Indikasi     : terapi malaria palcifarum tanpa komplikasi, digunakan sebagai erapi kombinasi dengan obat lain.

Kontraindikasi     : gangguan hati, kelainan darah, retinophaty (kelainan retina).

Perhatian : hati-hati pada kehamilan dan menyusui, juga pada kelainan darah kekurangan G6PD. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang berpotensi merusak hati.

Ajari pasien mengenali tanda-tanda kelainan darah seperti adanya demam, nyeri tenggorokan, purpura (perdarahan di kulit), memar, ruam, perdarahan.

Ajari pasien mengenali tanda-tanda gangguan hati seperti mual, muntah, nafsu makan berkurang, berat badan menurun.

Kehamilan : dapat digunakan apabila tidak ada pilihan lain, sebaiknya dihindari.

Menyusui : tidak tersedia informasi mengenai penggunaan amodiaquine pada ibu menyusui.

Dosis : (berdasarkan sediaan amodiaquine basa)

–          Dewasa dan anak diatas 5 bulan : 10 mg/kg perhari selama tiga hari.

Sediaan      : tablet 153 mg, 200 mg (dalam hidroklorid)

Efek Samping :

Kelainan darah, hepatitis, gangguan pencernaan, gangguan penglihatan, ruam, gatal-gatal, pewarnaan pada kulit, dan neuromyopathy (gangguan saraf dan otot)

Interaksi obat :

–          Klorpromazine : kadar klorpromazine meningkat, perlu dipertimbangkan untuk menurunkan dosis klorpromazine.

Share artikel ini: