Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan konsentrasi dan pengontrolan. Hal tersebut dapat mengganggu proses belajar dan hubungan sosial serta fungsi keluarga. Dengan pengertian dan bantuan obat-obatan, anak dengan ADHD dapat hidup normal. ADHD lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan.

Gejala dan diagnosis

Diagnosis ADHD dilakukan oleh tenaga professional yang terlatih. Dokter, psikolog atau tenaga terlatih lain yang mendiagnosis ADHD harus menyingkirkan penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama. Sebab jika terdapat penyakit lain yang memiliki gejala yang sama dengan ADHD, tentu saja tatalaksananya berbeda.

Gejala ADHD yaitu:

–          Inatensi (gangguan konsentrasi)

Anak sulit berkonsentrasi terhadap suatu pekerjaan, melupakan instruksi, tidak mampu mempertahakan kegiatan yang sedang dilakukan. Anak cepat berpindah dari satu permainan ke permainan lain tanpa menyelesaikan permainan sebelumnya.

–          Impulsivitas

Anak mudah kehilangan kendali emosi. Anak seperti ini sangat bersiko terjadi kecelakaan. Anak sering mengganggu orang lain.

–          Hiperaktivitas.

Anak sulit sekali diam. Anak tampak tidak pernah lelah untuk beraktivitas.

Penting untuk diingat bahwa anak-anak pada dasarnya memiliki daya perhatian dan konsentrasi yang memang lebih sedikit dari pada orang dewasa dan anak-anak sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Oleh karena itu sangat penting mendiagnosis berdasarkan berbagai data yang lengkap bukan penilaian sesaat. Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis ADHD. Jika anda mencurigai anak anda mengalami ADHD, konsultasikanlah dengan dokter anak anda.

Tata laksana ADHD

Obat-obatan

Pemberian obat-obatan stimulant dapat mengontrol gejala ADHD, efek samping obat dapat dicegah dengan penyesuaian dosis.

Pendekatan perilaku

Pola asuh yang positif dan pendekatan perilaku dapat membantu membentuk lingkungan yang kondusif untuk perembangan anak.

Cara membantu anak dengan ADHD

Instruksi verbal

  • Berikanlah kalimat perintah yang singkat dan jelas
  • Panggil nama anak sambil menepuk bahunya untuk mendapatkan perhatian dari anak.
  • Minta anak mengulangi instruksi yang kita beriktan untuk meyakinkan bahwa anak memahami instruksi.
  • Anak perlu pengawasan dan disemangati untuk tetap fokus dengan suatu pekerjaan.

Komunikasi tulisan

  • Dalam komunikasi melalui tulisan, berikan highlight, huruf capital, tanda asterisk, atau ditulis tebal.
  • Batasi jumlah informasi yang mengharuskan anak menyalin / menulis dari papan tulis. Sebaiknya pasien diberikan diktat yang jelas.

Strategi lain untuk membantu anak

  • Berikan instruksi satu persatu
  • Libatkan teman-teman bermain anak untuk meningkatkan kepatuhan.
  • Penuhi aktivitas motorik lebih banyak dari pada diam, membaca, dan mendengarkan.
  • Pagi hari paling baik untuk belajar, karena dianggap waktu yang optimal untuk berkonsentrasi.
  • Berikanlah “to do list” untuk membantu anak menuntun tugas-tugas yang harus diselesaikannya.
  • Saat di ruang kelas, duduklah sedepan mungkin.
  • Pasangkan dengan anak yang duduk diam sehingga dapat menjadi contoh.
  • Jangan membuat furniture yang terlalu menarik sehingga anak mudah terganggu dan tidak memperhatikan pelajaran.
  • Lingkungan yang sunyi membantu anak saat mengerjakan PR.

Kurangi aktivitas yang berlebihan dan kelelahan

  • Dalam setiap 30 menit aktivitas, ajaklah anak beristirahat setidaknya 5 menit.
  • Berikan tugas aktivitas fisik yang singkat seperti mengumpulkan pesanan makan siang, menyampaikan pesan-pesan singkat.
  • Berikan permainan yang menyenangkan, low pressure.

Kegiatan terstruktur

–          Buatlah jadual harian yang tetap

–          Buatlah aktivitas dalam kelas yang terprogram dengan baik dan dapat diprediksi.

–          Pampang jadual di depan kelas juga berbagai peraturannya.

–          Jika memberi instruksi, lakukan beberapa kali.

–          Jangan terlalu banyak menyodorkan pilihan pada anak.

Kepercayaan diri

–          Dukung anak untuk mengikuti kegiatan yang dapat dimenangkannya, sehingga anak mengalami perasaan sukses.

–          Buatlah target-target yang dapat dicapai.

–          Berikanlah pujian bukan saja dengan verbal tetapi dengan sertifikat, atau kartu ucapan selamat.

–          Beri mereka pujian jika berhasil membuat karya tulis yang bagus. Bagian tulisan yang baik dapat diberikan tanda highlight untuk menegaskan.

–          Bantu anak supaya merasa penting di dalam kelas.

–          Pada saat anak gagal melakukan sesuatu, pujilah karena usahanya.

–          Saat menutup hari, ingatkan dan beri pujian prestasi-prestasi anak di hari tersebut.

–          Pellajari kelemahan anak dan belajar memperbaikinya supaya tidak jatuh pada kegagalan berulang kali.

Interaksi sosial

  • Libatkan anak pada kelompok kecil
  • Pujilah perilaku sosialnya seperti saat anak berbagi atau saat bekerja sama
  • Ajari anak untuk melindungi diri saat terjadi perselisihan, misalnya menghindar atau pergi melapor kepada guru.
  • Libatkan anak pada kelompok siswa yang terdapat supervisor seperti pramuka, dan klub olahraga.
  • Jelaskan kepada anak konsekuensi atas semua tindakan yang dia lakukan baik kepada diri sendiri ataupun teman.

Komunikasi antara sekolah dan oang tua

  • Gunakan buku komunikasi yang khusus ditunjukkan untuk guru dan orangtua
  • Pada buku tersebut dapat dituliskan perilaku anak yang baik atau yang tidak sbaik di hari itu.
  • Guru harus mengerti perasaan orang tua dengan anak yang ADHD, perlu memberikan pujian kepada orang tua jika anak melakukan hal yang positif.

Untuk membantu pekerjaan rumah, orang tua dapat:

–          Memberikan waktu tidur yang cukup dan teratur

–          Buatlah lingkungan belajar yang menyenangkan tetapi tidak mencuri perhatian anak

Sumber: rch.org.au

Share artikel ini: