeriksaan. Beritahukan dokter anda semua obat-obatan yang anda/anak anda konsumsi saat pemeriksaan feses dilakukan. Untuk remaja perempuan sebaiknya tidak memeriksakan analisis feses saat periode menstruasi. Jangan mengambil sampel feses yang telah kontak dengan toilet.

Penampungan feses:

  • Berkemih sebelum melakukan buang air besar, supaya  feses tidak tercampur dengan urin.
  • Gunakan sarung tangan saat mengumpulkan feses untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Buang air besar langsung ke dalam pot penampung atau jika pot penampung terlalu kecil, tinja dapat ditampung dulu pada plastik bersih, pada bayi dan anak-anak, plastik dapat diletakkan di atas popok.
  • Jangan pernah mengambil feses yang sudah jatuh ke toilet
  • Jangan sampai feses tercampur air, kertas toilet atau sabun.
  • Tutup rapat pot penampung feses
  • Cuci tangan dengan sabun setelah melakukan pengambilan feses.
  • Tuliskan nama, tanggal dan jam pengambilan feses pada pot penampung.

Hasil pemeriksaan feses sebaiknya diserahkan kepada dokter. Diskusikan dengan dokter hasil pemeriksaan feses tersebut.

Berikut ini beberapa panduan dalam melakukan interpretasi hasil analisis feses yang normal:

Makroskopik:

  • Warna kecoklatan, berbentuk padat
  • Tidak tampak lendir, darah atau nanah.

Mikroskopik

  • Makanan yang tidak tercerna : jumlah sedikit
  • Lemak : sekitar 18%
  • Telur cacing, parasit: tidak ada
  • Kapang / jamur : tidak ada
  • pH 6.5-7.5
  • darah samar negatif
  • Leukosit: negatif
  • Jumlah leukosit yang sangat banyak terdapat pada penyakit:
    • Abses pada saluran cerna
    • Disentri basiler kronik
    • Kolitis ulseratif
    • Leukosit mononuklear dapat ditemukan pada penyakit demam Thyphoid
    • Leukosit polimorfonuklear dapat ditemukan pada infeksi bakteri shigella, yersinia, dan E.coli. (WIN)

Sumber:

Stool analysis. www.webmd.com

Stool analysis. www.microscopy.ahs

Share artikel ini: