= asiklovir

Acifar, Clinofir, Clopres, Herax, Danovir, Herpiclof, Licovir, Molavir, Palovir, Quavir, Scanovir, Temiral, Viralis, Vircovir, Vireth, Virules, Zoter, Zovirax, Zyrolax

Golongan

antivirus

Indikasi

infeksi herpes simpleks, varicella zoster

Kontraindikasi

Hati-hati penggunaan pada gangguan ginjal, lanjut usia.

Kehamilan dan menyusui

Tidak diketahui bahayanya pada ibu hamil; dalam jumlah yang cukup signifikan dikeluarkan melalui ASI, namun cukup aman untuk digunakan.

Efek Samping

Mual, muntah, nyeri perut, diare, sakit kepala, lemas, ruam, gatal-gatal, sensitif terhadap cahaya. Sangat jarang: hepatitis, kuning, sesak nafas, gangguan saraf, gagal ginjal akut, anemia, trombositopenia, leukopenia dan pada pemakaian melalui infus dapat terjadi peradangan lokal ringan sampai berat.

Dosis

Melalui oral:

  • Herpes simpleks bukan genital (kelamin)

o   Anak 1 bulan – 2 tahun : 100 mg, 5 kali sehari selama 5 hari. (dapat lebih lama jika tidak ada perbaikan, dosis dapat dinaikan pada pasien dengan gangguan imunitas atau gangguan penyerapan)

o   Anak diatas 2 tahun dan dewasa : 200 mg, 5 kali sehari selama 5 hari.

  • Herpes simpleks genital

o   200 mg, 5 kali sehari atau 400 mg, 3 kali sehari selama 5 hari.

o   Pasien gangguan imunitas atau pengidap HIV : 400 mg, 5 kali sehari selama 7 – 10 hari pada infeksi pertama. 400mg, 3 kali sehari selama 5-10 hari pada infeksi kambuhan.

  • Herpes simpleks, pencegahan kekambuhan

o   200 mg, 4 kali sehari atau 400 mg, dua kali sehari. Dapat diturunkan sampai 200mg, 2-3 kali sehari. Dosis dapat dinaikan sampai 400mg, 3 kali sehari jika penyakit muncul pada saat terapi. Setiap 6-12 bulan, terapi dihentikan untuk melakukan penilaian kembali.

  • Herpes simpleks, pencegahan pada pasien dengan gangguan sistem imun.

o   200-400 mg, 4 kali sehari.

o   Anak < 2 tahun 100-200 mg, 4 kali sehari

  • Varicella dan herpes zoster

o   Anak 1 bulan sampai 12 tahun : 20mg/kg (maks. 800mg) 4 kali sehari selama 5 hari.

o   Dewasa : 800 mg, 5 kali sehari selama 7 hari.

Melalui infus intravena :

  • Neonatus : 10-20 mg/kg setiap 8 jam selama 14 hari (21 hari jika terdapat infeksi susunan saraf pusat)
  • Anak 1-3 bulan : 10-20 mg/kg setiap 8 jam selama 7 hari.
  • Anak 3 bulan – 12 tahun : 250mg/m2 setiap 8 jam selama 5 hari.
  • Anak 12-18 tahun : 5 mg/kg setiap 8 jam selama 5 hari.

Sediaan

Tablet 200mg, 400 mg

Vial 25mg/ml : 10 ml, 20ml, 40ml.

Interaksi obat

–        Siklosporin : meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

–        Sitotoksik : mycophenolate meningkatkan kadar aciclovir dalam darah.

–        Probenesid : menurunkan ekskresi aciclovir sehingga meningkatkan kadar aciclovir dalam darah.

–        Tacrolimus : meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Share artikel ini: