Apakah perokok pasif itu ?

Perokok pasif adalah penghirup asap rokok meskipun ia tidak merokok. Perokok pasif berisiko terserang penyakit pada jantung, asma, penyakit pada saluran pernafasan lain, juga kanker.

Sesungguhnya didalam proses merokok, terdapat dua macam asap, asap rokok yang dihirup oleh perokok, dan asap yang mengepul dari rokok yang sudah disulut. Kepulan asap yang keluar dari rokok yang disulut inilah yang menyebabkan orang lain yang tidak merokok menghirup .

Asap rokok mengepul ke udara saat tembakau mulai dibakar, atau ketika perokok menghembuskan nafasnya. Baik rokok, cerutu, maupun tembakau yang dibakar dengan pipa, semuanya dapat menghasilkan asap tangan kedua.

Apakah rokok pasif membahayakan ?

Ya! Kepulan asap rokok berisi campuran gas-gas dan partikel halus yang mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia. Sebagian dari zat kimia ini menyebabkan efek buruk pada kesehatan, contoh : kepulan asap rokok berisi lebih dari 50 jenis bahan kimia penyebab kanker, diantaranya; benzene, formaldehid dan krom. Kimia beracun lain yang juga terdapat didalam kepulan asap adalah sianida dan karbon monoksida.

Anak-anak dapat terkena asap ini dimana saja, baik dirumah, di penitipan anak, di udara bebas, di mobil, dan ditempat-tempat lain yang digunakan orang untuk merokok.

Berbahayakah anak-anak sebagai perokok pasif ?

Ya, tentu saja jauh lebih berbahaya!

Anak-anak lebih rentan terhadap bahaya asap rokok ini ketimbang orang dewasa. Mengapa ?

  • Anak-anak menghirup lebih banyak udara ketimbang orang dewasa, jika dibandingkan dari ukuran tubuhnya.
  • Tubuh anak-anak terus bertumbuh seiring dengan pertambahan usia.

Pada masa pertumbuhan ini anak-anak dapat lebih sensitif terhadap asap rokok, khususnya perkembangan paru-paru dan sistem imun mereka.

Pertumbuhan Paru-paru

Paru-paru berkembang pesat semasa kanak-kanak. Beberapa bukti yang dikumpulkan mengaitkan gangguan perkembangan paru-paru dengan kejadian paparan asap rokok dimasa kanak-kanak. Kerusakan paru yang terjadi pada masa ini dapat mengurangi optimalnya fungsi paru-paru sang anak sepanjang hidupnya.

Gejala Pernafasan Kronis

Asap rokok mengandung zat-zat iritan yang berbahaya baik bagi anak dan orang dewasa. Asap rokok menyebabkan gejala berulang, seperti timbulnya batuk, lendir dan bersin terutama pada bayi dan anak-anak yang lebih muda.

Asma

Asma merupakan kondisi gangguan kesehatan berulang yang memiliki beberapa gejala khusus, diantaranya adalah batuk, bersin dan napas pendek. Asma semakin umum terjadi pada anak-anak. Amerika Serikat mencatat asma sebagai alasan utama dibawanya anak-anak untuk berkonsultasi ke rumah sakit.

Asap rokok telah tercatat menjadi pencetus baru timbulnya asma pada anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki riwayat asma. Bahkan ternyata paparan asap rokok pun memperburuk penderitaan para pengidap asma. Penderita asma yang terpapar asap rokok tercatat mengalami gejala yang lebih parah, sehingga harus diimbangi melalui penggunaan lebih banyak obat. Pada akhirnya kondisi kesehatan yang kurang menguntungkan ini membuat anak-anak asma yang terpapar asap rokok lebih banyak absen dari sekolah, ketimbang anak-anak yang tidak terpapar asap rokok.

Walaupun penyebab asma belum seluruhnya dipahami, asap rokok adalah salah satu penyebabnya, bagusnya, asap rokok dapat dihindari. Setiap tahunnya, California mencatat 31.000 kasus asma yang disebabkan asap rokok.

Infeksi dan Kerusakan Sistem Imun

Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki resiko infeksi yang lebih tinggi. Hal ini mungkin diakibatkan oleh kerusakan sistem imun mereka. Asap rokok adalah penyebab infeksi saluran pernafasan bagian bawah pada anak-anak, termasuk pneumonia dan bronkitis. Infeksi-infeksi tersebut dapat berakibat fatal dan kadang mengancam jiwa jika terjadi pada anak-anak yang telah mengalami penyakit-penyakit kronis seperti halnya pengidap asma atau cystic fibrosis.

Asap rokok juga merupakan penyebab infeksi telinga pada anak-anak. Infeksi telinga lebih sering dan berlangsung lebih pada anak-anak yang terpapar kepulan asap rokok.

Tiap tahunnya California mencatat angka 50.000 kunjungan ke dokter untuk kasus infeksi telinga anak-anak yang disebabkan paparan kepulan asap rokok. Pembedahan dapat diperlukan jika anak-anak tidak mengalami perbaikan terhadap terapi medis lainnya. Infeksi telinga adalah salah satu penyebab umum kasus hilangnya pendengaran pada anak-anak.

Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (Sudden Infant Death Syndrome SIDS)

SIDS yang seringkali dijuluki kematian dalam ranjang bayi merupakan penyebab utama kematian pada bayi dalam rentang usia satu bulan hingga satu tahun. Penyebab SIDS belum sepenuhnya dipahami para ahli, namun kini telah diketahui bahwa tingkat resiko SIDS bayi-bayi yang terpapar kepulan asap rokok lebih tinggi ketimbang bayi-bayi yang tidak terpapar asap rokok. Negara bagian California mencatat angka 21 kematian bayi pertahun untuk kasus kematian dengan penyebab SIDS pada bayi yang terpapar kepulan asap rokok.

Berisikokah Bayi-bayi yang masih bertumbuh didalam rahim ?

Ya. Kepulan asap rokok dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi didalam rahim. Bayi yang lahir dari ibu yang terpapar kepulan asap rokok cenderung memiliki berat badan lebih rendah ketimbang bayi yang tidak terpapar. Mereka juga cenderung lahir sebelum waktunya (prematur).

Tiap tahunnya California mencatat angka 4.700 kelahiran dini akibat paparan terhadap kepulan asap rokok.

Dapatkah Kepulan Asap Rokok Meningkatkan Resiko Kanker ?

Ya. Kepulan asap rokok terhubung dengan kejadian kanker paru-paru, kanker nasal sinus dan kanker payudara. Paparan terhadap zat kimia pencetus kanker yang terjadi di masa kanak-kanak meningkatkan resiko kanker menjadi seumur hidup. Ini berarti lebih beresiko ketimbang resiko kanker yang dimungkinkan pada orang dewasa yang terpapar kepulan asap rokok.

Amerika Serikat mencatat angka sekitar 3.000 manusia yang meninggal akibat kanker paru-paru yang disebabkan paparan kepulan asap rokok.

Apakah Kepulan Asap Rokok Berhubungan dengan Kanker Payudara?

Ya. Kanker Payudara adalah penyebab utama penyakit dan kematian pada wanita. Walaupun sejarah munculnya kanker pada keluarga dekat juga merupakan faktor resiko utama pada kanker payudara, penyebab utama kanker payudara belum sepenuhnya dipahami para ahli.

Tetapi, beberapa penelitian terkini membuktikan kepulan asap rokok adalah salah satu penyebab utama timbulnya kanker payudara pada wanita dibawah usia 50 tahun.

Penelitian yang berhubungan juga telah membuktikan bahwa payudara dapat sangat sensitif terhadap kimia beracun sepanjang masa pertumbuhan dan perubahan payudara, misalnya saat pubertas.

Oleh karena itu, sangat penting adanya bagi wanita dibawah usia 50 tahun untuk senantiasa menghindari paparan kepulan asap rokok ketika payudara mereka sedang dalam masa pertumbuhan.

Kanker payudara lebih tidak umum ditemukan pada wanita muda ketimbang pada wanita yang lebih lanjut usianya, sehingga, kemungkinan, hanya sebagian kecil dari kasus kanker payudara yang sesungguhnya disebabkan kepulan asap rokok. Tetap saja, wanita dan gadis muda pada umumnya, yang sedang mengalami pubertas, harus menghindari paparan kepulan asap rokok. Karena biar bagaimanapun, ini adalah salah satu dari sedikit hal yang bisa kita usahakan untuk menghindari timbulnya kanker payudara. (IA)

sumber : “Secondhand Smoke” Office of Environmental Health Hazard Assessment (OEHHA), California Environmental Protection Agency.

Share artikel ini: